Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Tempat Makan] Bebek Goreng Solo Mbak Ririn, Spesial Sambal Korek
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kami bukan pecinta kuliner sejati, jadi harap maklum bahwa postingan kami tentang kuliner tidak banyak. Namun sebagai pengunjung tempat makan, kami pasti akan membagikan rekomendasi apa yang kami makan apabila itu meyakinkan bahwa makanan di sana enak. Seperti postingan kuliner berikut ini.
Sudah beberapa kali kami mengunjungi Tempat Makan Mbak Ririn yang letaknya berada di jalan Arteri Soekarno Hatta No.45 ini, namun baru kali ini kami mempostingnya di blog dotsemarang.
Kalau ke sini, paling sering pada saat jam makan siang. Namun pernah juga sekali pada saat makan malam. Tidak ada bedanya sebenarnya, hanya saja tergantung perut. Kalau sangat lapar, jam berapapun makan di sini selalu terasa nikmat.
Tetap milih ayam meskipun hidangan utamanya bebek
Kalau kamu penyuka ayam goreng dan belum pernah ke sini, mungkin tempat ini bisa dicoba. Dihidangkan dengan suhu panas, sebenarnya rasa ayam semuanya sama. Tapi tempat makan ini punya sambal spesial yang membuat kami lahap memakannya.
A post shared by semarangmakan (@kulinerdotsemarang) on
Ya, sambal korek. Untuk kamu yang tidak menyukai sambal pedas, kamu bisa mengakalinya dengan menambahkan kecap. Daging yang panas bercampur sambal korek saat sudah beberapa kali kami masukkan ke mulut, tanpa terasa sudah membuat keringat kami bercucuran. Begitulah sensasinya.
Selain menu yang kami pesan, terkahir kami mengunjunginya ke sini akhir bulan Juli 2017, menunya semakin beragam. Kamu bisa lihat sendiri gambar paling pertama dipostingan ini.
Harga
Bicara harga sebenarnya tergantung siapa yang makan di sini. Kami tidak bisa menyamaratakan semua pengunjung. Namun untuk sekedar mengukur harga saja, mungkin harga es teh manis di sini yang berkisar 3 ribu rupiah bisa mewakili harga lainnya.
Info tempat makan Mbak Ririn :
Alamat lengkap : jl. Arteri Soekarno Hatta No.45.A Semarang
Telpon : 081215800333-081325638899
BBM : 5F8BED41
...
Kami harap tambahan postingan kuliner ini bisa berguna buat kamu yang mencari tempat makan di Semarang, meski kami tahu saat ini rekomendasi di Instagram sudah banyak. Selamat menikmati.
Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, linimasa media sosial mendadak dipenuhi oleh unggahan tentang World Bicycle Day atau Hari Bersepeda Sedunia . Uniknya, informasi ini justru pertama kali kami temukan saat sedang asyik berselancar di Threads—platform yang belakangan ini terasa lebih acak, organik, tapi punya rasa lokal yang sangat kuat. Beda cerita dengan linimasa X (Twitter) kami yang sudah telanjur "terpolusi" secara positif oleh obrolan dunia bola, sehingga kabar-kabar seputar lifestyle dan hari peringatan global seperti ini sukses tenggelam tanpa jejak. Kemana Saja Kami Selama 14 Tahun Ini? Membaca riuhnya ucapan selamat di media sosial, jujur saja, ada rasa terkejut yang menggelitik. Bagaimana tidak? Kami sudah aktif mengayuh pedal menyusuri jalanan dan berbagai sudut kota selama 14 tahun terakhir. Bagi kami, sepeda bukan lagi sekadar alat olahraga atau rekreasi di akhir pekan, melainkan teman setia mobilitas harian dan saksi bisu perkembangan infrastruktur jalanan yang ka...
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI berjalan begitu cepat. Sadar akan kebutuhan dunia kerja yang makin dinamis, ASUS Indonesia resmi mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersial mereka. Langkah ini mempertegas komitmen mereka dalam menghadirkan ekosistem PC AI yang solutif untuk skala bisnis. Kabar ini disampaikan melalui rilis resmi bertajuk Press Release 'ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial' yang kami terima akhir bulan Mei kemarin (29/5). Mulai sekarang, teknologi cerdas tersebut sudah bisa dinikmati di laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Langkah ini semacam jadi jawaban ASUS untuk membantu perusahaan menyeimbangkan antara performa kerja yang tinggi dan efisiensi biaya saat menerapkan aplikasi AI generatif. Kenapa Harus AI Hybrid? Selama ini, banyak perusahaan mengandalkan sistem berbasis cloud murni untuk menjalankan program AI ...
Meninggalkan bulan Mei, kami teringat akan dua momen banjir di lokasi yang sama yang sempat kami alami. Menariknya, kedua momen ini seperti memiliki ikatan tersendiri karena terjadi pada tanggal yang sama-sama memiliki unsur angka 2. Momen pertama terjadi saat kami pulang meliput kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) , dan momen kedua ketika kami sedang menuju sebuah acara di Rumah Sakit Telogorejo (SMC). Jika tidak mengalaminya secara langsung, kami mungkin tidak akan pernah tahu kalau ruas Jalan Kartini—mulai dari tikungan Jalan MT Haryono hingga sebelum jembatan Kartini—termasuk wilayah yang rawan tergenang air apabila hujan deras mengguyur dalam durasi yang lumayan lama. Kejadian ini seolah kembali memperkuat branding "Semarang Kota Banjir", sebuah topik yang pada musim penghujan kemarin begitu santer dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Padahal, jika ditarik benang merahnya, Jalan Kartini dan genangan air merupakan cerita klasik yang terus ber...
Siapa sangka pengalaman mengecek saldo kartu e-money di Uptown Mall Semarang beberapa minggu lalu menjadi cerita seru yang menggelitik untuk diingat kembali. Ternyata, urusan digitalisasi di fasilitas umum seperti ini tidak selamanya langsung dipahami semua orang. Bukan kami saja yang sempat kebingungan, apakah kamu juga pernah merasakannya? Ceritanya, hari itu kami baru saja sampai di Uptown Mall Semarang yang berlokasi di kawasan BSB City dengan menumpang ojek online (ojol). Keputusan naik ojol ini diambil karena waktu yang sudah mepet dengan jadwal sebuah event yang ingin kami kejar. Rencananya, untuk perjalanan pulang nanti, kami ingin naik bus Trans Semarang saja biar lebih hemat. Alasan Mengapa Harus Cek Saldo di Mesin ATM Salah satu alasan terbesar mengapa kami harus melakukan cek kartu e-money secara manual sore itu adalah karena smartphone yang kami miliki saat ini belum mendukung fitur NFC ( Near Field Communication ). Bagi pemilik ponsel tanpa NFC, mengetahui sisa saldo...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Comments
Post a Comment