Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Desa Bahasa Borobudur yang Menawarkan Konsep Wisata Edutainment

Meski kami bisa berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur yang terletak sekitar 3 km ke arah tenggara dari Candi Borobudur, kami tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplore kawasan desa. Sangat disayangkan, tapi setidaknya kami pernah ke sini.

Hari kedua kegiatan Jateng On The Spot 2020 yang diadakan Disporapar Provinsi Jawa Tengah dari tanggal 7-9 November kemarin, setelah menaruh tas dan mandi di penginapan, kami langsung kembali bergegas untuk tujuan berikutnya.

Seperti judul halaman ini, Desa Bahasa Borobudur. Jadi ketika kamu melihat aktivitas kami seolah bersenang-senang, itu salah. Kami benar-benar lelah sebenarnya, tapi karena kegiatan dalam rangka promosi wisata, kami dan peserta lain harus selalu siap.

Sudah ada sejak 1998

Malam ini terasa panjang rasanya. Kedatangan kami dan rombongan disambut layaknya tamu vip. Tentu semua ini karena kordinasi dari pihak acara dan pihak desa bahasa.

Suasana yang sudah terasa hangat saat memasuki area jadi bertambah dengan pencahayaan yang berasal dari hall atau aula yang didesain dengan sangat menarik. Warna hijau karpet ditambah bantal-bantal pasir yang disediakan. Plus angklung-angklung yang berjejer di samping. Eh, kok angklung?

Setelah mengambil tempat masing-masing, tuan rumah memberi sambutan yang dimulai dengan Mr. Madu. Ternyata itu hanya nama yang diplesetin saja. Nama sebenarnya adalah Mas Hani Sutrisno.

Desa Bahasa sudah ada sejak tahun 1998. Kisah beliau sudah banyak diulas tentang awal mendirikan desa ini yang sekarang tidak sekedar menjadi tempat belajar bahasa Inggris khususnya, tapi menerima kunjungan wisata. Andai tidak pandemi, desa ini bisa didatangi ribuan masyarakat sekitar, hingga wisatawan mancanegara.

Kegiatan edutainment

Kami tidak membayangkan kehadiran kami di sini disuguhi berbagai macam kegiatan yang termasuk dalam bagian aktivitas yang dilakukan di Desa Bahasa. 

Mulai dari bermain angklung yang merupakan alat musik tradisional Jawa Barat, ternyata ada di sini. Kami mengikuti intruksi untuk menjadi sebuah irama yang enak ditelinga. Kegiatan lainnya ada 

  • Atraksi sulap atau fun magic
  • Fun English
  • Fun Game 
  • Sesi foto
Semua kegiatan yang kami sebut di atas termasuk dalam paket yang ditawarkan dari desa bahasa lewat selebaran yang diberikan saat kami pulang. Untuk mengikuti sesi ini, ternyata ditawarkan HTM Rp60.00.

Untuk jadwal kunjungan, kamu bisa datang (sesuai selebaran yang kami peroleh) dari jam :
  • Senin - Kamis     : 14.30 wib - selesai.
  • Jumat                  : Libur
  • Sabtu - Minggu   : 14.00 wib - selesai.
Bagian dari promosi wisata

Yang menarik diantara setiap kegiatan yang ditampilkan kepada kami, ialah fun English. Kami dan peserta lain diajak belajar menghafal 16 tenses dengan cara yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Yang pasti itu menarik dan membuat banyak tawa dan senyum.

Setelah puas dengan makan malam, bermain angklung, pertunjukkan dan belajar bahasa Inggris, sesi ditutup dengan sambutan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan kegiatan ini tak lain tak bukan untuk membangkitkan pariwisata di Jawa Tengah lewat para blogger dan media agar desa bahasa Borobudur lebih luas lagi infonya. Terutama era adaptasi kebiasaan baru sekarang ini.

...

Seperti sedang menyaksikan sebuah pertunjukkan dan berakhir, lalu pulang, itulah aktivitas kami malam kedua kegiatan Jateng On The Spot. Andai ada banyak waktu untuk melihat desa secara keseluruhan, tentu lebih menarik lagi tampilan halaman ini (foto-foto).

Jadi bila kamu sedang berkunjung ke Borobudur, bisa ditambah kunjungan ke desa-desa sekitar yang memiliki branding wisata, seperti Desa Bahasa ini. 

Lebih detailnya info tentang mereka bisa kunjungi situsnya di www.desa-bahasa.com atau akun Instagramnya di @desabahasa.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?