Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Tur Satu Hari di Pecinan Semarang, Kemana Saja?


Ada yang menarik kali ini keikutsertaan kami kegiatan semacam famtrip di kawasan Pecinan Semarang, yakni para peserta yang berasal dari Himpunan pramuwisata indonesia atau HPI Kota Semarang. Salah satu tujuan yang menarik adalah Es Krim Jamu.

Kemana akhir pekan ini? Perjalanan kami di Kota sendiri kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Bukan Klenteng atau berburu kuliner tradisional, tapi beberapa tempat menarik yang sayang dilewatkan keberadaannya.

Rabu siang, tanggal 26 Januari 2022, kami beserta peserta lainnya memulai rute dari Klenteng Tay Kak Sie. Tidak terlalu banyak, tapi lebih maksimal tentunya.

Kegiatan ini bukan dari instansi atau dinas pemerintahan, melainkan kegiatan yang dilakukan secara mandiri. Adalah Mas Arry sebagai inisiator yang juga storytelling/pencerita selama perjalanan.

Jika kamu tertarik, bisa hubungi beliau juga atau buka halaman khusus kami ini di sini untuk kegiatan semacam ini. Di halaman tersebut, kami sudah memposting beberapa artikel juga.

Sejarah jalan Kalikuping

Lokasi yang pertama kami singgahi adalah jalan Kalikuping. Nama Kalikuping ternyata punya sejarah sendiri yang diceritakan Mas Arry yang kisahnya bersumber dari buku Riwajat Semarang Karya Liem Thian Joe, 1931.

Dulu, di pinggiran kali, ada rumah yang ditinggali Tuan Khouw Ping yang setiap hari ramai oleh kuli-kuli yang bekerja membongkar muat barang dari perahu kecil, hingga memasukkan barang ke gudang atau diangkut ke tempat lain. 

Tempat itu oleh masyarakat dikenal dengan nama Kali Koping. Kata Ko-ping, berasal dari nama Tuan Khouw Ping tersebut. Karena pada zaman itu, menyebut nama lebih mudah dengan nama Kali Koping. Dan sekarang dijadikan nama jalan. 

Pecinan Semarang banyak penginapan

Perjalanan dengan berjalan kaki ini juga memberikan pengalaman tersendiri buat kami. Kami pikir sudah tahu di mana saja daftar penginapan yang ada di kawasan Pecinan. Ternyata masih ada lagi tempat-tempat yang tersembunyi yang memang jarang kami lewati.

Ada 4-5 penginapan yang dengan harga yang ramah di kantong. Bahkan, kami baru tahu ada hotel Pantes yang lokasinya benar-benar tersembunyi saat menelusuri.

Meski bukan bagian rencana untuk dimasukin, peserta dari HPI Kota Semarang sangat tertarik untuk melihat langsung. Kami pun tidak ketinggalan untuk melihatnya.

Kafe Jamu

Setelah berjalan dengan matahari yang masih terang benderang, tempat berikutnya yang kami kunjungi adalah Makuta Jamu Cafe Semarang. Langsung suasananya adem saat di dalam. Beberapa foto sudah kami posting di blog yang memperlihatkan suasana, lihat di sini

Kehadirannya sejak tahun 2018 yang menarik perhatian kami, namun belum sekali pun mampir membuat perasaan kami akhirnya terasa lega. Yeah! Akhirnya mampir juga.

Di sini, sesuai namanya, kita akan menemukan jamu sebagai bagian penting dari produk-produk yang dihasilkan. Mulai dari minuman, es krim hingga produk kesehatan.

Beruntungnya kunjungan kali ini, kami bertemu langsung dengan pengelolanya yang bahkan, memberikan izin masuk untuk melihat dapur mereka (produksi).

Mukti Cafe, kafe tembakau?

Ini juga kunjungan pertama kali kami ke kafe yang keberadaannya berada di samping gerbang Pecinan. Yang menarik, kafe dua lantai ini untuk lantai bawahnya bukan berisi minuman semacam kopi. Melainkan berbagai tembakau yang ada di Indonesia.

Selain itu, ada produk-produk yang berhubungan dengan tembakau juga seperti pipa, korek dan sebagainya yang mirip seperti koleksi di sebuah museum.

Sedangkan lantai 2, ada kuliner mie yang sayang saat itu sedang tidak beroperasi karena memang sedang hari libur. Berada di lantai atas, kita dapat melihat aktivitas masyarakat yang lalu-lalang di sekitar gerbang pecinan.

Lokasi kunjungan 

Banyak hal yang masih bisa diceritakan dari tempat yang kami kunjungi kali ini. Semisal kamu ingin berkunjung, coba saja mampir di bawah ini juga.

  1. Sejarah nama Kalikuping yang digunakan untuk nama jalan
  2. Hotel Pantes Pecinan Semarang
  3. Makuta Jamu Cafe Semarang
  4. Mukti Cafe

Dari nama-nama di atas, kami akan buatkan halamannya tersendiri. Ada apa saja di tempat-tempat yang kami kunjungi tersebut. Apakah ada sejarahnya, sisi menarik, dan cerita lainnya. Jadi, ditunggu saja. Kami akan beritahu di media sosial kami setelah update nantinya.

...

Perjalanan kami berakhir di tempat makan. Rencananya ada tur berikutnya, masih sama di kawasan Pecinan Semarang. Sayang sekali, yang kedua kalinya kami tidak bisa mengikuti. Padahal salah satu kunjungan adalah tempat pengolahan kopi yang bernama Dharma Boutique Roastery.

Apakah kamu tertarik mengikuti tur seperti kami juga? Cek di sini, bila berminat.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?