📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026
Bulan Juni lalu, kami sempat hadir di acara launching laptop bisnis ASUS ExpertBook yang digelar di ibis Styles Semarang Simpang Lima. Rencananya, kami ingin datang mengayuh sepeda lipat ke lokasi. Namun, karena khawatir terlambat mengejar jadwal acara, rencana tersebut batal terlaksana.
Meski datang tanpa gowes, rasa penasaran tetap muncul: apakah hotel bintang 3 dengan lokasi yang sangat strategis di jantung Simpang Lima ini punya fasilitas parkir khusus sepeda?
Selasa siang (23/6/2026), momen ASUS Gathering Semarang tersebut akhirnya kami manfaatkan untuk menanyakan langsung perihal aksesibilitas sepeda ini
Kebanyakan pengelola mengarahkan sepeda untuk parkir gabung di area basement bersama kendaraan roda dua dan roda empat lainnya. Padahal, bayangan ideal kami sederhana: ada sudut kecil area parkir khusus sepeda di dekat lobi atau pintu masuk utama gedung, seperti yang bisa ditemui di Masjid Agung Semarang (Kauman).
Sebagai pengguna sepeda yang sudah belasan tahun mengandalkan si roda dua untuk mobilitas harian di Kota Semarang, naluri kami langsung bergerak saat berada di lobi hotel usai acara.
Setelah menunggu sejenak karena staf sedang melayani tamu lain, giliran kami yang dilayani
"Mas, apakah di sini ada fasilitas parkir khusus sepeda?"
Staf resepsionis merespons pertanyaan kami dengan sangat ramah
Jika ada tamu atau pengunjung yang membawa sepeda, opsinya diarahkan ke area basement di bawah bangunan, bergabung dengan tempat parkir kendaraan bermotor pada umumnya.
Mendengar arahan ke area basement, ingatan kami langsung melayang ke riwayat memori masa lalu bangunan ini. Sebelum bersolek menjadi hotel bintang 3 berstandar internasional di bawah jaringan AccorHotels, gedung yang berdiri di salah satu sudut terramai Simpang Lima ini memang punya sejarah panjang.
Masyarakat Kota Semarang tentu masih ingat, area gedung ini dulunya pernah menjadi bagian dari kawasan komersial Ramayana Prime. Tempat ini juga sempat diisi tenant besar seperti Informa, bahkan di lantai atasnya dulu pernah difungsikan sebagai arena hiburan bilyar.
Melihat riwayat alih fungsi bangunan (adaptive reuse) dari pusat perbelanjaan lama menjadi hotel modern, wajar rasanya jika tata ruang parkirnya masih membawa warisan arsitektur masa lalu—yang mayoritas hanya memprioritaskan ruang bagi mobil dan sepeda motor.
Namun bagi pengayuh pedal, opsi memarkir sepeda yang digabung di basement umum tentu terasa kurang ideal. Mulai dari faktor keamanan, posisi yang agak terpojok, hingga kepraktisan akses keluar-masuk gedung.
Momen interaksi singkat di meja resepsionis ibis Styles Simpang Lima siang itu menyisakan satu catatan reflektif yang menarik untuk dicermati bersama.
Kenapa hotel-hotel di Kota Semarang—khususnya yang berbintang dan berlokasi super strategis di pusat kota—masih enggan menyediakan fasilitas parkir khusus sepeda?
Sebuah pertanyaan yang sengaja kami lempar ke permukaan. Sambil menebak-nebak alasannya: apakah memang karena tidak ada konsumen atau tamu hotel yang membawa sepeda?
Atau jangan-jangan justru sebaliknya, para pesepeda yang enggan berkunjung, kumpul-kumpul, atau menginap di hotel karena fasilitas dasarnya belum memadai? Sebuah pekerjaan rumah kecil bagi industri perhotelan dan pariwisata di Semarang agar mulai melirik tren micro-mobility serta ruang publik yang lebih ramah bagi pengguna sepeda.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment