📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026
Pembangunan kawasan POJ City Semarang terus menunjukkan pergerakan. Salah satu fasilitas publik yang menarik perhatian kami saat melintas menggunakan sepeda pada 18 Juli 2026 lalu adalah hadirnya halte BRT Trans Semarang baru di area Mal 23 Semarang.
Fasilitas ini dibangun beriringan dengan hadirnya pusat perbelanjaan tersebut untuk menunjang aksesibilitas pengunjung yang memanfaatkan moda transportasi umum.
Akses Langsung via Pintu Pagar Pedestrian
Pengamatan di lokasi mengungkap satu detail menarik. Tepat di belakang halte, terdapat akses khusus pejalan kaki lengkap dengan plang hijau bertuliskan "PEDESTRIAN".
Saat kami pertama kali tiba, pintu pagar besi tersebut dalam kondisi tertutup rapat. Namun selang beberapa menit kemudian, petugas membuka pintu pagar tersebut. Begitu pintu dibuka, pengunjung yang turun dari bus bisa langsung melintasi anak tangga dan menyusuri jalur pedestrian beratap (canopy walkway) yang membelah area parkir mobil terbuka (outdoor parking) menuju gedung mal.
Jika harus memutar ke arah pintu utama West Parking, jaraknya memang lumayan jauh. Kehadiran pintu akses pedestrian tepat di belakang halte ini menjadi jalan pintas yang sangat memudahkan bagi pengguna bus.
Desain Landai dan Terintegrasi
Berbeda dengan halte BRT koridor utama pertengahan kota yang menggunakan peron tinggi (high-deck), halte Mal 23 Semarang dirancang rata dengan tanah (ground-level). Konsep ini disesuaikan dengan armada bus sedang (low-deck) yang melayani rute kawasan pesisir.
Tampilannya modern dengan kerangka baja stainless, dinding kaca transparan, papan nama bertuliskan "23 SEMARANG" di bagian atas atap, serta tiang rambu penanda titik penghentian bus resmi.
Rute, Operasional, dan Tarif
Di tiang halte, terpasang papan informasi rute infografis hasil inisiatif Transport for Semarang. Beberapa poin navigasinya:
Rute (Arah Timur): Melayani titik 23 Semarang Shopping Center dengan terminus di PRPP. Terkoneksi dengan simpul Karangayu, Cakrawala (akses Mangkang & Simpang Lima), Stikes Telogorejo, hingga area Marina.
Jam Operasional: Beroperasi pukul 07.30 – 22.00 WIB. Mulai pukul 18.00 WIB, rute difungsikan sebagai Night Service untuk mengakomodasi pengunjung atau pekerja mal yang pulang malam.
Tarif: Rp4.000 (Tunai) dan Rp3.500 (Nontunai/Cashless seperti QRIS atau E-Money). Tarif khusus pelajar, lansia, dan disabilitas sebesar Rp1.000.
Fasilitas halte dan akses pejalan kakinya memang sudah disiapkan dengan rapi. Namun sebagai rute penyangga (feeder) di kawasan ekspansi baru, interval kedatangan bus (headway) belum sepadat koridor utama. Bagi pengguna yang terbiasa bergerak cepat, waktu tunggu bus di area ini mungkin terasa agak lama.
Moda ini terasa paling pas untuk pengunjung yang santai, pelajar, atau warga yang ingin berjalan-jalan tanpa perlu pusing memikirkan lahan parkir kendaraan pribadi.
Secara keseluruhan, integrasi halte dengan jalan pintas pedestrian di Mal 23 ini merupakan langkah penataan kawasan yang patut dipuji. Tinggal bagaimana konsistensi jadwal armada ke depan agar semakin nyaman diandalkan warga Kota Atlas. Lihat gambar 360 di bawah ini untuk melihat lebih luas lagi 👇
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment