Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Masa Depan TikTok, Menjadi Mesin Pencari yang Disukai Gen Z

Wakil Presiden Senior Google memikirkan bagaimana TikTok kedepan yang perlahan-lahan bukan lagi sekedar platform bersenang-senang atau berbagi informasi. Tapi, sebagai mesin pencari. Google harus berhati-hati untuk ini jika tidak ingin kalah bersaing.

Kami mengingat betul sebuah artikel yang membahas masa depan TikTok yang akan menjadi luar biasa. Mumpung momen akhir tahun, siapa tahu ada rencana memanfaatkan TikTok di tahun 2023.

Mesin Pencari

Sekali lagi, kami menemukan artikel menarik yang kali ini dari laman buffer.com yang dipublish tanggal 14 Desember 2022.

Di sana dibahas tentang desas-desus seputar TikTok menjadi sumber pengetahuan bagi pemirsanya. Pembuat konten dan pemilik bisnis diharapkan memperhatikan SEO TiKtok. Kapan-kapan kami bahas soal SEO TikTok.

Yang menarik tentu tentang bagaimana TikTok berinvestasi dalam memaksimalkan kebiasaan pengguna dengan fitur-fitur baru seperti pencarian yang disarankan di bagian bawah video dan di bagian komentar.

Menurut riset internal Google, saat mencari tempat makan siang, hampir 40 persen anak muda di AS (berusia 18-24) akan langsung menuju TikTok daripada Google Maps atau Search. 

Dan, meskipun postingan media sosial di TikTok, Instagram, Facebook, dan sejenisnya tidak diindeks oleh Google di masa lalu, postingan tersebut sekarang muncul di halaman hasil mesin pencari – atau SERP.

Bersiap menjadi bagian mesin pencari

Bila rencana besar TikTok ini akan terealisasi, atau malah sudah, tentu kita bisa memanfaatkannya dari sekarang. Mirip-mirip dengan konsep Google Local Guide.

Membuat video di tempat makan, nongkrong, kopi dan lainnya. Lalu, dengan sendirinya akan terindeks saat dicari. Pemilik bisnis harus memanfaatkan betul bagaimana TikTok bekerja layaknya google business.

Bagi pembuat konten, videonya akan bersiap kebanjiran trafik atau viral. Sedangkan pemilik bisnis, bisa terbantu karena sukses menggaet pelanggan muda atau potensial.

Namun, pemilik bisnis maupun pembuat konten harus mengerti tidak semua video mampu terindeks. Jadi, setidaknya mengerti strategi membangun videonya (SEO).

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Dilema Resolusi 5G di Semarang dan Kabar Vakumnya ASUS Smartphone Tahun 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren