Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Semarang Thal Cake Gelar Pre-Launching, Ngundang Bloger Hingga Komunitas Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Semarang Thal Cake yang beralamat di jalan Sriwijaya No.4 ini menambah daftar tren oleh-oleh kekinian yang sedang menarik dilakukan para artis saat ini. Menarik kiat strategi yang dilakukan Ruben Onsu sebagai owner untuk memperkenalkan bisnisnya ini di Semarang. Penasaran?
Bertempat di lokasi Semarang Thal Cake, Sabtu pagi (15/7), kami turut hadir di acara Pre-Launching yang turut dihadiri pemiliknya, Ruben Onsu. Selain kami, ada beberapa bloger dan komunitas Semarang juga yang diundang untuk hadir, seperti Gandjel Rel, Kompakers, Hijabers, dan Foodgram.
Alasan Ruben memilih Semarang sebagai kota pertama
Kami masih ingat pada November 2015, Semarang ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan wisata kuliner unggulan di Indonesia oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam acara Dialog Gastronomi Nasional dan Peluncuran Destinasi Wisata Kuliner - Indonesia Spice Up The World. Ulasannya bisa kamu lihat di sini.
Semarang dianggap sudah memiliki standar kelayakan: produk dan daya tarik utama, pengemasan produk dan event, kelayakan pelayanan, kelayakan lingkungan, kelayakan bisnis, dan peranan pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata kuliner. Maka kami tak heran, geliat kuliner di kota kami ini sangat menarik bagi banyak orang untuk berbisnis, seperti yang dilakukan Semarang Thal Cake ini salah satunya.
Tapi bila ditanya alasan khusus Ruben mengapa memilih Semarang memulai bisnisnya, itu karena cinta katanya dihadapan para undangan yang hadir saat itu. Dan pemilihan nama Thal ini sendiri terinspirasi dari nama anak mereka, Thalia Putri Onsu.
Mengundang bloger, Foodgram hingga komunitas Semarang
Eksistensi Foodgram beberapa tahun belakangan di kota Semarang memang juga sangat menarik. Keberadaannya semakin diakui para pemilik bisnis kuliner. Bila tiap acara seperti launching tempat kami sudah terbiasa dengan sesama rekan bloger, maka sekarang kehadiran foodgram semakin ramai saja. Kedepan, keberadaan mereka akan sering banyak dijumpai.
Selain bloger dan Foodgram Semarang (pemilik akun Instagram kuliner), Semarang Thal Cake juga turut mengundang Kompakers dan Hijabers Semarang. Untuk nama Kompakers sendiri, nama ini masih sangat asing ditelinga kami. Anggota Kompakers merupakan wanita semua, dan kehadiran mereka mewakiliki komunitas fotografi yang ternyata eksis di Instagram. Menarik juga.
Jadi sebagian besar undangan yang hadir kali ini kebanyakan adalah wanita dan semua aktif di media sosial. Upaya yang dilakukan marketing Thal Cake ini patut menjadi contoh, terutama strategi mereka lewat media sosial.
Varian rasa dari Semarang Thal Cake
Ini bagian paling menariknya dalam sebuah event launching yaitu, para undangan langsung mencicipi langsung menu-menu dari Semarang Thal Cake yang tersedia dengan berbagai varian seperti Cheese, Banana, Greentea, Chocomaltine dan Strawberry.
Kami sendiri mencicipi Cheese Banana dan Cokelat. Dan langsung Ruben sendiri yang memberikan yang kali ini datang ke Semarang bersama Istri dan Bibie Nonie serta Papham.
Pemanasan sebelum launching secara resmi
Launching pembukaan Semarang Thal Cake secara resminya akan dilakukan akhir bulan Juli ini, atau tepatnya tanggal 28-30 Juli 2017. Strategi seperti ini memang sering dilakukan pemilik bisnis. Yah, kami beruntung bisa hadir di acara Pre Launchnya.
Alamat Semarang Thal Cake
Untuk kamu yang mau ke sini, alamatnya berada di jalan Sriwijaya No.4 Tegalsari, Semarang. Dekat Pombensin atau ancer-ancernya dekat Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang. Akun Instagram - Semarangthalcake.
...
Semakin banyaknya artis merambah bisnis oleh kekinian, tanpa sadar ini semacam latah juga. Tapi pemilik Semarang Thal Cake, Ruben Onsu, bisnisnya kurang tepat dikatakan oleh-oleh kekinian. Ia berharap hanya untuk menambah varian kuliner saja.
Soal kedepan bagaimana ini akan menjadi franchise, Ruben masih hanya fokus saat ini di Semarang. Jadi sementara waktu belum ingin membuka di kota-kota lain. Kecuali untuk reseller dalam kota, ini masih bisa asal sesuai komitmen.
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Awal Juni kemarin, lini masa media sosial mendadak riuh. Isinya seragam: potongan video pendek para kreator yang sedang membolak-balik, menekuk, bahkan mencopot keyboard sebuah laptop misterius. Usut punya usut, keriuhan itu bersumber dari ribuan kilometer di seberang sana, tepatnya dari ajang Computex 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX) , Taiwan. Memantau kemeriahan festival teknologi terbesar di Asia lewat layar kaca ternyata tidak mengurangi rasa takjub. Apalagi begitu melihat megahnya booth Republic of Gamers (ROG) yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan instalasi raksasa bertuliskan "20th Anniversary" . Di bawah pilar utama mereka— Innovate, Perform, Dominate —perhatian kami langsung tertambat pada satu perangkat monster yang menjadi bintang pameran: ASUS ROG Zephyrus Duo (2026) GX651 . Sebenarnya, jika ditelusuri mundur lewat cuitan akun X resmi seperti ROG Japan, tanda-tanda kehadiran laptop ini sud...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Hari Minggu kemarin, 7 Juni , saat sedang menikmati suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima, ada satu pemandangan yang menarik perhatian kami di dekat Kantor Gubernur Jawa Tengah. Sebuah panggung kecil berdiri dengan latar belakang spanduk ungu mencolok bertuliskan "Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026" . Bagi sebagian besar warga yang datang ke CFD, tujuannya mungkin murni untuk berolahraga, berburu kuliner, atau sekadar jalan-jalan pagi. Namun, kehadiran panggung sosialisasi ini membawa pesan penting yang sebentar lagi akan mengikat para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Jemput Bola di Tengah Keramaian CFD Acara yang berlangsung ini tampaknya memang sengaja dirancang dengan konsep outdoor dan memanfaatkan momentum keramaian massa. Meski areanya tidak terlalu besar—bisa dibilang cukup minimalis untuk ukuran sosialisasi program nasional—panitia terlihat sudah bersiap dengan rapi. Di depan panggung, jajaran kursi putih dengan pita ungu tertata...
Comments
Post a Comment