Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Ada 6 Film Indonesia di Pekan Perdana Januari 2016


Kabar baik awal tahun 2016 bahwa film Indonesia masih tak beranjak dari singgasana raja di bioskop Semarang, alias tanpa film luar. Bahkan, ada 6 film Indonesia yang meramaikan. Sukses terus buat film Indonesia.

Film-film seperti 'Single, Shunsine Become You, Bulan Terbelah di Langit Amerika, Negeri Van Orange, dan Ngenest, sukses bertahan hingga minggu pertama bulan Januari.

Meski ini kabar baik, ada kabar buruknya juga yaitu semua film diatas mengalami penurunan jam pemutaran. Satu-satunya yang masih full (5 jam pemutaran) adalah film yang baru tayang Kamis ini, yaitu film Wanita Berdarah.

Menurut rencana padahal, pekan perdana ada 3 film Indonesia yang diluncurkan. Entahlah, mungkin karena selera pasar / penonton masih tinggi, membuat film-film Indonesia sukses bertahan.



Tantangan film Wanita Berdarah

Menjadi satu-satunya film baru yang tayang 7 Januari, film ini membawa genre drama yang dicampur thriller. Durasinya 80 menit lebih dan mengambil setting di luar negeri juga.

Dari segi cerita, film ini mencoba mengangkat persoalan tenaga kerja di luar negeri khususnya wanita. Apakah ini menarik? Entahlah. Melihat 5 film sebelumnya yang masih bermain punya deretan cerita yang juga tak kalah hebat.

Jadi penasaran, seberapa tahan film ini dapat bertengger di bioskop Semarang.

Artikel terkait :


Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

📰 Menelusuri Jejak Tinta di Pecinan Semarang: Dari Rumah PoHan hingga Gang Pinggir (Bagian 1)

🚲 Car Free Day Semarang Libur Selama Ramadan 2026, Kapan Aktif Lagi?

🌙 Branding "Kurma" MAJT: Wajah Baru Program Ngabuburit yang Lebih Estetik dan Digital

🥣 Menghidupkan Kembali Nasi Glewo, Kuliner Langka Semarang di Pasar Ambyar Horison Nindya

🚲 Mengayuh Pedal ke Pasar Ambyar Nusantara di Hotel Horison Nindya Semarang