📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026
Beberapa tahun belakangan, spanduk atau penanda perayaan Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) di kawasan Pecinan Semarang mungkin sudah bukan hal yang asing lagi. Namun, ada yang terasa jauh berbeda pada gelaran tahun 2026 yang berlangsung 23–27 September ini
Bulan September di Kota Semarang kali ini terasa begitu padat dan semarak. Baru saja selesai menjadi tuan rumah MTQ Nasional dan menutup gelaran Festival Kota Lama, menjelang akhir bulan kota ini kembali ditutup dengan perhelatan yang tak kalah akbar. Dari nuansa Islami, vibes ala kolonial, hingga kini tradisi Tionghoa. Sebuah potret akulturasi budaya yang sangat luar biasa di ibu kota Jawa Tengah.
Jika Festival Kota Lama terasa sangat ramai di area panggung utama namun cenderung senyap dari sisi visual branding di lorong-lorongnya, Mooncake Festival 2026 justru menyuguhkan hal sebaliknya. Sayangnya, jadwal pembukaan acara yang berbarengan dengan agenda rutin kami bermain bola membuat kami tidak bisa merasakan atmosfer malam pembukaan secara langsung.
Lantaran penasaran melihat riuhnya unggahan yang berlalu-lalang di media sosial seperti Instagram dan Threads, Jumat sore (25/9) atau pada hari ketiga acara, kami menyempatkan diri mampir melintasi kawasan Pecinan Semarang. Kebetulan hari itu juga bertepatan dengan agenda prosesi kirab budaya.
Mata kami benar-benar dimanjakan saat tiba di titik lokasi utama, Klenteng Tay Kak Sie. Penataan dekorasi dan visual branding offline-nya dikonsep sangat matang, terasa kental, dan menghadirkan atmosfer khas Pecinan yang hidup.
Bukan tanpa alasan kemeriahan tahun ini terasa jauh lebih menonjol dibanding edisi-edisi sebelumnya. Perhelatan Mooncake Festival 2026 kini telah resmi masuk ke dalam jajaran kalender agenda pariwisata Kota Semarang.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi kawasan Pecinan—yang baru saja diresmikan sebagai Desa Wisata Krabat (Kranggan Hebat) Pecinan—sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan kuliner berbasis akulturasi yang hidup (living heritage).
Masuknya perayaan ini ke dalam agenda resmi kota menjadi catatan menarik tersendiri. Setiap bulan September, Kota Semarang dipastikan punya dua jangkar festival budaya masif sekaligus: Festival Kota Lama yang menonjolkan warisan era kolonial, serta Mooncake Festival yang merayakan kekayaan budaya Tionghoa-Nusantara.
Bagi yang ingin melihat rekam jejak maupun gambaran rangkaian acara yang berlangsung selama lima hari kemarin, berikut rekapitulasi agenda lengkapnya:
Rabu, 23 September 2026
Kamis, 24 September 2026
- Kelenteng Tay Kak Sie (Acara Pembukaan Resmi):
Jumat, 25 September 2026
Sabtu, 26 September 2026
- Gang Warung:
- Kelenteng Tay Kak Sie:
Minggu, 27 September 2026
...
Semoga di tahun-tahun mendatang perayaannya bisa dikemas sama besarnya—atau bahkan lebih meriah lagi. Transformasi perayaan tradisi komunal menjadi ajang publik yang rapi, terbuka, dan inklusif jelas menjadi amunisi segar bagi perkembangan pariwisata Kota Semarang.
Semoga konsistensi ruang budaya seperti di Desa Wisata Krabat Pecinan ini terus terjaga dan makin berkembang ke depannya.
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment