Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Tempat Makan] Bebek Goreng Solo Mbak Ririn, Spesial Sambal Korek
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kami bukan pecinta kuliner sejati, jadi harap maklum bahwa postingan kami tentang kuliner tidak banyak. Namun sebagai pengunjung tempat makan, kami pasti akan membagikan rekomendasi apa yang kami makan apabila itu meyakinkan bahwa makanan di sana enak. Seperti postingan kuliner berikut ini.
Sudah beberapa kali kami mengunjungi Tempat Makan Mbak Ririn yang letaknya berada di jalan Arteri Soekarno Hatta No.45 ini, namun baru kali ini kami mempostingnya di blog dotsemarang.
Kalau ke sini, paling sering pada saat jam makan siang. Namun pernah juga sekali pada saat makan malam. Tidak ada bedanya sebenarnya, hanya saja tergantung perut. Kalau sangat lapar, jam berapapun makan di sini selalu terasa nikmat.
Tetap milih ayam meskipun hidangan utamanya bebek
Kalau kamu penyuka ayam goreng dan belum pernah ke sini, mungkin tempat ini bisa dicoba. Dihidangkan dengan suhu panas, sebenarnya rasa ayam semuanya sama. Tapi tempat makan ini punya sambal spesial yang membuat kami lahap memakannya.
A post shared by semarangmakan (@kulinerdotsemarang) on
Ya, sambal korek. Untuk kamu yang tidak menyukai sambal pedas, kamu bisa mengakalinya dengan menambahkan kecap. Daging yang panas bercampur sambal korek saat sudah beberapa kali kami masukkan ke mulut, tanpa terasa sudah membuat keringat kami bercucuran. Begitulah sensasinya.
Selain menu yang kami pesan, terkahir kami mengunjunginya ke sini akhir bulan Juli 2017, menunya semakin beragam. Kamu bisa lihat sendiri gambar paling pertama dipostingan ini.
Harga
Bicara harga sebenarnya tergantung siapa yang makan di sini. Kami tidak bisa menyamaratakan semua pengunjung. Namun untuk sekedar mengukur harga saja, mungkin harga es teh manis di sini yang berkisar 3 ribu rupiah bisa mewakili harga lainnya.
Info tempat makan Mbak Ririn :
Alamat lengkap : jl. Arteri Soekarno Hatta No.45.A Semarang
Telpon : 081215800333-081325638899
BBM : 5F8BED41
...
Kami harap tambahan postingan kuliner ini bisa berguna buat kamu yang mencari tempat makan di Semarang, meski kami tahu saat ini rekomendasi di Instagram sudah banyak. Selamat menikmati.
Semua barang yang dibawa, seperti hape, tas dan lainnya dilarang dibawa masuk ke dalam. Ada loker yang disediakan, barang ditaruh di sana semuanya. Ini adalah peraturan yang diberitahukan kepada kami sebelum tur dimulai oleh tur guide saat kunjungan tempat kedua Jalur Rempah Tour 2023. Perjalanan kami dilanjutkan di sini usai kunjungan ke Pabrik Rokok Praoe Lajar . Rombongan peserta harus naik 2 bus mini untuk menuju Oema Herborist yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan. Tempat yang rasanya pernah kami kunjungi beberapa tahun silam, entah kenapa kami lupa dan tidak menuliskannya saat itu. Tur Pabrik Herborist Merek Herborist tentu bagi sebagian besar orang, khususnya perempuan mengenal produk perawatan kecantikan rasa lokal ini yang brandingnya kuat dengan natural dan herbal. Mungkin ini yang jadi alasan penyelenggara memasukkan Oemah Herborist dalam lawatannya untuk tur jalur rempah ini. Kami sebagai peserta sih, ya ikut-ikut saja karena pengalaman berkunjung pasti akan s...
Transformasi yang begitu cepat ini melahirkan pertanyaan yang beberapa waktu lalu sempat kami abaikan: “Kenapa di mesin pencarian Google sekarang ada tombol Mode AI, padahal Google sendiri sudah punya aplikasi Gemini yang berdiri sendiri? Bukankah mereka adalah barang yang sama?” Jujur saja, di awal kemunculannya, fitur baru ini sempat membuat kami bingung. Mengapa Google repot-repot membuat dua pintu untuk hal yang rasanya mirip? Setelah mencobanya berulang kali untuk menemani aktivitas harian dan hobi menulis, kami baru menyadari bahwa meski "otak" di baliknya sama, keduanya mengenakan seragam yang berbeda di lapangan. Aspek aksesibilitas juga memengaruhi cara pandang ini. Sebagai pengguna laptop Chromebook , tentu pilihan pertama kami jatuh pada Gemini karena fiturnya langsung disediakan oleh sistem. Apalagi saat menyalakan perangkat, pintasan Gemini sudah bertengger manis di system bar . Keberadaannya sangat memudahkan mata kami untuk mengaksesnya secara instan tanpa haru...
Stadion Citarum yang terletak di kawasan Bugangan, Semarang Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu hub sepak bola lokal yang paling dinamis. Setelah bertahun-tahun hanya bisa kami lewati saat bersepeda pagi, kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer di dalam stadion akhirnya datang pada Kamis malam, 14 Mei 2026 kemarin, berkat agenda rutin komunitas yang kami ikutin. Sebagai stadion pertama di Indonesia yang mengadopsi rumput sintetis berstandar FIFA sejak awal 2020, Citarum selalu memantik rasa penasaran bagi siapa saja yang terbiasa bermain di lapangan amatir atau mini soccer komersial. Namun, bagaimana rasanya saat benar-benar merumput di bawah mistar gawang stadion legendaris ini? Berikut ulasan komparatifnya. Karakteristik Rumput Sintetis: Padat dan Keset Bagi pemain yang terbiasa dengan lapangan mini soccer modern—seperti di kawasan Barito—hal pertama yang akan dirasakan adalah perbedaan tekstur lapangan. Lapangan mini soccer umumnya menggunakan jenis rumpu...
Semenjak kabar peralihan armada BRT Trans Semarang menuju bus listrik mulai berembus, kami selalu penasaran dengan kelanjutan informasinya. Beruntung, sebuah acara menarik hadir dan menjadi momen berharga bagi kami untuk menggali lebih dalam seputar perkembangan transportasi di Kota Atlas. Sebuah forum diskusi bermutu yang hampir saja kami lupakan ke dalam draf, padahal kami sempat hadir langsung di sana. Semua bermula di bulan Februari 2026. Saat pamflet acara bertajuk "Elektrifikasi Trans Semarang: Jalan Menuju BRT Ramah Lingkungan & Tangguh Iklim" lewat di beranda Instagram, kami tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri. Bersyukur, kami lolos kurasi dan berkesempatan menjadi salah satu peserta yang hadir pada Sabtu siang, 14 Februari 2026. Awalnya kening kami sempat berkerut melihat lokasi acaranya. Tempatnya terbilang baru dan belum pernah kami datangi sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sayangnya, kali ini kami tidak memilih opsi bersepeda—yang...
Kami pernah menulis tentang tren fotografer di Car Free Day (CFD) Semarang, khususnya di kawasan Simpang Lima pada tahun 2025 lalu. Jika saat itu fokus kami lebih pada kehadiran mereka yang menjamur, nah di tahun ini, perhatian kami justru tercurah pada perangkat wajib yang mereka pangku di jalanan: laptop. Tulisan ini sebenarnya sedikit terinspirasi dari ulasan laptop ASUS ExpertBook Ultra yang beberapa hari kemarin sudah kami publikasikan. Terutama mengenai bagaimana sebuah laptop bersasasis super ringan dengan berat kurang dari 1 kg mampu memberikan performa maksimal untuk produktivitas. Meskipun harus diakui, harga laptop flagship tersebut mungkin terasa kurang masuk akal jika hanya digunakan untuk aktivitas fotografer jalanan di CFD. Namun, esensi tentang mobilitas dan efisiensi di atas aspal itu sangatlah nyata. Survei Kecil di Atas Aspal Simpang Lima Saat kembali menyusuri riuhnya CFD pada Minggu lalu (10/5/2026), kami sempat mengamati dari dekat dan berbincang santai dengan...
Comments
Post a Comment