Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Puasa 2021, Jalan Jolotundo Semarang yang Semakin Ramai

Sama seperti tahun lalu, jalan penghubung Kartini dan Gajah ini tetap jadi magnet sendiri beberapa puasa belakangan. Meskipun ada pandemi, orang-orang lebih memilih pergi mencari hidangan berbuka puasa di sini.

Puasa tahun 2021, jalan Jolotundo bukan hanya ramai, tapi juga jadi tempat para pedagang meraup rejeki. Kami bersyukur roda perekonomian di sini tidak berjalan mundur, dan malah maju ke depan.

Beberapa kali setiap sore kami lewati, kawasan Jolotundo ramai masyarakat yang berburu hidangan berbuka puasa. Ramainya cukup mengesankan dari pada tahun lalu.

Berbagai kuliner hadir di sini, seperti es campur yang memiliki banyak rasa dan tren sendiri saat puasa kali ini. Ya, banyak sekali para pedagang menjual es yang ditaruh dalam tempat yang trasnparant depan mereka.

Minuman yang paling banyak terlihat di sini

Lalu, ada es pijang ijo, tahu bulat, manisan, es campur, es kelapa muda, pisang karamel/getuk, mendoan, es gempol, lontong sayur hingga jasuke.

Bertahan sampai malam

Selain melihat para pedagang kuliner disepanjang jalan Jolotuno, ada juga pedagang yang jualan pakaian. Wah, puasa memang bulan berkah.

Meski waktu berbuka dan suara azan sudah berkumandang dari tadi, sebagian para pedagang masih ada yang bertahan. Kawasan ini seolah menjadi magnet tersendiri yang sayang apabila tidak dimanfaatkan.

...

Seperti sebuah puncak gunung es terbalik, pandemi dari tahun lalu saat puasa sangat mempengaruhi, kali ini menjadi titik cerah bagi sebagian masyarakat yang merindukan ngabuburit sambil berburu takjil.

Kami harap, masyarakat  tetap menjaga protokol kesehatan. Dan para pedagang tetap jualannya lancar. Selamat berbuka puasa.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?