Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Aplikas] My Blue Bird Tersedia di Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Tren pengguna Internet yang terus meningkat dan perkembangan aplikasi layanan yang semakin dibutuhkan, mau tidak mau membuat banyak perusahaan melakukan peningkatan layanan. Termasuk aplikasi transportasi burung biru ini.
Namanya 'My Blue Bird', sudah tersedia di play store Android. Aplikasi ini sebenarnya tidak baru-baru banget buat perusahaan yang namanya dijadikan aplikasi ini. Karena sebelumnya sudah diluncurkan dengan nama yang berbeda, aplikasi ini hanya lebih baik dari sebelumnya.
Instal Aplikasi
Aplikasi My Blue Bird cukup ringan bila melihat ukurannya yang tak lebih dari 4MB. Setelah menemukan aplikasi dan menginstalnya, jangan lupa aktifkan gps yang ada pada smartphone Anda.
Tampilan warna biru mendominasi saat aplikasi dibuka. Sebelum masuk menu utama, Anda harus membaca peraturan. Kemudian mengikuti proses registrasi dengan mengisi nomor hp sebagai verifikasi, nama, tanggal lahir dan email. Semacam buat situs jejaring sosial aja.
Setelah semua proses berhasil, maka Anda langsung dibawa ke halaman dengan tampilan peta. Di sinilah gps Anda akan sangat berguna untuk mendeteksi keberadaan Anda.
Menu
Beberapa menu berikut ini setidaknya memberi warna tersendiri buat aplikasi my Blue Bird. Silahkan Anda coba sendiri. Untuk menu akun masih sangat sederhana, saya berharap kedepannya bisa terhubung dengan yang lain.
.
Menu news and promo mengandalkan feed dari website perusahaan. Jadi kalau nggak update dipastikan tampilannya hanya itu-itu saja. Menu more menampilkan beberapa menu lainnya seperti call center, feedback, Re-register (bila Anda mengganti nomor ponsel), Dispatcher function (masih tahap devlop), Change City (ingat, hanya ada 6 kota saat postingan ini dibuat), dan terakhir share application (berbagi di media sosial maupun email dan lainnya).
Diperkenalkan di Semarang
Lewat acara bertajuk gathering blogger Semarang, aplikasi ini dikenalkan kepada 30 blogger yang hadir di kantor pusat Bluebird yang ada di jalan Bridjend Sudiarto. Seru, pasti.
Tren blogger yang selalu hadir ditiap acara setiap diundang tentunya dimanfaatkan betul oleh bagian marketing. Dan inilah yang selalu menarik untuk dinanti. Baca ulasannya lebih lengkap di sini.
Lalu, apa saja kelebihan aplikasi ini? Klik DI SINI.
...
Bagi kota-kota besar, aplikasi layanan seperti ini tentu sudah biasa dan sangat menjamur. Berbeda dengan kota-kota yang belum banyak mendapatkan layanan dari perusahaan yang menggunakan mobile application.
Dengan pengalaman dan jumlahnya yang tersebar di kota-kota Indonesia, Blue Bird melihat ini sebagai sesuatu yang sangat menarik. Meski aplikasinya sudah ada sebelum layanan sejenis hadir di Indonesia.
Dikenalkan dengan sebuah acara, pihak Blue Bird tentu melihat Semarang cukup menarik untuk perkembangan pengguna Internet seperti blogger. Aplikasi ini sementara dapat digunakan di kota-kota seperti Jakarta, Semarang, Medan, Bali, Surabaya dan Bandung. Jadi, bila diluar kota tersebut, mungkin aplikasi tidak berfungsi secara maksimal.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment