Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Berkenalan Dengan Blus Community
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Blus sendiri diambil dari singkatan bloger Asus. Nama ini untuk mewakili bloge-bloger yang tergabung dalam daftar hadir setahun lalu, tepatnya acara di Bali bulan September 2016. Kami beruntung bisa bergabung di dalamnya. Mari berkenalan dengan mereka, berikut ini.
Blus Community merupakan wadah yang diberikan Asus Indonesia yang berisikan bloger dari seluruh Indonesia untuk membantu mereka mempromosikan berbagai aktivitas seperti campaign, launching produk dan sebagainya.
Memang tidak semua bloger ada di sana, kami hanya sedikit beruntung saat mendapat rekomendasi dari sesama rekan bloger dari kota Semarang. Dan bila mengingat kebersamaan tiap bertemu dalam sebuah acara, kami tak lupa untuk berterima kasih tentunya.
Komunitas ini tidak selalu bertemu, namun sekali bertemu banyak hal seru yang bisa diceritakan. Tentu, seperti komunitas-komunitas pada umumnya. Mereka pun sangat eksis di grup chat sosial. Dan itu sangat membantu kami mendapatkan info terbaru dari Asus tentunya.
Video di atas diambil dari aktivitas Zenfinity 2017 yang diunggah oleh salah satu member blus, Mas Bocah. Kamu bisa menyimak beberapa testimoni beberapa bloger Asus di sana.
September 2016
Bila kami benar, maka tidak lama lagi, komunitas bloger Asus ini akan merayakan setahun kebersamaannya. Bulan tersebut kami mengingatnya sebagai momen saat acara di Bali, yaitu Zenvolution. Keseruan acara pada waktu itu, bisa kamu lihat di sini.
Sangat ramai dan seru, dan bisa dikatakan di sana adalah acara terbesar Asus untuk mengumpulkan kami dan bloger-bloger dari kota-kota lain yang ada di Indonesia.
Belajar dari cara Asus menangani bloger
Bukan hanya teknologi Smartphone yang mengalami evolusi untuk kenyamanan si penggunanya, bloger pun juga mengalami hal yang sama. Dari sekedar menulis blog, kini berevolusi menjadi buzzer yang memiliki pengikut yang tidak bisa dipandang remeh.
Asus mengerti bahwa perjalanan mereka di era serba media sosial saat ini, butuh bloger sebagai tangan panjang mereka dalam bidang promosi. Datang dari berbagai kota yang ada di Indonesia, Asus sangat baik menangai para bloger.
Ini di luar dari apa yang kamu lihat bahwa bloger yang menghadiri acara Asus mendapatkan sesuatu yang berharga dan keren. Seperti tulisan kami tentang kelebihan blogger yang dapat dimanfaatkan perusahaan, dan bahkan pemerintah pun juga yang terus menggandeng bloger.
...
Dari Semarang sendiri, selain kami, ada beberapa bloger dari komunitas Gandjel Rel yang turut tergabung. Lalu lainnya, ada yang memang cukup terkenal dikalangan Asus dan juga berasal dari Semarang.
Semarang, nih...
Sedangkan dari kota-kota lainnya di luar Jawa, ada kota dari Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan kota yang lupa kami sebutkan karena kelupaan. Namun sebagian besar, wajah-wajah bloger yang tergabung memang sudah sangat familiar buat kami di dunia perblogeran tanah air.
Bila kamu mengenal salah satu dari wajah-wajah mereka yang kami tempel di sini, tolong sebutkan lewat kotak komentar di bawah ini.
Foto cover (paling atas): Twitter/@Travelerien
*Kami berharap kebersamaan ini terus terjalin, mengingat masa komunitas krusial ada diangka 3 tahun. Dan bagi kami, komunitas yang bisa melewati 1 tahun setelah dibentuk, itu bisa dikatakan awet kebersamaannya. Ya, kami sangat berharap.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment