Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Kawasan Sompok yang identik dengan tempat kuliner Waroeng Spesial Sambal menurut dotsemarang, kini punya pesaing baru. Meski begitu, jenis kulinernya sangat berbeda. Ada yang pernah nyoba?
Pagi hari saya melewati kawasan sompok untuk berolahraga. Dan ternyata kawasan ini punya tempat makan baru dengan mengandalkan menu bakso dan mie ayam.
Menariknya, tempat yang digunakan merupakan bangunan yang termasuk jadoel dan termasuk cagar budaya namun dikhususkan buat tempat tinggal.
Menurut dotsemarang, pengambilan lokasi ini sangat menguntungkan. Selain bangunannya unik, yang digunakan halaman, kawasan ini juga banyak pekerja disekitar. Saat dotsemarang kesini, lumayan banyak PNS yang makan siang.
Karena identik dengan bakso, tempat ini mencoba masuk ke segmen masyarakat kelas menengah kebawah atau kantong yang bersahabat. Harganya bisa dilihat di menu ini, semuanya sangat terjangkau.
Selain soal menu yang murah meriah, tempat yang digunakan semacam tenda namun kokoh ini, membuat siapa saja yang melintas mau mencoba. Saya sangat suka dengan konsep tempat kuliner seperti ini. Tidak terlihat mewah, dan orang-orang akan sangat penasaran untuk mencoba.
Menu
Karena siang hari dan perut masih terisi, menyantap bakso sepertinya pas banget. Karena baru pertama kali, pesannya sederhana dan apa adanya. Jadinya tidak kenyang dan nikmat, ternyata kalau mau pesan harus ada makanan tambahan. Tidak seperti biasanya yang isinya komplit.
Ini pesan bakso urat dan daging. Porsinya sedang sesuai kantong. Kalau mau nambah menu yang lain, tentu harus bayar.
Ini namanya kriuk-kriuk, seperti kripik. Sayang, baksonya sudah mau habis jadinya dinikmati seperti makan cemilan saja.
Selain minuman standar, mereka punya menu es seperti di atas. Namanya Es Selalu di Pesan atau (ES DP). Isinya kelapa muda, kolang-kaling, nangka, tape, roti, santan dengan berbagai pilihan sirup seperti gula pasir, sirup hijau, merah (sirup), dan putih (susu). Unik kan namanya, satu lagi yaitu es selalu dikenang atau ES DK. Harganya sama yaitu 9 ribu rupiah.
...
Kuliner ini katanya berasal dari Surabaya (mohon maaf bila salah) dan baru bulan Maret awal buka di sekitar Sompok. Kawasan yang ada SS dan Sri Ratunya.
Saya masih suka dengan rasa bakso Mawardi, di sini mungkin karena baru, saya belum mendapatkan rasa yang saya suka. Meski begitu, pilihan tambahan makanan bisa menjadi nilai tersendiri. Harus ditambah sih, kalau nggak bisa nggak berasa makanannya. Tahu-tahu sudah habis karena porsinya yang tidak besar.
Lokasi dan tempat duduk yang digunakan sangat menarik. Bila bosan ke SS, tempat ini bisa jadi alternatif makan siang yang tidak begitu berat. Coba menu es yang seperti gambar di atas, enak banget (efek siang hari).
Parkirannya luas, dan lumayan. Selain tempat duduk yang ada di gambar, ada juga teras rumah yang dapat digunakan buat makan siang. Kesan kesini, makan ringan dan kantong sedang. Selamat mencoba.
Alamat
Bakso So'un dan Mie Ayam Sompok
Jalan Sompok Semarang (dekat Warung Spesial Sambel)
Nama Eko Mie mungkin masih terasa asing bagi sebagian telinga. Namun, momen Ramadan di Semarang tahun ini memberikan cara unik bagi kami untuk mengenal lebih dekat merek yang ternyata masih satu keluarga dengan Wings Food ini. Sebuah langkah pemasaran yang menarik, apalagi kami beruntung bisa mencicipinya langsung setelah sempat dibayangi rasa khawatir tidak kebagian. Setelah sebelumnya kami mengulas pengalaman mencicipi Coco Latte di akhir Maret lalu, kali ini kami kembali membawa cerita dari merek lain, namun dalam wujud makanan. Tak menyangka, momen Ramadan kali ini menyimpan banyak cerita menarik untuk dibagikan di blog. Awalnya, kami tidak menyadari bahwa tenda besar yang berdiri kokoh di halaman parkir depan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah area promo Eko Mie. Tenda tersebut disiapkan khusus untuk membagikan hidangan secara cuma-cuma kepada para jamaah yang hadir. Usut punya usut, Eko Mie ini ternyata masih saudara kandung dengan Mie Sedaap, namun tampil lebih low profile...
Kami tidak menyangka rumah tua yang berdiri anggun di Jalan Ahmad Yani ini mendadak kembali bersolek. Setelah sebelumnya sempat digunakan untuk bisnis kuliner dan kemudian tutup, bangunan ini mulai menunjukkan tanda-tanda renovasi sejak Februari 2026. Siapa sangka, bangunan ikonik ini kini bertransformasi menjadi tempat ngopi dari merek lokal yang sudah mendunia. Resmi dibuka pada pertengahan Maret kemarin, kehadiran simbol hati merah besar di atas fasad putihnya seolah membawa optimisme baru. Simbol khas Kopi Kenangan - Ahmad Yani Semarang ini seakan menegaskan bahwa tempat ngopi baru tersebut siap mengukir cerita yang berbeda dari pendahulunya, apalagi dengan lokasinya yang sangat strategis—hanya selemparan batu dari Simpang Lima yang merupakan jantung Kota Semarang. Peta Persaingan di Jalur Segitiga Emas Jalan Ahmad Yani sebenarnya bukan tanpa kedai kopi. Jalur ini sudah lebih dulu dihuni oleh nama-nama besar dengan reputasi kuat seperti Antarakata Coffee dan Eastman Coffee House. B...
Ada pemandangan menarik usai kami berkeliling Simpang Lima saat kawasan ini kembali memberlakukan Car Free Day (CFD) . Sebuah poster film raksasa membentang di tengah jalan, terpasang gagah di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Saat itu, kami belum merasakan apa-apa, meski judulnya belakangan memicu kontroversi hebat. Yang justru terlintas di pikiran kami adalah: seberapa besar alokasi dana promosi yang digelontorkan rumah produksi untuk film ini? Sebagai blogger yang cukup akrab dengan gaya promosi film Tanah Air—apalagi kami juga mengelola kanal khusus film Indonesia—insting kami langsung bekerja. Kami sempat berandai-andai, coba saja Rollink Action (pihak produksi) melirik kami melalui jejaring Kofindo untuk menyisihkan sedikit porsi promosinya. Kekuatan narasi lokal yang kami bangun di Semarang sebenarnya bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka untuk membangun keterikatan yang lebih dalam dengan calon penonton. Strategi "Shock Advertising" yang Berisiko Namun, hi...
Menjaga penampilan dan kesehatan kulit kini semakin mudah, apalagi di pusat Kota Semarang. Sejak tahun lalu, warga Semarang telah menyambut kehadiran Natasha Skin Clinic Center yang secara resmi membuka cabangnya di DP Mall Semarang . Halaman ini terinspirasi dari kerja sama yang baru saja kami lakukan. Jadi, ini bukan karena undangan liputan khusus seperti saat kami mengunjungi Cardea Semarang bulan Maret kemarin. Tulisan ini murni lahir dari ketulusan kami untuk mengulas fasilitas yang ada. Nama Natasha Skin Clinic sebenarnya sudah sangat familiar bagi kami, terutama karena beberapa kali pernah mengantar kerabat untuk perawatan. Namun, mengenai pembukaan cabang mereka di DP Mall, jujur saja kami baru mengetahuinya belakangan ini. Saat kami telusuri lebih lanjut, rupanya mereka sudah melakukan opening sejak 12 Juli 2025 . Ternyata sudah hampir satu tahun berjalan. Pembukaannya waktu itu terasa sangat spesial karena berbarengan dengan perayaan besar 30 Tahun Natasha Skincarenya Indo...
Kami tidak menyangka, resolusi tahun 2026 yang sejatinya ingin memiliki perangkat berspesifikasi 5G , justru berakhir dengan sebuah "downgrade paksa" . Kami harus kembali ke era di mana tombol home fisik masih berjaya dan ColorOS 3.0 dianggap sebagai standar kemewahan. Selamat datang di pengalaman baru kami bersama Oppo F1 Plus (X9009) . Ternyata, ada kisah yang jauh lebih menarik ketimbang sekadar angka spesifikasinya. Penasaran? Bulan Februari kemarin, kami resmi mempensiunkan Zenfone 5 yang sudah menemani perjalanan blog ini sejak tahun 2019. Ada perasaan dilematis saat berpindah merek dari ASUS ke OPPO—seolah ada rasa "berkhianat" kecil di dalam hati. Namun, kami sadar brand tentu tidak akan membaca ini dan merasa kasihan kepada kami. Apalagi faktanya, ASUS sendiri sudah tidak lagi fokus pada lini smartphone mainstream tahun ini. Mengenal Lebih Dekat Oppo F1 Plus (X9009) Di pasar internasional, perangkat ini sebenarnya dikenal sebagai Oppo R9 . Namun, saat me...
Comments
Post a Comment