Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Terpilih Kelola Jaringan 4G USO di Sumatera, Layanan 4G XL Axiata Meluas Hingga Mentawai, Nias, dan Natuna

Nias? Sepertinya kami memiliki banyak kenalan yang berasal dari Nias. Terutama mahasiswa yang berkuliah di Kota Semarang. Sebuah kehormatan bagi XL Axiata yang terpilih dan juga tentang komitmen XL Axiata memasuki usia ke-25 tahun.

Rilis yang datang 5 Oktober ini seharusnya jadi kabar gembira bagi wilayah yang disebut di halaman ini (lihat info grafis) karena, XL Axiata (PT XL Axiata Tbk) terpilih menjadi salah satu operator mitra kerja sama pemerintah dalam program penyediaan layanan seluler 4G di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Total ada 132 titik desa kategori 3T yang berada di tujuh provinsi yang akan dikelola XL Axiata melalui program USO. Semua titik tersebut berada di area yang benar-benar terpencil, bahkan sebagian besar berada di perbatasan wilayah NKRI dengan wilayah perairan internasional, seperti Mentawai, Nias, Anambas, hingga Natuna.

Tugas XL Axiata 

Menurut Direktur Teknologi & Chief Teknologi Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, dalam program ini, XL Axiata bertugas untuk mengintegrasikan infrastruktur jaringan 4G USO yang disediakan oleh BAKTI dengan jaringan core dan billing milik XL Axiata, termasuk memberikan layanan pelanggan secara end to end. 

Penetapan setiap titik lokasi ditetapkan oleh pemerintah. BAKTI sebagai penanggung jawab penyedia infrastruktur radio dan backhaul sampai ke titik point of integration dengan operator seluler.

Dari daftar titik-titik lokasi jaringan 4G USO yang akan dikelola oleh XL Axiata tersebut, beberapa di antaranya berada di Samudera Hindia seperti Mentawai (Sumatera Barat), Nias (Sumatera Utara), serta Pulau Banyak dan Pulau Aceh (Aceh). 

Lalu ada juga Natuna dan Anambas (Kepulauan Riau) yang jauh di Laut Cina Selatan. Selanjutnya di perairan Selat Malaka ada antara lain Pulau Jemur, Rupat Utama, dan Kepulauan Meranti yang masuk Provinsi Riau. 

Titik lainnya berada di desa-desa terpencil yang tersebar di Pelalawan (Riau), Singkil (Aceh), Bintan (Kepulauan Riau), Seluma (Bengkulu), dan Pesisir Barat (Lampung).

“Semua jaringan yang dibangun dalam program ini merupakan jaringan 4G dan akan menggunakan koneksi vsat dan terestrial. Semua aspek teknis pembangunan infrastruktur jaringan radio dan transport sampai ke titik interkoneksi dengan operator, akan ditangani oleh BAKTI. 

Untuk operasionalnya, tentu kami perlu menunggu pembangunan infrastruktur ini selesai, sehingga dapat kami integrasikan dengan jaringan core, billing serta system layanan pelanggan kami. Informasi yang kami terima, pembangunan di sejumlah titik lokasi sudah akan dilaksanakan sebelum akhir tahun, selebihnya di tahun depan,” lanjut Gede.

Komitmen membangun jaringan 4G
 
Terpilihnya XL Axiata dalam tender pengelolaan jaringan 4G USO di Sumatera ini semakin memperkuat komitmen perseroan untuk turut membangun jaringan 4G ke daerah terpencil. 

Di luar program USO ini, XL Axiata juga sudah menegaskan komitmen kepada pemerintah untuk membangun jaringan 4G ke 861 desa terpencil. 

Selain itu, pada tender program USO sebelumnya, XL Axiata juga terpilih untuk mengelola ratusan titik desa terpencil yang tersebar di berbagai provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua dan Papua Barat. 
   
Manajemen XL Axiata berharap, keikutsertaan pihaknya dalam menyediakan jaringan 4G, baik melalui program USO maupun perluasan jaringan secara mandiri, akan mampu ikut menghapus kesenjangan akses internet di area-area terpencil di berbagai daerah. 

Dengan tersedianya layanan data pita lebar ini, semoga akan memacu roda perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, keberadaan layanan seluler 4G XL Axiata akan bisa menjembatani masyarakat sekitar dalam mengakses informasi yang setara dengan daerah lain.

...

Menurut pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) tersebut, program ini merupakan bagian dari realisasi jaringan 4G Universal Service Obligation (USO) yang dikoordinasi oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI). 

Bagi XL Axiata sendiri, partisipasi dalam program ini merupakan bagian dari komitmen XL Axiata memasuki usia 25 tahun dalam upaya “Membangun Indonesia Digital”.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang