Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Ketika Mas Gagah Pergi
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Mas Gagah Pergi hadir di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 21 Januari 2016, termasuk Semarang. Membawa durasi 99 menit, film ini dapat ditonton mulai usia 13 tahun.
Akhirnya bisa review film Indonesia juga awal tahun 2016. Dan film Mas Gagah menjadi penantang serius dari dua film yang bertahan cukup lama, Single dan Ngenest. Selain film Mas Gagah, ada film animasi yang juga bersamaan tayangannya.
Pemandangan indah
Langsung menyuguhkan pemandangan indah, laut dan pegunungan, film yang disutradarai Firman Syah ini ingin mengambil hati penonton terlebih dahulu. Terlepas dari cerita yang diangkat dari novel yang pasti sebagian penonton yang hadir sudah tahu.
Selain menyuguhkan pemandangan, beberapa perkampungan yang terdiri dari rumah-rumah pun tak luput dari kamera drone yang kali ini sangat stabil melihat gambarnya.
Banyak pemain (artis)
Melihat kategori penonton mulai dari 13 tahun atau remaja, film ini tak ingin begitu saja menurun beberapa hari ke depan untuk jam pemutarannya. Ya, hadirnya banyak artis dan pemain muda pun diharapkan dapat mengimbangi film yang sedang mendominasi dari segi genre yaitu komedi.
Anda akan melihat sendiri, bertaburnya artis menjadi sisi menarik film ini. Meski pemeran utamanya adalah Mas Gagah yang diperankan Hamas Syahid, adiknya Gita yang diperankan oleh Aquino Umar. Keduanya dihadapkan dengan beberapa artis senior dan cerita lain yang akhirnya benang merahpun tersambung.
Punya banyak sisi cerita
Sang sutradara mungkin membaca minat penonton atau memang ceritanya sudah ke plot, karena saat saya menonton film ini punya banyak sudut pandang. Selain sudut pandang si Gita, sebagai adik yang merasa kehilangan sifat kakaknya yang dulu.
Selain peliknya soal Gita yang harus melihat perbedaan sifat kakaknya, ada cerita lain tentang anak dan orang tua. Belum lagi masalah gita selesai dengan kakaknya, ia juga harus melihat kenyataan orang-orang disekitarnya pun ikut berubah.
Tentang Dakwah
Ada banyak pesan moral yang ingin disampaikan film ini yang pada akhirnya saya menyimpulkan ini semacam dakwah. Lewat film, memberikan pengertian tentang kebaikan yang didasarkan pada agama, seolah tanpa sadar penonton pun terhanyut.
Bila kita tidak menerima datangnya kebaikan, cobalah menghargainya. Kutipan singkat yang sering diucapkan beberapa kali di film ini.
Permasalahan disekitar pun tak luput jadi bagian film ini seperti preman dan rumah cinta, dimana para preman ini mengasuh anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Apalagi lingkungan yang kurang berada dan latar belakang pendidikan.
Film bersambung
Aih, saya tidak melihat posternya dengan seksama bila film ini akan bersambung jadinya. Antusias tinggi yang sudah saya dapatkan menonton film ini harus berakhir dengan kekecewaan. Lho, kok bersambung ke session 2.
...
Film ini sangat rekomendasi sekali untuk remaja hingga kaum muda serta keluarga. Banyak pesan moral bagaimana menyikapi persoalan yang terjadi disekitar kita.
Film Mas Gagah layak menjadi penantang film yang saat ini sedang bertahan. Tidak melulu soal drama yang akan membosankan di film ini, hadirnya Abdur Arsyad dan Epi Kusnandar jadi penyegar sendiri diantara bagian cerita lainnya.
Tapi yaitu, film ini harus dibuat dua bagian. Atau jangan-jangan lebih lagi. Kenapa posternya tidak diberitahu, duluan. Mungkin ini bagian pemasaran.
Buat yang sudah membaca novelnya, mungkin rasa penasaran bagaimana cerita ini difilmnkan. Sedangkan yang belum baca, film ini menceritakan bagaimana Gagah, yang bertransformasi dari anak gaul dan periang serta penyemangat adiknya berubah menjadi religius. Peduli dengan sekitar, lingkungan, orang-orang dan lainnya. Dan konfliknya terletak pada adiknya yang tidak menerima perubahan sang kakak.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Kami tidak menyangka tren short drama dari Tiongkok yang pernah kami bahas di pertengahan Juli 2025 di blog ini kini semakin mendapat ruang luas. Uniknya, kali ini fenomena tersebut hadir langsung di dalam platform belanja raksasa, Shopee. Pergeseran ini makin menegaskan bahwa orang-orang buka aplikasi e-commerce sekarang sudah tidak lagi sekadar mencari barang atau checkout belanjaan, tapi juga bisa menikmati tayangan short drama secara cuma-cuma. Langkah yang diambil Shopee lewat fitur Shopee Drama di tab Shopee Video ini jelas bukan sekadar pemanis atau proyek iseng. Begitu membuka aplikasi, pop-up berlayar penuh bertuliskan "Shopee Drama — 100+ Drama Gratis, Nonton, Ketuk, Cari Produk" langsung menyambut pengguna. Bagi kami, ini adalah eksekusi strategi shoppertainment yang sangat terukur dan cerdik. Memboyong Tren Micro-Drama Tiongkok Langsung ke Aplikasi Fenomena short-form drama atau micro-drama —serial bertema konflik cepat dengan format vertikal berdurasi 1–2...
Comments
Post a Comment