Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
#MaerakacaM2M, Branding Baru Puri Maerakaca
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Salah satu destinasi wisata yang berada di Semarang ini, dekat Kampoeng Laut, awal tahun 2016 terlihat semakin menarik. Terutama terlihat dari media sosial yang dipelopori akun-akun socmed Semarang dengan tagar #maerakacam2m.
Puri Maerakaca yang disebut juga taman mini Jawa Tengah ini kini terus mengalami metamorfosis. Program kegiatan M2M (Malem Minggon di Maerakaca) menjadi andalan dan dilakukan secara rutin. Beberapa foto yang ada di instagram terlihat tempat ini sangat menarik.
Tentang M2M
Kegiatan yang menyasar anak muda ini bertujuan mengajak masyarakat datang ke Maerakaca tiap malam minggu. Untuk menambah semarak, beberapa kegiatan pun digelar yang dikolaborasikan dengan berbagai komunitas anak muda yang ada di Semarang.
Komunitas yang ambil bagian pun diberi semacam tempat untuk mengeluarkan potensi mereka seperti berbagi, performa, dan promosi tentang mereka.
Branding Tempat Wisata di Semarang
Melihat keterlibatan akun socmed Semarang yang gencar promosi, saya melihatnya ini adalah kegiatan branding untuk mengangkat potensi dan sisi lain dari Maerakaca. Foto-foto yang disebar pun bukan sekedar foto dari ponsel pada umumnya. Ada sentuhan desain yang dilakukan dengan serius.
Selain Puri Maerakaca yang gencar dibranding awal tahun ini dengan kegiatannya, ada satu destinasi wisata di Semarang lainnya yang juga dibranding dengan acara juga. Ya, kawasan Kota Lama Semarang punya kegiatan serupa namun lebih ke sisi performa (musik dan pertunjukkan).
Kesimpulan
Ini terlihat sangat baik bagi kemajuan tempat wisata di kota Semarang. Selain melibatkan kekuatan media sosial untuk mendongkrak promosi, keterlibatan akun socmed Semarang pun semacam kolaborasi yang baik untuk meningkatkan branding. Ada sinergi antara keduanya. Menariknya, kegiatan ini dilakukan malam minggu.
Buat Anda yang ingin tahu lebih lanjut, silahkan buka akun instagram Anda dan cari tagar maerakacam2m. Oh iya, untuk datang ke acara ini jangan lupa beli tiket masuk yang harganya 10 ribu.
Nama Eko Mie mungkin masih terasa asing bagi sebagian telinga. Namun, momen Ramadan di Semarang tahun ini memberikan cara unik bagi kami untuk mengenal lebih dekat merek yang ternyata masih satu keluarga dengan Wings Food ini. Sebuah langkah pemasaran yang menarik, apalagi kami beruntung bisa mencicipinya langsung setelah sempat dibayangi rasa khawatir tidak kebagian. Setelah sebelumnya kami mengulas pengalaman mencicipi Coco Latte di akhir Maret lalu, kali ini kami kembali membawa cerita dari merek lain, namun dalam wujud makanan. Tak menyangka, momen Ramadan kali ini menyimpan banyak cerita menarik untuk dibagikan di blog. Awalnya, kami tidak menyadari bahwa tenda besar yang berdiri kokoh di halaman parkir depan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah area promo Eko Mie. Tenda tersebut disiapkan khusus untuk membagikan hidangan secara cuma-cuma kepada para jamaah yang hadir. Usut punya usut, Eko Mie ini ternyata masih saudara kandung dengan Mie Sedaap, namun tampil lebih low profile...
Kami tidak menyangka rumah tua yang berdiri anggun di Jalan Ahmad Yani ini mendadak kembali bersolek. Setelah sebelumnya sempat digunakan untuk bisnis kuliner dan kemudian tutup, bangunan ini mulai menunjukkan tanda-tanda renovasi sejak Februari 2026. Siapa sangka, bangunan ikonik ini kini bertransformasi menjadi tempat ngopi dari merek lokal yang sudah mendunia. Resmi dibuka pada pertengahan Maret kemarin, kehadiran simbol hati merah besar di atas fasad putihnya seolah membawa optimisme baru. Simbol khas Kopi Kenangan - Ahmad Yani Semarang ini seakan menegaskan bahwa tempat ngopi baru tersebut siap mengukir cerita yang berbeda dari pendahulunya, apalagi dengan lokasinya yang sangat strategis—hanya selemparan batu dari Simpang Lima yang merupakan jantung Kota Semarang. Peta Persaingan di Jalur Segitiga Emas Jalan Ahmad Yani sebenarnya bukan tanpa kedai kopi. Jalur ini sudah lebih dulu dihuni oleh nama-nama besar dengan reputasi kuat seperti Antarakata Coffee dan Eastman Coffee House. B...
Ada pemandangan menarik usai kami berkeliling Simpang Lima saat kawasan ini kembali memberlakukan Car Free Day (CFD) . Sebuah poster film raksasa membentang di tengah jalan, terpasang gagah di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Saat itu, kami belum merasakan apa-apa, meski judulnya belakangan memicu kontroversi hebat. Yang justru terlintas di pikiran kami adalah: seberapa besar alokasi dana promosi yang digelontorkan rumah produksi untuk film ini? Sebagai blogger yang cukup akrab dengan gaya promosi film Tanah Air—apalagi kami juga mengelola kanal khusus film Indonesia—insting kami langsung bekerja. Kami sempat berandai-andai, coba saja Rollink Action (pihak produksi) melirik kami melalui jejaring Kofindo untuk menyisihkan sedikit porsi promosinya. Kekuatan narasi lokal yang kami bangun di Semarang sebenarnya bisa menjadi alternatif menarik bagi mereka untuk membangun keterikatan yang lebih dalam dengan calon penonton. Strategi "Shock Advertising" yang Berisiko Namun, hi...
Kami tidak menyangka, resolusi tahun 2026 yang sejatinya ingin memiliki perangkat berspesifikasi 5G , justru berakhir dengan sebuah "downgrade paksa" . Kami harus kembali ke era di mana tombol home fisik masih berjaya dan ColorOS 3.0 dianggap sebagai standar kemewahan. Selamat datang di pengalaman baru kami bersama Oppo F1 Plus (X9009) . Ternyata, ada kisah yang jauh lebih menarik ketimbang sekadar angka spesifikasinya. Penasaran? Bulan Februari kemarin, kami resmi mempensiunkan Zenfone 5 yang sudah menemani perjalanan blog ini sejak tahun 2019. Ada perasaan dilematis saat berpindah merek dari ASUS ke OPPO—seolah ada rasa "berkhianat" kecil di dalam hati. Namun, kami sadar brand tentu tidak akan membaca ini dan merasa kasihan kepada kami. Apalagi faktanya, ASUS sendiri sudah tidak lagi fokus pada lini smartphone mainstream tahun ini. Mengenal Lebih Dekat Oppo F1 Plus (X9009) Di pasar internasional, perangkat ini sebenarnya dikenal sebagai Oppo R9 . Namun, saat me...
Menjaga penampilan dan kesehatan kulit kini semakin mudah, apalagi di pusat Kota Semarang. Sejak tahun lalu, warga Semarang telah menyambut kehadiran Natasha Skin Clinic Center yang secara resmi membuka cabangnya di DP Mall Semarang . Halaman ini terinspirasi dari kerja sama yang baru saja kami lakukan. Jadi, ini bukan karena undangan liputan khusus seperti saat kami mengunjungi Cardea Semarang bulan Maret kemarin. Tulisan ini murni lahir dari ketulusan kami untuk mengulas fasilitas yang ada. Nama Natasha Skin Clinic sebenarnya sudah sangat familiar bagi kami, terutama karena beberapa kali pernah mengantar kerabat untuk perawatan. Namun, mengenai pembukaan cabang mereka di DP Mall, jujur saja kami baru mengetahuinya belakangan ini. Saat kami telusuri lebih lanjut, rupanya mereka sudah melakukan opening sejak 12 Juli 2025 . Ternyata sudah hampir satu tahun berjalan. Pembukaannya waktu itu terasa sangat spesial karena berbarengan dengan perayaan besar 30 Tahun Natasha Skincarenya Indo...
Comments
Post a Comment