Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Comic 8 : Casino Kings
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga. Film lanjutan Comic 8 ini tayang secara nasional tanggal 15 Juli 2015. Meski begitu, film ini sudah dilaunching duluan di Jakarta. Sayang tidak di kota Semarang lebih dulu :) Berikut review singkatnya.
Tidak mengherankan jika film Comic 8 akan mendapatkan jumlah penonton yang besar di hari pertamanya. Kekuatan pasar yang saat ini dikuasai remaja membawa mereka merajai jumlah penonton dan diprediksi bisa mendapatkan satu juta penonton asal dapat bertahan hingga 1 bulan. Semua orang akan berharap untuk itu.
Sebelum menonton film ini diketahui dulu, bahwa film ini akan bersambung (Part 1). Jadi pastikan bahwa nonton film ini jangan berharap lebih.
Di Semarang, film ini dibuka di dua teater. Animonya sangat tinggi bila melihat antrian yang menunggu sebelum bioskop dibuka. Mulai dari anak-anak dan orang tuanya, remaja hingga dewasa. Keren deh.
.
Kekuatan efek
.
Dengan durasi 102 menit, kurang dari 2 jam, film besutan sutradara Anggi Umbara ini memang harus diacungi jempol. Pasar penonton di Semarang benar-benar tersihir untuk memenuhi kuota tempat duduk di bioskop Semarang. Bukan hanya Cinema XXI (Mall Ciputra) tapi juga di Bioskop E-Plaza.
.
Seperti biasa kekuatan efek pemain film ini yang sebagian besar adalah Comic Stand Up menjadi daya tarik tersendiri. Kali ini mereka berkolaborasi dengan banyak pemain senior yang begitu populer di jamannya. Seperti Barry Prima, George Rudy, Lidya Kandau, Willy Dozan dan lainnya.
Efek lainnya adalah tentang visualisasi yang biasa ditampilin dari film sebelumnya. Sangat wah, keren dan sepertinya penonton mudah menerima bila melihat kilas balik film Comic 8 sebelumnya.
Kekuatan cerita??
Jangan harap deh mendapatkan alur cerita menarik disini. Alur ceritanya diputar-putar mulu. Kebiasaan yang juga sudah dilakukan film sebelumnya. Dan paling nyebelin adalah film ini bersambung hingga februari 2016 (bener nggak sih). Kan ini part 1.
Namun jangan lupa siapa yang menjadi pemainnya. Dijamin ngakak abis deh melihat polah tikah mereka yang tiada henti membuat penonton sangat berisik alias tertawa.
.
Detail
.
Pada bagian pertama ini, ceritanya lebih besar. Bisa dilihat dari jumlah pemainnya yang bertambah. Para Comic diberi misi untuk mencari tahu dimana keberadaan The Kings yang identik dengan Casino.
Mereka bukan lagi berhadapan dengan polisi, tapi dunia judi yang berisi sarang mafia, jagoan dan buaya yang super raksasa. Mengapa ada buaya ini dihadirkan? Karena begitulah awal ceritanya yang pada akhirnya benang merahnya nyambung setelah mereka kembali kena pencucian otak seperti film sebelumnya.
...
Sambutan luar biasa film ini di Semarang seperti full tempat duduk dan dua bioskop adalah indikasi film ini sangat menarik dan menghibur. Apalagi libur lebaran, pasti tambah rame deh.
Selain masih dihuni nama-nama comic sebelumnya, kali ini mereka ditemani banyak comic lain, plus para pemain senior dan yang sedang naik daun seperti Yayan Ruhian.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Comments
Post a Comment