Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

[Review] Karnaval seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh


Tanggal 27 Maret 2016, digelar arak-arakan yang bertema 'Karnaval Seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh’. Karnaval ini berlangsung dari Kota Lama menuju Balaikota. 

Minggu siang, matahari begitu terik sekali hari itu. Masyarakat sudah berkumpul di Kota Lama. Untuk masuk ke kawasan ini pun sudah agak sulit. Ruas jalan utama banyak yang ditutup polisi.

Gedung Spigel pun menjadi titik dimana Ogoh-ogoh dan peserta karnaval menunggu aba-aba ketika Walikota Semarang hadir. Bukan lokasi ini yang menjadi sambutan kehadiran beliau, namun panggung kecil sudah ada di sekitaran Gereja Blenduk.

Saat beberapa pihak memulai sambutan-sambutan, ada perwakilan kementrian Pariwisata juga, acara diharapkan menjadi daya tarik Semarang untuk menggaet wisatawan baik lokal maupun luar.

Lagi-lagi mendengarkan promosi wisata. Semarang memang selalu punya banyak cara, tentunya Karnaval dan Ogoh-ogoh ini.



Lintas agama dan budaya

Karnaval pun dimulai sekitar jam 3 an sore. Setiap melewati panggung kecil dimana hadir Walikota, dipertunjukkan atraksi dari peserta. Sebelumnya, para penari membuka acara yang berhasil menarik perhatian para jurnalis dan netizen dengan kameranya.



Dilihat dari rentang waktu dari awal hingga selesai (perjalanan menuju Balaikota), peserta karnaval memang tidak begitu banyak. Keberagaman menjadi catatan yang bisa terlihat dari peserta dengan kustom yang digunakan.

Ya, hanya itu yang saya ikuti dari acara ini meski acara belum selesai. Saya sengaja tidak mengikuti hingga ke Balaikota. Mungkin ceritanya beda, tapi secara garis besar seperti ini suasananya.

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

🍜 Mencicipi Eko Mie di Masjid Agung Jawa Tengah, Strategi Jemput Bola yang Mewah

☕ Kopi Kenangan Ahmad Yani: Penantang Baru di Jalur Strategis Semarang

🎬 Di Balik Kontroversi Billboard Raksasa Film "Aku Harus MATI" di Kota Semarang

✨ Natasha Skin Clinic Center Buka di DP Mall Semarang

📱 [Review] Oppo F1 Plus (X9009): Hape OPPO Pertama Kami Setelah Zenfone 5 Pensiun