Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Persiapan Pilot Project Penanggulangan Dengue dengan Metode Wolbachia, Dinas Kesehatan Kota Semarang Adakan Workshop

Kota Semarang mendapatkan peran bersama kota-kota terpilih dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai Kota yang dipilih untuk Pilot Project Teknologi Wolbachia. Dan sudah tertuang dalam KepMenkes nomor 1341 Tahun 2022.

Meski kegiatan bertajuk Workshop Teknologi Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia di Kota Semarang, acaranya sendiri sebenarnya diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan. Kami menyebutnya DKK karena merekalah yang mengirimkan undangan kepada kami. 

Workshop 4 hari

Ini waktu yang panjang dan juga padat. Bertempat di Oak tree Emerald, kegiatan dilaksanakan dari tanggal 7-10 Desember 2022. Akhirnya ya, ada acara dari Kementerian juga.

Dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah juga hadir dan memberi dukungan untuk ini

Selain perwakilan dari bloger seperti kami, undangan juga dihadiri dari LPMK Kecamatan, Perguruan Tinggi, Dharwa Wanita, Tokoh Agama dan Organisasi Agama, IIDI, Rotari, Pewarta, Media Elektronik dan dari Tim Wolbachia Semarang. 

Selama 4 hari, kami banyak mendapatkan informasi. Khususnya tentu tentang teknologi Wolbachia hingga strategi komunikasi untuk mengenalkan Wolbachia lebih luas lagi.

Situasi DBD di Kota Semarang yang mengalami peningkatan tahun ini juga mendapatkan perhatian. Dan ini yang membuat Kota Semarang terpilih untuk pilot Project. Nanti kami bagikan di halaman berikutnya tentang situasi DBD (Demam Berdarah Dengue).

Sesi acara juga terhubung dengan Bandung dan pembicara lewat live streaming

Menutup acara, kegiatan yang cukup banyak diskusi ini merumuskan atau menyusun rencana tindak lanjut. Karena kegiatan ini sebagai persiapan, maka tahun 2023 bakal menjadi kesempatan yang lebih besar untuk menindaklanjuti program yang masih dianggap baru ini menurut kami.

Teknologi Wolbachia mungkin bagi sebagian orang yang berkecimpung di dunianya sudah sangat familiar. Namun tidak seperti kami dan sebagian orang yang baru mendengarnya.

Tim Wolbachia Kota Semarang sudah melakukan penelitian dan infonya dibagikan kepada peserta

Apakah teknologi nyamuk ber-wolbachia aman?

Kehadiran wolbachia ternyata menarik juga. Bahkan, ada omongan yang terdengar membuat tawa saat sesi diskusi. Nyamuknya kok dilepaskan, padahal inginnya diberantas.

Wolbachia aman bagi manusia karna hanya hidup di serangga. Termasuk bagi lingkungan. Jika sel/organismenya mati, wolbachia akan terdegradasi sehingga tidak menyebabkan polusi.

Ditunggu artikel berikutnya

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang