Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

[#WorldMentalHealthDay] Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021

Tahun ini tema Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diusung adalah Mental Health in An Unequal World' atau 'Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua. 

Ini adalah kali pertama membahas Hari Mental Sedunia atau World Mental Health Day di blog. Biasanya nulis beginian saat ada kampanye dari Sembutopia. Tahun ini, mereka sudah tidak ada datang lagi.

Email linkedin

Salah satu alasan menulis ini karena ada email masuk dari linkedin yang intinya mengajak ikutan peringatan ini. Kami dianggap kontributor aktif di linkedin karena sering membagikan postingan blog di sana.

Ya, kaget juga secara biasanya email dari linkedin adalah tentang lowongan kerja. Di sana, email yang masuk kali ini adalah editor tim Linkedin News Asia bernama Yunia Ong. Dia mengundang dotsemarang untuk turut berpartisipasi.

Mungkin sebagian orang juga mendapatkannya. Kami hanya terlalu senang untuk email tersebut. Salam kenal miss Yunia.

Tema Hari Kesehatan Mental dunia 

Mengutip website detik.com, tema, yang sudah kami tulis di atas, dipilih karena masalah kesehatan jiwa merupakan masalah yang universal, yakni banyak dialami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Apalagi masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kasus depresi dan ansietas (kekhawatiran berlebihan) sangat meningkat. 

Generasi Z 

Berbicara tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia hari ini, kami ingin bercerita tentang generasi Z yang yang begitu rentan terkena depresi hingga anxiety. 

Beberapa orang yang kami kenal baik atau sekedar kenal lewat media sosial, beberapa kali kedapatan membagikan cerita mereka lewat media sosial tentang rasa frustasinya, yakni stres.

Entah apa yang terjadi, hingar bingarnya kehidupan mereka yang selalu dengan teknologi (internet) ternyata punya sisi lain yang mengkhawatirkan. Ya, mereka begitu mudahnya membagikan masalah stres mereka lewat media sosial.

Semua orang tentu memiliki masalahnya masing-masing, wajar. Namun buat kami, generasi Z seolah lebih parah ketika berbicara tentang masalah. Padahal umur mereka masih muda, pengalaman mereka belum banyak, tapi seolah dunia mau runtuh besok.

Karena penasaran, kami mencoba menghubungi seseorang yang aktivitas media sosialnya banyak berbicara tentang sisi psikologis. Cek akun Instagramnya di alamat @simple_reader.

Generasi Z yang sangat dekat dengan internet (media sosial), membuat mereka terpapar dengan informasi dengan mudah. 

Sayangnya, arus informasi yang diterima membuat kesenjangan antara perkembangan kognitif sama kematangan emosi. Bisa dikatakan dewasa sebelum pada waktunya, sehingga emosinya belum stabil.

Generasi Z melihat orang-orang sebagai kompetisi. Mau jadi ini, mau jadi itu, dan sebagainya. Tanpa sadar itu membuat lingkungannya lebih kompetitif yang akhirnya tekanannya juga besar.

Beberapa orang dari kalangan generasi Z mungkin berhasil, terkenal, kaya raya, dan pertanyaannya, lalu mau ngapain lagi?

Sebaliknya, yang tidak berhasil juga banyak. Saat sedang berusaha melakukan yang terbaik, masalah pribadi seperti hubungan dengan keluarga, pacar/pasangan dan lainnya menghampiri mereka.

Yang tidak siap karena sudah fokus di level atas, tanpa sadar memandang masalah begitu besar. yang akhirnya mereka dengan mudahnya mengatakan stress. Mental mereka mulai down.

Sangat panjang untuk membahas mereka, setidaknya kita tahu bahwa dibalik mereka yang sering up atau tampil, mereka membutuhkan kasih sayang, dukungan dan orang-orang baik yang merangkul. Bila kamu memiliki teman, rekan atau keluarga, cobalah memberi perhatian sejenak.

...

Lewat momen peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kita diajak untuk tetap tangguh. Memberikan keluwesan pada diri sendiri dengan tekad, esok harus lebih baik lagi.

Tidak lupa untuk memberi dukungan dan peduli terhadap orang-orang yang berharga sekitar kita. Terkadang terlihat baik dari luar, padahal dalam diri sedang tidak baik-baik saja. 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli