Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Review Film My Stupid Boss


Film yang disutradarai Upi ini Rilis secara resmi diseluruh bioskop Indonesia tanggal 19 Mei 2016. Durasinya pun tak tanggung-tanggung, 108 menit alias 1 jam 48 menit.

Ciri khas film yang diproduksi Falcon Pictures selalu identik dengan full color, meriah dan gambar yang bagus. Filmnya pun selalu dikemas dengan sesuatu yang menarik. Termasuk film terbaru mereka bulan ini.

Diangkat dari sebuah novel

Ceritanya tentu sudah pakem, tidak jauh berbeda dengan versi novelnya. Ini hanya soal kemasan saja. Buat penggemar novelnya tentu ini menjadi rasa penasaran mendalam. Apalagi para pemainnya yang terbilang pemain papan atas tanah air, Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari.




Genre Drama Komedi

Dibintangi oleh pemain non-komedian, film ini sukses mengocok perut penonton. Meski begitu, beberapa bagian ada yang membuat saya tidak tertawa sama sekali. Padahal penonton pada ketawa.

Suasana yang dibangkitkan inginnya komedi, tapi ekspresi yang didapat kadang hanya membuat saya diam. Apaan sih, pikir saya. Mungkin karena terlanjur dibuat jengkel dengan kelakuan boss dan gestur yang memang tidak lucu.

Filmnya benar-benar fokus pada kedua pemain utama. Sedikit bumbu rumah tangga, suasana kota, rekan kerja, tetangga dan perdebatan antara karyawan dan bos.


Alur cerita

Seorang wanita yang harus mengikuti suami berpindah-pindah tempat kerja dan mulai resah karena tidak beraktivitas selama 3 bulan di tempat tinggal barunya. Suami, seorang konsultan yang kerjaannya dihandle dari rumah.

Akhirnya, sang istri mendapatkan pekerjaan karena relasi suami dan boss. Di sinilah, alur cerita dimulai. Perdebatan-perdebatan kecil hingga besar diramu dengan suasana ruangan kantor dan beberapa karyawan.

Jam pertama film ini tayang di bioskop Semarang, semua bangku ludes diduduki. Animo yang sangat besar layaknya film AADC 2 pada pemutaran perdana akhir April.

Untuk kali ini, penonton didominasi pekerja yang rata-rata pegawai dan karyawan sebuah perusahaan. Menarik melihat sekumpulan ini memutuskan menonton. Apakah ini semacam perwakilan dari kehidupan mereka di kantor?


Berkolaborasi dengan aktor dan aktris Malaysia 

Sold out, mungkin ini alasannya

Selain diangkat dari novel yang termasuk best seller, film ini juga memiliki beberapa hal menarik yang membuat penonton di Semarang menutup hari pertama dengan penjualan tiket sold out.

Mulai dari trailer, poster hingga pemain bintang yang dilibatkan, semuanya benar-benar dikemas dengan sangat menarik. Beberapa penonton tentu juga ada yang penasaran bagaimana kisah dalam novel kesayangan mereka diangkat lewat sebuah film.


...

Film ini sukses sold out pada hari pertama untuk semua jam pemutaran. Antrian penonton membludak dan membuat 1 bulan ini bioskop Semarang terlihat lebih ramai daripada sebelumnya.

Selain disuguhin tawa dan rasa kesal, kuatnya cerita menjadi pengikat emosi penonton diakhir film. Jangan pernah membenci bos di kantor. Dan pesan yang saya tangkap adalah kekuatan mental menjadi modal seorang karyawan untuk menghadapi atasan.

Film ini juga punya segmen penonton bioskop baru, yaitu pegawai atau karyawan. Kisah yang memang diangkat secara nyata ini memang lebih dekat dengan penonton tipe seperti mereka. Jadi tidak heran saat disebelah tempat duduk Anda nanti, banyak pegawai yang datang dengan rombongannya.


Berapa nilai film ini menurut Anda? Kofindo memberi 8,5 (6-10)
Sumber gambar lainnya : screencapture Youtube 

Artikel terkait :

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap


Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang