Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
November, ASUS Mengenalkan FX Series Sebagai Lini Baru Notebook Gaming
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Dalam dunia gaming, nama ROG (Republic of Gamers) sudah sangat familiar. Namun label harga yang bisa dikatakan 'wah' membuat kami juga mikir-mikir 2 kali. ASUS akhirnya memberikan solusi buat kamu yang sangat menyukai permainan. Ini adalah halaman press release, jika ingin lanjut silahkan lanjut membacanya.
Seiring perkembangan zaman, perangkat yang kami tahu cuma sekedar alat membantu kami menulis benar-benar terus mengalami evolusi. Notebook atau laptop tidak sekedar untuk mengerjakan pekerjaan kantor atau aktivitas seperti kami.
Lini baru ASUS buat gamers
ASUS menghadirkan lini gaming terbarunya bulan November tahun ini dengan nama FX Series. Hadirnya lini baru ini untuk memberikan solusi pada gamers yang mencari notebook berperforma sekelas ASUS ROG, desainnya kurang lebih sama dan tentu ramah di kantong.
Bahkan menurut Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia, “Tak hanya gamers, produk dari lini terbaru ini juga dapat digunakan oleh segmen pengguna lain yang butuh notebook berperforma mumpuni namun dipasarkan di harga mainstream.”
“Mereka yang berkecimpung di dunia desain, arsitektur, atau konten editor dapat memanfaatkan kemampuan yang ditawarkan oleh varian ASUS FX Series,” lanjutnya.
Lini ASUS Gaming FX Series akan diisi oleh notebook-notebook yang dilengkapi oleh komponen-komponen kelas atas, yang memenuhi standar untuk memainkan game ataupun aplikasi 3D grafis mutakhir. Mulai dari prosesor, Intel Core i7 berbasis Kaby Lake, grafis Nvidia GeForce GTX 10 series berbasis arsitektur Pascal, serta RAM berkapasitas lega hingga 32GB.
Varian FX series sendiri akan tersedia dalam ukuran 15 dan 17 inci. Keduanya akan hadir dengan layar Full HD serta wide-view technology untuk menghadirkan visual yang mengagumkan tanpa distorsi warna meski layar dilihat dari sudut pandang yang sempit.
Demi melengkapi kenyamanan bermain, notebook dilengkapi dengan chiclet keyboard yang didiesain khusus dengan teknologi scissor-switch keys yang punya travel distance 2.5mm agar menekan tombol terasa lebih mantap.
Tak hanya itu, keyboard juga punya backlight berwarna merah, spacebar lebih besar, arrow keys yang sedikit terpisah dengan tombol keyboard lainnya, serta tombol WASD yang diberi ciri khusus.
“Dengan hadirnya FX series, ASUS sebagai pemimpin pasar notebook termasuk notebook gaming di Indonesia memberikan solusi yang lebih terjangkau untuk para gamer untuk dapat pengalaman bermain game yang luar biasa di mana saja,” sebut Galip.
Dari sisi harga, Galip menambahkan, ASUS Gaming FX Series akan dipasarkan di harga serupa dengan notebook mainstream dari kelas performa. “Notebook dari lini tersebut sangat tepat diposisikan sebagai alternatif dari seri ASUS ROG yang terkenal menawarkan performa gaming maksimal dan sangat premium,” tambahnya.
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Comments
Post a Comment