Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

[#WorldMentalHealthDay] Hari Kesehatan Mental Sedunia 2021

Tahun ini tema Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diusung adalah Mental Health in An Unequal World' atau 'Kesetaraan Dalam Kesehatan Jiwa Untuk Semua. 

Ini adalah kali pertama membahas Hari Mental Sedunia atau World Mental Health Day di blog. Biasanya nulis beginian saat ada kampanye dari Sembutopia. Tahun ini, mereka sudah tidak ada datang lagi.

Email linkedin

Salah satu alasan menulis ini karena ada email masuk dari linkedin yang intinya mengajak ikutan peringatan ini. Kami dianggap kontributor aktif di linkedin karena sering membagikan postingan blog di sana.

Ya, kaget juga secara biasanya email dari linkedin adalah tentang lowongan kerja. Di sana, email yang masuk kali ini adalah editor tim Linkedin News Asia bernama Yunia Ong. Dia mengundang dotsemarang untuk turut berpartisipasi.

Mungkin sebagian orang juga mendapatkannya. Kami hanya terlalu senang untuk email tersebut. Salam kenal miss Yunia.

Tema Hari Kesehatan Mental dunia 

Mengutip website detik.com, tema, yang sudah kami tulis di atas, dipilih karena masalah kesehatan jiwa merupakan masalah yang universal, yakni banyak dialami oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Apalagi masa pandemi Covid-19 sekarang ini, kasus depresi dan ansietas (kekhawatiran berlebihan) sangat meningkat. 

Generasi Z 

Berbicara tentang Hari Kesehatan Mental Sedunia hari ini, kami ingin bercerita tentang generasi Z yang yang begitu rentan terkena depresi hingga anxiety. 

Beberapa orang yang kami kenal baik atau sekedar kenal lewat media sosial, beberapa kali kedapatan membagikan cerita mereka lewat media sosial tentang rasa frustasinya, yakni stres.

Entah apa yang terjadi, hingar bingarnya kehidupan mereka yang selalu dengan teknologi (internet) ternyata punya sisi lain yang mengkhawatirkan. Ya, mereka begitu mudahnya membagikan masalah stres mereka lewat media sosial.

Semua orang tentu memiliki masalahnya masing-masing, wajar. Namun buat kami, generasi Z seolah lebih parah ketika berbicara tentang masalah. Padahal umur mereka masih muda, pengalaman mereka belum banyak, tapi seolah dunia mau runtuh besok.

Karena penasaran, kami mencoba menghubungi seseorang yang aktivitas media sosialnya banyak berbicara tentang sisi psikologis. Cek akun Instagramnya di alamat @simple_reader.

Generasi Z yang sangat dekat dengan internet (media sosial), membuat mereka terpapar dengan informasi dengan mudah. 

Sayangnya, arus informasi yang diterima membuat kesenjangan antara perkembangan kognitif sama kematangan emosi. Bisa dikatakan dewasa sebelum pada waktunya, sehingga emosinya belum stabil.

Generasi Z melihat orang-orang sebagai kompetisi. Mau jadi ini, mau jadi itu, dan sebagainya. Tanpa sadar itu membuat lingkungannya lebih kompetitif yang akhirnya tekanannya juga besar.

Beberapa orang dari kalangan generasi Z mungkin berhasil, terkenal, kaya raya, dan pertanyaannya, lalu mau ngapain lagi?

Sebaliknya, yang tidak berhasil juga banyak. Saat sedang berusaha melakukan yang terbaik, masalah pribadi seperti hubungan dengan keluarga, pacar/pasangan dan lainnya menghampiri mereka.

Yang tidak siap karena sudah fokus di level atas, tanpa sadar memandang masalah begitu besar. yang akhirnya mereka dengan mudahnya mengatakan stress. Mental mereka mulai down.

Sangat panjang untuk membahas mereka, setidaknya kita tahu bahwa dibalik mereka yang sering up atau tampil, mereka membutuhkan kasih sayang, dukungan dan orang-orang baik yang merangkul. Bila kamu memiliki teman, rekan atau keluarga, cobalah memberi perhatian sejenak.

...

Lewat momen peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kita diajak untuk tetap tangguh. Memberikan keluwesan pada diri sendiri dengan tekad, esok harus lebih baik lagi.

Tidak lupa untuk memberi dukungan dan peduli terhadap orang-orang yang berharga sekitar kita. Terkadang terlihat baik dari luar, padahal dalam diri sedang tidak baik-baik saja. 

Semoga artikel ini bermanfaat.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📍 Cardea Semarang Resmi Buka di Jangli, Hadirkan Konsep Physio-Pilates Pertama

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

👩‍💻 Hari Perempuan Sedunia 2026: Kabar Galau Gandjel Rel dan Estafet Semangat di SDK Semarang

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026