Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Semarang Thal Cake Gelar Pre-Launching, Ngundang Bloger Hingga Komunitas Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Semarang Thal Cake yang beralamat di jalan Sriwijaya No.4 ini menambah daftar tren oleh-oleh kekinian yang sedang menarik dilakukan para artis saat ini. Menarik kiat strategi yang dilakukan Ruben Onsu sebagai owner untuk memperkenalkan bisnisnya ini di Semarang. Penasaran?
Bertempat di lokasi Semarang Thal Cake, Sabtu pagi (15/7), kami turut hadir di acara Pre-Launching yang turut dihadiri pemiliknya, Ruben Onsu. Selain kami, ada beberapa bloger dan komunitas Semarang juga yang diundang untuk hadir, seperti Gandjel Rel, Kompakers, Hijabers, dan Foodgram.
Alasan Ruben memilih Semarang sebagai kota pertama
Kami masih ingat pada November 2015, Semarang ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan wisata kuliner unggulan di Indonesia oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya, dalam acara Dialog Gastronomi Nasional dan Peluncuran Destinasi Wisata Kuliner - Indonesia Spice Up The World. Ulasannya bisa kamu lihat di sini.
Semarang dianggap sudah memiliki standar kelayakan: produk dan daya tarik utama, pengemasan produk dan event, kelayakan pelayanan, kelayakan lingkungan, kelayakan bisnis, dan peranan pemerintah dalam pengembangan destinasi wisata kuliner. Maka kami tak heran, geliat kuliner di kota kami ini sangat menarik bagi banyak orang untuk berbisnis, seperti yang dilakukan Semarang Thal Cake ini salah satunya.
Tapi bila ditanya alasan khusus Ruben mengapa memilih Semarang memulai bisnisnya, itu karena cinta katanya dihadapan para undangan yang hadir saat itu. Dan pemilihan nama Thal ini sendiri terinspirasi dari nama anak mereka, Thalia Putri Onsu.
Mengundang bloger, Foodgram hingga komunitas Semarang
Eksistensi Foodgram beberapa tahun belakangan di kota Semarang memang juga sangat menarik. Keberadaannya semakin diakui para pemilik bisnis kuliner. Bila tiap acara seperti launching tempat kami sudah terbiasa dengan sesama rekan bloger, maka sekarang kehadiran foodgram semakin ramai saja. Kedepan, keberadaan mereka akan sering banyak dijumpai.
Selain bloger dan Foodgram Semarang (pemilik akun Instagram kuliner), Semarang Thal Cake juga turut mengundang Kompakers dan Hijabers Semarang. Untuk nama Kompakers sendiri, nama ini masih sangat asing ditelinga kami. Anggota Kompakers merupakan wanita semua, dan kehadiran mereka mewakiliki komunitas fotografi yang ternyata eksis di Instagram. Menarik juga.
Jadi sebagian besar undangan yang hadir kali ini kebanyakan adalah wanita dan semua aktif di media sosial. Upaya yang dilakukan marketing Thal Cake ini patut menjadi contoh, terutama strategi mereka lewat media sosial.
Varian rasa dari Semarang Thal Cake
Ini bagian paling menariknya dalam sebuah event launching yaitu, para undangan langsung mencicipi langsung menu-menu dari Semarang Thal Cake yang tersedia dengan berbagai varian seperti Cheese, Banana, Greentea, Chocomaltine dan Strawberry.
Kami sendiri mencicipi Cheese Banana dan Cokelat. Dan langsung Ruben sendiri yang memberikan yang kali ini datang ke Semarang bersama Istri dan Bibie Nonie serta Papham.
Pemanasan sebelum launching secara resmi
Launching pembukaan Semarang Thal Cake secara resminya akan dilakukan akhir bulan Juli ini, atau tepatnya tanggal 28-30 Juli 2017. Strategi seperti ini memang sering dilakukan pemilik bisnis. Yah, kami beruntung bisa hadir di acara Pre Launchnya.
Alamat Semarang Thal Cake
Untuk kamu yang mau ke sini, alamatnya berada di jalan Sriwijaya No.4 Tegalsari, Semarang. Dekat Pombensin atau ancer-ancernya dekat Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang. Akun Instagram - Semarangthalcake.
...
Semakin banyaknya artis merambah bisnis oleh kekinian, tanpa sadar ini semacam latah juga. Tapi pemilik Semarang Thal Cake, Ruben Onsu, bisnisnya kurang tepat dikatakan oleh-oleh kekinian. Ia berharap hanya untuk menambah varian kuliner saja.
Soal kedepan bagaimana ini akan menjadi franchise, Ruben masih hanya fokus saat ini di Semarang. Jadi sementara waktu belum ingin membuka di kota-kota lain. Kecuali untuk reseller dalam kota, ini masih bisa asal sesuai komitmen.
Saat menggulir linimasa Threads , kami tertarik dengan sebuah unggahan yang menyoroti tren kekinian pada tempat-tempat baru di Kota Semarang, seperti coffee shop atau restoran. Apa yang disampaikan terasa menarik, karena dari sekian banyak sudut pandang yang kami temui, pemikiran akun ini cukup berbeda. Rasa penasaran membawa kami menelusuri tanggapan pengguna lainnya, dan inilah hasilnya. Adalah akun @dharmaputpra yang mengunggah sebuah utas pada Rabu, 11 Maret 2026. Dalam postingannya, ia menuliskan sebuah realita yang cukup tajam: "Sekarang Coffee Shop/Restoran baru buka di Semarang sudah nggak perlu KOL untuk promosi. Mereka baru buka 1-2 hari sudah jadi bahan rebutan content creator buat bahan media sosialnya." Membaca kolom komentar di utas tersebut, kami menemukan validasi dari para pelakunya langsung. Beberapa kreator justru merasa apa yang mereka kerjakan bukanlah sebuah "pekerjaan", melainkan cara untuk bersenang-senang. Era Mandiri: Bayaran dalam Bentuk...
Kami tidak menyangka bisa menikmati segelas kopi khas ala Turki ini secara langsung di Semarang. Biasanya, pemandangan unik ini hanya bisa kami saksikan melalui layar media sosial atau video pendek yang berseliweran di timeline . Namun, tambahan topping kurma di atasnya membawa cita rasa yang benar-benar di luar ekspektasi. Pengalaman ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kami ke Hotel Horison Nindya Semarang pada pertengahan Februari kemarin. Pihak hotel mengundang kami untuk mencicipi paket menu buka puasa yang mereka siapkan sebagai sajian spesial menyambut bulan Ramadan tahun ini. Sebagai penikmat kopi—meski bukan level fanatik—apa yang dihadirkan Horison Nindya tentu memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pengunjung. Kapan lagi bisa melihat atraksi panci kecil yang digeser-geser secara ritmis di atas pasir panas? Uapnya mengepul pelan, menebarkan aroma kopi yang sangat kuat, pekat, dan berkarakter. Setelah proses seduh dirasa matang, karyawan yang bertugas menawark...
Salah satu hal yang paling kami sukai dari acara grand opening adalah sesi tur ruangan. Meski tidak bersifat eksklusif karena dilakukan bersama rombongan peserta lari, momen ini memberikan gambaran nyata tentang apa yang ditawarkan Cardea Semarang . Kami pun sempat mengabadikan suasananya melalui video yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda yang berencana berkunjung. Fasilitas Modern dengan Sentuhan Homey Setelah melewati area lobi di lantai satu yang fungsional, kami beranjak ke lantai dua. Untuk aksesnya, pengunjung bisa memilih menggunakan tangga atau fasilitas lift . Dari sini, sisi modernitas bangunan Cardea makin terasa—tidak hanya cantik dari luar, tapi juga dipikirkan secara matang di sisi interiornya. Sebelum memasuki area utama, terdapat fasilitas loker dan toilet yang bersih dan terawat. Memasuki ruangannya, suasana homey langsung terasa namun tetap mengedepankan fungsi. Perpaduan lantai kayu dan pencahayaan lampu LED yang memanjang di langit-langit memberikan kesan luas...
Tahun 2026 rupanya membawa persaingan operator seluler ke level yang cukup mencengangkan. Jika dulu kita merasa 10 GB masa aktif 3 hari sudah cukup besar, kini trennya bergeser ke angka yang lebih masif. Kami baru saja memantau aplikasi Bima+ milik Tri, dan jujur saja, daftar paket yang ditawarkan cukup membuat dahi berkerit. Bayangkan saja, ada pilihan 20 GB seharga 20 ribu untuk 3 hari , 30 GB seharga 30 ribu untuk 5 hari , hingga yang paling ekstrem: 75 GB seharga 50 ribu dengan masa aktif hanya 7 hari . Angka-angka ini memicu pertanyaan kritis bagi kami; apakah ini benar-benar inovasi yang memihak konsumen, atau sekadar strategi untuk menguras kuota dalam waktu singkat? Strategi "Hajatan" Data dalam Waktu Singkat Kami harus mengakui bahwa angka 75 GB dengan harga 50 ribu Rupiah adalah penawaran yang secara matematis sangat murah. Per gigabyte-nya tidak sampai seribu Rupiah. Namun, yang menjadi ganjalan adalah masa aktifnya yang hanya satu minggu. Bagi pengguna rumahan ata...
Alasan kuat mengapa kami setiap tahun selalu menyempatkan diri berbuka puasa di Masjid Layur (Masjid Menara) adalah ritual Kopi Arab -nya yang melegenda. Sensasi ikonik ini setara dengan bubur India di Masjid Pekojan; sebuah tradisi yang seolah menjadi menu wajib saat Ramadan di Semarang. Selain cita rasanya, suasana di dalam masjid ini memang selalu membuat candu. Rasa lelah mengayuh sepeda dari kediaman kami yang lumayan jauh seketika luruh begitu ban sepeda menyentuh area parkir masjid di kawasan Kampung Melayu ini. Suasana Syahdu di Kampung Melayu Selasa sore ( 24/2/2026 ), kami memilih waktu yang agak santai. Beruntung bukan Senin atau Kamis yang biasanya jadwal kami bertabrakan dengan hobi main bola di lapangan mini soccer . Sore itu, Kampung Melayu kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi wisata religi yang kuat, terutama dengan sejarah masjidnya yang kini telah genap berusia 224 tahun . Bagi yang rutin mengikuti postingan kami, mungkin tidak ada yang terlalu "spesial...
Comments
Post a Comment