Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Kawasan Sompok yang identik dengan tempat kuliner Waroeng Spesial Sambal menurut dotsemarang, kini punya pesaing baru. Meski begitu, jenis kulinernya sangat berbeda. Ada yang pernah nyoba?
Pagi hari saya melewati kawasan sompok untuk berolahraga. Dan ternyata kawasan ini punya tempat makan baru dengan mengandalkan menu bakso dan mie ayam.
Menariknya, tempat yang digunakan merupakan bangunan yang termasuk jadoel dan termasuk cagar budaya namun dikhususkan buat tempat tinggal.
Menurut dotsemarang, pengambilan lokasi ini sangat menguntungkan. Selain bangunannya unik, yang digunakan halaman, kawasan ini juga banyak pekerja disekitar. Saat dotsemarang kesini, lumayan banyak PNS yang makan siang.
Karena identik dengan bakso, tempat ini mencoba masuk ke segmen masyarakat kelas menengah kebawah atau kantong yang bersahabat. Harganya bisa dilihat di menu ini, semuanya sangat terjangkau.
Selain soal menu yang murah meriah, tempat yang digunakan semacam tenda namun kokoh ini, membuat siapa saja yang melintas mau mencoba. Saya sangat suka dengan konsep tempat kuliner seperti ini. Tidak terlihat mewah, dan orang-orang akan sangat penasaran untuk mencoba.
Menu
Karena siang hari dan perut masih terisi, menyantap bakso sepertinya pas banget. Karena baru pertama kali, pesannya sederhana dan apa adanya. Jadinya tidak kenyang dan nikmat, ternyata kalau mau pesan harus ada makanan tambahan. Tidak seperti biasanya yang isinya komplit.
Ini pesan bakso urat dan daging. Porsinya sedang sesuai kantong. Kalau mau nambah menu yang lain, tentu harus bayar.
Ini namanya kriuk-kriuk, seperti kripik. Sayang, baksonya sudah mau habis jadinya dinikmati seperti makan cemilan saja.
Selain minuman standar, mereka punya menu es seperti di atas. Namanya Es Selalu di Pesan atau (ES DP). Isinya kelapa muda, kolang-kaling, nangka, tape, roti, santan dengan berbagai pilihan sirup seperti gula pasir, sirup hijau, merah (sirup), dan putih (susu). Unik kan namanya, satu lagi yaitu es selalu dikenang atau ES DK. Harganya sama yaitu 9 ribu rupiah.
...
Kuliner ini katanya berasal dari Surabaya (mohon maaf bila salah) dan baru bulan Maret awal buka di sekitar Sompok. Kawasan yang ada SS dan Sri Ratunya.
Saya masih suka dengan rasa bakso Mawardi, di sini mungkin karena baru, saya belum mendapatkan rasa yang saya suka. Meski begitu, pilihan tambahan makanan bisa menjadi nilai tersendiri. Harus ditambah sih, kalau nggak bisa nggak berasa makanannya. Tahu-tahu sudah habis karena porsinya yang tidak besar.
Lokasi dan tempat duduk yang digunakan sangat menarik. Bila bosan ke SS, tempat ini bisa jadi alternatif makan siang yang tidak begitu berat. Coba menu es yang seperti gambar di atas, enak banget (efek siang hari).
Parkirannya luas, dan lumayan. Selain tempat duduk yang ada di gambar, ada juga teras rumah yang dapat digunakan buat makan siang. Kesan kesini, makan ringan dan kantong sedang. Selamat mencoba.
Alamat
Bakso So'un dan Mie Ayam Sompok
Jalan Sompok Semarang (dekat Warung Spesial Sambel)
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Bagi sebagian besar orang, laptop tipis dan ringan sering kali diidentikkan dengan barang ringkih yang harus diperlakukan super hati-hati. Tapi, pemandangan berbeda justru tersaji di acara ASUS Media Gathering Semarang kemarin. Pihak ASUS Indonesia langsung mematahkan stigma tersebut lewat sebuah eksperimen ekstrem yang sukses membuat para blogger dan jurnalis di ruangan menahan napas. Targetnya adalah ASUS ExpertBook Ultra , sebuah laptop bisnis premium yang tebalnya cuma sekitar 1 sentimeter dengan bobot di bawah 1 kilogram. Di atas meja, laptop dalam kondisi tertutup ini mulai ditumpuk lempengan besi barbel. Tidak main-main, angkanya merangkak naik dari 10 kg, 30 kg, 50 kg, hingga menyentuh angka 100 kilogram! Ruangan sempat riuh, bahkan ada celetukan miris karena khawatir bodi laptopnya akan langsung melengkung atau layarnya retak menjadi serpihan. Namun, momen magis terjadi saat barbel diturunkan satu per satu dan laptop perlahan dibuka. Clack! Layar laptop langsung menyala nor...
Comments
Post a Comment