Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Ketika Mas Gagah Pergi
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Mas Gagah Pergi hadir di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2016, termasuk Semarang. Membawa durasi 99 menit, film ini dapat ditonton mulai usia 13 tahun.
Akhirnya bisa review film Indonesia juga awal tahun 2016. Dan film Mas Gagah menjadi penantang serius dari dua film yang bertahan cukup lama, Single dan Ngenest. Selain film Mas Gagah, ada film animasi yang juga bersamaan tayangannya.
Pemandangan indah
Langsung menyuguhkan pemandangan indah, laut dan pegunungan, film yang disutradarai Firman Syah ini ingin mengambil hati penonton terlebih dahulu. Terlepas dari cerita yang diangkat dari novel yang pasti sebagian penonton yang hadir sudah tahu.
Selain menyuguhkan pemandangan, beberapa perkampungan yang terdiri dari rumah-rumah pun tak luput dari kamera drone yang kali ini sangat stabil melihat gambarnya.
Banyak pemain (artis)
Melihat kategori penonton mulai dari 13 tahun atau remaja, film ini tak ingin begitu saja menurun beberapa hari ke depan untuk jam pemutarannya. Ya, hadirnya banyak artis dan pemain muda pun diharapkan dapat mengimbangi film yang sedang mendominasi dari segi genre yaitu komedi.
Anda akan melihat sendiri, bertaburnya artis menjadi sisi menarik film ini. Meski pemeran utamanya adalah Mas Gagah yang diperankan Hamas Syahid, adiknya Gita yang diperankan oleh Aquino Umar. Keduanya dihadapkan dengan beberapa artis senior dan cerita lain yang akhirnya benang merahpun tersambung.
Punya banyak sisi cerita
Sang sutradara mungkin membaca minat penonton atau memang ceritanya sudah ke plot, karena saat saya menonton film ini punya banyak sudut pandang. Selain sudut pandang si Gita, sebagai adik yang merasa kehilangan sifat kakaknya yang dulu.
Selain peliknya soal Gita yang harus melihat perbedaan sifat kakaknya, ada cerita lain tentang anak dan orang tua. Belum lagi masalah gita selesai dengan kakaknya, ia juga harus melihat kenyataan orang-orang disekitarnya pun ikut berubah.
Tentang Dakwah
Ada banyak pesan moral yang ingin disampaikan film ini yang pada akhirnya saya menyimpulkan ini semacam dakwah. Lewat film, memberikan pengertian tentang kebaikan yang didasarkan pada agama, seolah tanpa sadar penonton pun terhanyut.
Bila kita tidak menerima datangnya kebaikan, cobalah menghargainya. Kutipan singkat yang sering diucapkan beberapa kali di film ini.
Permasalahan disekitar pun tak luput jadi bagian film ini seperti preman dan rumah cinta, dimana para preman ini mengasuh anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Apalagi lingkungan yang kurang berada dan latar belakang pendidikan.
Film bersambung
Aih, saya tidak melihat posternya dengan seksama bila film ini akan bersambung jadinya. Antusias tinggi yang sudah saya dapatkan menonton film ini harus berakhir dengan kekecewaan. Lho, kok bersambung ke session 2.
...
Film ini sangat rekomendasi sekali untuk remaja hingga kaum muda serta keluarga. Banyak pesan moral bagaimana menyikapi persoalan yang terjadi disekitar kita.
Film Mas Gagah layak menjadi penantang film yang saat ini sedang bertahan. Tidak melulu soal drama yang akan membosankan di film ini, hadirnya Abdur Arsyad dan Epi Kusnandar jadi penyegar sendiri diantara bagian cerita lainnya.
Tapi yaitu, film ini harus dibuat dua bagian. Atau jangan-jangan lebih lagi. Kenapa posternya tidak diberitahu, duluan. Mungkin ini bagian pemasaran.
Buat yang sudah membaca novelnya, mungkin rasa penasaran bagaimana cerita ini difilmnkan. Sedangkan yang belum baca, film ini menceritakan bagaimana Gagah, yang bertransformasi dari anak gaul dan periang serta penyemangat adiknya berubah menjadi religius. Peduli dengan sekitar, lingkungan, orang-orang dan lainnya. Dan konfliknya terletak pada adiknya yang tidak menerima perubahan sang kakak.
Kota Semarang kembali kedatangan ruang literasi baru yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Pandanaran. Ya, Gramedia Jalma Semarang baru saja resmi menggelar acara Grand Opening pada Jum'at, 24 Juli 2026 kemarin. Bagi Kami yang sering keliling kota demi berburu cerita lokal, kehadiran tempat ini jelas memikat perhatian. Dari berbagai potongan gambar dan video yang berseliweran sejak masa soft opening hingga hari peresmiannya, harus diakui infrastruktur yang ditawarkan sangat mewah. Bagi para pencinta buku atau pemburu ruang kreatif di Semarang, tempat ini menyajikan kenyamanan fasilitas yang luar biasa. Desainnya megah dan sangat memanjakan mata. Sebagai warga kota, Kami tentu sangat mengapresiasi kehadiran fasilitas sekeren ini. Semarang memang butuh lebih banyak ruang segar untuk merawat kewarasan. Namun, ada alasan kuat mengapa kami tidak hadir di Jalma Semarang saat pita peresmiannya digunting kemarin. Mencoba Mengetuk Pintu, Namun Terabaikan Jauh sebelum hari peresmianny...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Gelaran Piala Dunia 2026 memang telah berakhir dan Spanyol keluar sebagai juaranya. Saat gelaran berlangsung, di mana banyak orang sibuk mencari platform resmi untuk menonton pertandingan secara langsung, kami punya cerita menarik yang baru kesampaian untuk dituliskan sekarang di sini. Penasaran? Sempat disebut-sebut kurang greget dari segi promosi, bagaimanapun Piala Dunia 2026 tetap menjadi magnet tersendiri bagi banyak orang. Baik mereka yang memang penyuka sepak bola, maupun yang sekadar ikut meramaikan. Tidak heran, banyak pihak memanfaatkan momentum ini untuk memberikan ruang nonton bersama, baik secara offline maupun online . Kami sendiri menikmati siaran langsung Piala Dunia kemarin dari platform sebelah, yakni Snack Video. Bukan saja karena lebih mudah mendapatkan aksesnya, tetapi juga terasa nyaman dengan siarannya meski jaringan internet yang kami gunakan sedang kurang maksimal. Menahan Diri Demi Kenyamanan Nonton Live Streaming Kami tahu persis bahwa Snack Video bukanlah ...
Ingin ke Surabaya atau sebaliknya mau ke Semarang dari Surabaya? Coba kereta Ambarawa Ekspres, harga tiketnya lumayan ramah di kantong. dotsemarang sedang beruntung bisa mencoba secara langsung kereta api Ambarawa Ekspres yang diluncurkan pertama kali awal bulan oktober 2016 kemarin. Ambarawa Ekspres termasuk jenis kereta api berkelas ekonomi AC dengan kapasitas tempat duduk tiap gerbongnya 80 kursi 2-2 saling berhadapan. Jarak tempuh Semarang ke Surabaya bila melihat jadwal resminya sekitar 4 jam, namun bisa sampai 5 jam, tergantung berapa kali berhenti di beberapa stasiun yang dilewati. Harga tiket kereta Ambarawa Ekspres ada yang 50 ribu dan 80 ribu, Semarang - Surabaya. Perbedaannya hanya pada jam-jamnya saja. Kesan pertama Lama sudah tidak naik kereta Api tentu memberi kesan menyenangkan. Jadi ingat dulu saat pertama naik kereta api, awal dotsemarang berdiri yang harus ke Jakarta untuk melegalkan komunitas ke kantor detik,...
Comments
Post a Comment