📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026
Festival Kota Lama (FKL) 2026 yang berlangsung pada 4–20 September lalu telah resmi usai. Seperti yang sempat kami ulas sebelumnya mengenai suasana Kota Lama di pagi menjelang siang yang terkesan 'hampa' dari ornamen visual khas festival, penanda fisik FKL memang terbilang minim di koridor-koridor utama. Pengunjung yang melintas di siang hari hampir tidak merasakan atmosfer bahwa di kawasan cagar budaya ini sedang digelar hajatan tahunan berskala besar.
Namun, ada satu titik "pengecualian" yang cukup menyita perhatian kami, yakni di area lahan parkir Metro Point, tepat di depan Polsek Kawasan Pelabuhan/Kota Lama. Di titik inilah, atmosfer festival baru terasa hidup secara fisik berkat keberadaan dua instalasi gerbang yang berdiri berdampingan:
Gerbang Utama Pasar Malam Sentiling dengan ornamen lengkungnya yang khas serta deretan tent sponsor di dalam area.
Gapura "Gebyar Pasar Malam Berkah Ria 08" yang menjadi pintu masuk menuju arena permainan rakyat dengan latar bianglala dan kora-kora yang menjulang tinggi.
Di tengah minimnya branding fisik FKL di sepanjang Jalan Letjen Suprapto pada siang hari, keberadaan dua gerbang di Metro Point ini seolah menjadi "penyelamat" navigasi visual.
Bagi pengunjung yang melintas sebelum waktu puncak acara di malam hari, dua instalasi ini—ditambah kerangka bianglala Berkah Ria 08 yang menjulang—menjadi satu-satunya penanda kuat bahwa pusat aktivitas kuliner dan keramaian FKL dipusatkan di area tersebut.
Hadirnya Berkah Ria 08 di lokasi yang sama dengan Pasar Malam Sentiling memberikan warna tersendiri bagi ekosistem FKL tahun ini. Lahan parkir Metro Point yang biasanya berfungsi kaku sebagai kantong parkir kendaraan, mendadak berubah fungsi menjadi area rekreasi yang sangat dinamis.
Secara ekosistem ruang, ada pembagian fungsi yang saling melengkapi secara alami:
Pasar Sentiling berfokus menyajikan gravitasi kuliner dan stan promosi.
Berkah Ria 08 mengisi ruang rekreasi dengan deretan wahana permainan fisik khas pasar malam keliling.
Perpaduan ini menghadirkan nostalgia hiburan rakyat ala alun-alun yang dilebur ke dalam lanskap Kota Lama Semarang. Bagi pengunjung yang datang membawa keluarga atau anak-anak, opsi hiburannya jadi lebih beragam—setelah berburu kuliner di Sentiling, mereka bisa langsung bergeser beberapa langkah untuk naik wahana permainan.
Sepanjang sejarah penyelenggaraan FKL dari tahun ke tahun, langkah menggandeng atau hadirnya wahana pasar malam keliling seperti Berkah Ria 08 di area utama kuliner merupakan sebuah fenomena baru.
Kami belum memastikan apakah kehadiran Berkah Ria 08 ini merupakan bagian dari kurasi resmi panitia FKL 2026, atau sekadar bentuk kerja sama pemanfaatan lahan swasta di Metro Point yang momentumnya dipaskan dengan keramaian FKL.
Namun yang pasti, dari sudut pandang ekosistem acara, kolaborasi fisik ini berhasil memberi warna "sisi lain" yang segar sekaligus menghidupkan sudut Metro Point.
Kini, setelah FKL 2026 berakhir, menarik untuk ditunggu apakah wahana Berkah Ria 08 ini masih akan beroperasi beberapa hari ke depan di Metro Point, atau ikut berkemas seiring selesainya rangkaian festival.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment