Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Ketika Minimarket Jadi Tolak Ukur Kemajuan Suatu Kawasan (wilayah dalam kota)

Kami mengamati sepanjang jalan di daerah kami, minimarket tumbuh subur. Mungkin ada sekitar 10 minimarket dan mudah ditebak, apa saja brand-nya yang terlihat. Apakah ini jadi tolak ukur ?

Pagi hari, kami sudah melenggang pergi dengan kecepatan kurang dari 10 km/jam. Eh maksudnya bersepeda santai. Tiba-tiba saja terbelesit dalam pikiran, mengapa di daerah ini sangat banyak minimarketnya.

Bukan saja minimarket, versi yang lebih besarnya juga ada. Apakah daerah sini begitu ramai? Kepikiran dengan kawasan Tlogosari yang selalu jadi rekomendasi sebagai salah satu kawasan paling ramai di Kota Semarang, khususnya Semarang bawah.

Bila ada kawasan lain, mungkin main kami yang kurang jauh. Maafkan.

Tolak ukur?

Buat apa banyak minimarket sebenarnya kalau dipikir lagi. Tapi kehadiran mereka (minimarket) yang banyak ini tentu seperti istilah 'ada gula, pasti ada semut'.

Tidak mungkin minimarket ada kalau tidak ada pelanggan, bukan. Meski dalam satu kawasan, ada lebih banyak minimarket yang bertebaran.

Udara pagi yang masih segar membuat pikiran kami (opini) terus terbang, membayangkan sesuatu yang tak pernah dipikirkan. Apakah minimarket yang banyak ini jadi tolak ukur ?

Mungkin iya, mungkin tidak. Setiap orang pasti punya pikiran yang berbeda. Namun pikiran kami mengatakan bahwa benar atau iya, ini adalah tolak ukur kemajuan suatu wilayah (kawasan).

Bagaimana bisa orang datang ke semua minimarket bila jumlah masyarakatnya sedikit? Tentu populasinya di sekitar sangat banyak.

Bisa dilihat juga dampaknya pada bisnis-bisnis lain yang juga tumbuh. Seperti kuliner, warung makan/tempat makan, bisnis pulsa, laundry hingga penginapan.

...

Bagaimana menurutmu? Atau mau menebak di mana wilayah atau kawasan yang kami maksud ini? Cukup banyak sebenarnya, dan tanpa sadar kami sudah dekat dengan tempat tinggal kami. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT