Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Melihat Strategi Agresifnya Soto Seger Kartosuro Membuka Cabang di Kota Semarang

Pertama kali kami 'ngeh' ada tempat makan ini saat buka di Kota Lama. Bukan hanya berani mengambil lokasinya yang strategis di kawasan wisata, tapi juga bagaimana cara mereka menarik para pelanggan.

Hari ini kami tidak bicara tentang Soto atau lokasi terbarunya, meski akan kami singgung di sini nantinya. Kami tertarik dengan cara mereka melakukan penetrasi dari sisi pemasaran.

Meski kami tidak jago-jago amat bicara strategi marketing, tapi kehadiran mereka benar-benar menarik perhatian kami.

Harga yang terasa murah

Kapan lagi sih makan di Ibu Kota seharga 8 ribu rupiah. Memang banyak, bahkan kami sempat menuliskan harga soto yang cuma 5 ribu rupiah.

Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di Kota Semarang, dari sisi sudut pandang kami, harga yang murah adalah pilihan terbaik. Apalagi konsumen yang disasar adalah pelajar maupun mahasiswa, atau pekerja yang ingin berhemat.

Pihak mereka (Soto) tidak ragu memampang harga agar diketahui khalayak umum. Beberapa lokasi yang baru dibuka sangat memanfaatkan spanduk-spanduk dengan menempelkan harga dalam promosinya. Mulai Rp8.000 an.😀

Spanduk/banner merah

Keberadaan spanduk-spanduk di jalan juga bukan sekedar menaruh informasi tentang tempat mereka yang baru buka. Tapi pemilihan warna yang dominan merah juga menarik pandangan.

Bahkan sempat saat hadir di Kota Lama, Minggu pagi yang masih sangat ramai, promosi tidak lagi menggunakan spanduk. Melainkan promosi ala selebaran yang dibagikan karyawan mereka.

Sayang waktu itu tidak kami ambil gambarnya. Mereka juga menggunakan toak atau pengeras suara agar lebih menarik.

Bila warna merah banyak digunakan saat promosi buka lokasi baru, maka warna hijau yang ada di tempat mereka (sebelum masuk) menjadi warna utama rasanya.

Dengan tulisan seger dan perpaduan warna hijau, kami rasa itu menarik juga. Apakah mereka memiliki konsultan?

Cabang baru yang buka di jalan Gajah Raya, awal-awal bulan Maret ini kami baru mengetahuinya. Lihat tulisan 8000 sangat besar, kan.

...

Bulan Oktober 2020 adalah kali pertama kami mengetahui Soto Seger Kartosuro. Dan juga sudah mencobanya saat diajak teman blogger yang sedang mampir ke Kota Lama. Kuahnya agak kental, tapi bukan itu yang menjadi perhatian saat selesai makan di sana.

Meski promo sotonya Rp8.000, ketika datang menu lainnya yang ditawarkan, tentu siapa tidak tergoda. Harga delapan ribu itu belum ditambah minum dan pernak-pernik lainnya, seperti sate dan lainnya. 😅

Kira-kira, apakah gaya pemasaran mereka ini ada yang mengikuti? Seharusnya ada. Karena memang menarik dan menginspirasi menurut dari sisi kami. Apakah kamu setuju?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?