Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Desember 2024, Lawang Sewu Kembali Mengaktifkan Ruang Bawah Tanahnya Lagi

Akhirnya kami bisa menulis ini dengan penuh rasa percaya diri usai memiliki dokumentasi usai sholat id Idulftri kemarin. Sebenarnya bisa saja kami menulisnya usai diumumkan buka kembali, tapi ??

Rasanya tidak afdol untuk mencomot gambar yang bukan dari kami ambil sendiri. Sekalian juga bisa tahu keadaannya secara asli jika berkunjung langsung. Maklum, sebagai bloger ini sangat penting sebagai keaslian.

Desember 2024

Sok-sokan, padahal juga beberapa kali comot gambar dari berbagai sumber. Ah, sudahlah. Mari kita fokus dulu. Ruang bawah tanah yang dulu sudah dibuka untuk umum, namun ditutup. Alasannya kami kurang tahu karena tidak begitu fokus bahas konten tentang Lawang Sewu.

Setidaknya, awal bulan Desember 2024, Ruang Bawah Tanah Lawang Sewu diumumkan buka kembali setelah beberapa tahun ditutup. Di Google, kami dengan mudah mencari informasi kapan diumumkannya secara resmi ruangan ini kembali dibuka.

Alasan kembali diaktifkan atau dibuka kembali adalah untuk memberikan pengalaman wisata edukatif. Lalu, menjawab rasa penasaran masyarakat yang belum pernah masuk. Padahal dalam ruang bawah tanah tersebut, banyak cerita sejarah yang menarik dikulik. Ya, meski kisah horornya juga mengikuti.

Masuk bayar lagi?

Ya, itu benar. Harga tiket masuk ruang bawah tanahnya adalah Rp35.000 dan tiketnya dapat dibeli on the spot. Dan tarif tersebut belum sama harga tiket masuk kawasan Lawang Sewunya.

Jika tidak ingin masuk ke ruang bawah tanahnya, harga tiket normalnya berkisar 10-20 ribu untuk masyarakat. Harga ini berbeda lagi untuk turis mancanegara. Termasuk, pemilihan waktu antara hari biasa atau akhir pekan/libur.

Dikemas lebih baik

Jika masuk ke ruang bawah tanah, maka kita akan ditemanin pemandu. Kurang lebih sama seperti dulu saat pertama kali masuk sebelum resmi ditutup.

Saat membaca syarat-syarat terbarunya, ada bagian penting yang kami perhatikan. Yaitu, pengunjung wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm dan rompi.

Dulu, rasanya tidak begitu. Apakah ini bagian dari inovasi pihak Lawang Sewu yang memiliki tujuan baru untuk meningkatkan kunjungan ke Lawang Sewu? Apalagi berbayar, tentu harus dikemas lebih baik lagi.

...

Setelah ditutup selama 10 tahun, akhirnya pihak Lawang Sewu kembali membuka Ruang Bawah Tanahnya. Ruang bawah tanah ini sendiri berada di Gedung B.

Ruang bawah tanah berbentuk lorong yang pada awalnya dimanfaatkan sebagai drainase, pendingin hingga penjara bawah tanah. 

Sudah pernah masuk?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape