Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Jagoan Instan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Jagoan Instan resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 18 Februari 2016 berbarengan dengan film Indonesia lainnya yaitu, I Am Hope. Seperti apa filmnya, cek berikut ini.
Membawa genre komedi dengan bintang utamanya Kemal Palevi, film garapan sutradara Fajar Bustomi ini mencoba menciptakan tren jagoan baru buat Indonesia. Apalagi segmentasi umur buat film ini dikategorikan 'SU' (Semua Umur).
Desain poster yang memikat
Sebelum melihat isi filmnya, kita lihat dulu poster yang ditampilkan. Dengan warna utama orange (api), beberapa tokoh utama ditampilkan di sana. Kemal dengan pakain jagoannya memberi kesan paling menarik. Dan Kofindo suka dengan posternya ini.
Unsur pendidikan
Sebagai jagoan, tugas utamanya adalah menumpas kejahatan. Kemal yang berperan sebagai Bumi setelah dijadikan jagoan oleh pamannya sendiri (Dede Yusuf), memiliki tugas yang tidak seperti biasanya.
Bumi disuruh menumpas kejahatan yang berhubungan dengan koruptor. Karena penjahat inilah yang termasuk level paling atas diantara penjahat lainnya yang ada di Indonesia.
Mungkin karena kategori umur dan genre film anak-anak yang masih belum banyak tahun ini, film dengan durasi 97 menit ini banyak memasukkan unsur pendidikan seperti tidak menyalah gunakan kekuatan, kejujuran, dan menghormati.
Selain unsur pendidikan, film ini juga membawa beberapa program pemerintah seperti kartu Sakti, BPJS dan rasa nasionlis.
.
Tentang Jagoan Instan itu sendiri
Ceritanya dimulai dari kehidupan Bumi yang termasuk orang miskin dan punya ayah yang sakit serta adik yang masih sekolah. Kehidupannya bertambah sulit saat sang pacar (Anisa Rahma) berpaling dengan pria lain, Romeo (Kevin Julio).
Dede Yusuf, sang paman yang ternyata mantan jagoan dan berteman dengan beberapa jagoan Amerika, plesetan dari Superman, Wolfrin dan Flash, membuat Bumi memiliki kekuatan setelah disuntik dengan serum ajaib.
Sejak itulah, jagoan baru muncul. Seperti namanya Instan, ini karena hanya dengan menyuntikkan serum, Bumi memiliki tubuh yang kuat dan bisa terbang. Kemudian berbarengan dengan perubahan tersebut, Bumi banyak mendapat tugas-tugas dari pamannya.
Komedi
Selain Kemal yang membuat penonton tertawa, ada beberapa Comic Standup yang ikut main. Demi memberi rasa komedi yang lebih seger, Kevin Julio pun diubah menjadi jelek.
Aktor senior selain Dede Yusuf adalah Meriam Belina. Perannya sebagai bos penjahat pun dibuat selucu mungkin dengan tawa dan cara bicaranya.
Yang paling disayangkan adalah peran Anisa Rahma yang tidak begitu besar dan kurang menarik. Entalah mengapa saya melihatnya tidak good looking. Termasuk Alexa Key dan artis Youtube, Jovial bersaudara.
...
Dari segi cerita film ini sedikit boring dan tidak memiliki kekuatan untuk menarik perhatian saya. Tapi tak apalah. Setidaknya film ini bergenre komedi yang membuat suasana dalam bioskop sangat ramai.
Kalau mau menikmati film dengan santai dan canda tawa, film ini direkomendasikan sekali pekan ini. Lainnya, penonton akan lebih banyak melihat teknologi yang mumpuni selama film ini diputar (terbang, keluar api dsb).
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Comments
Post a Comment