Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Comic 8 : Casino Kings
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Akhirnya yang ditunggu-tunggu hadir juga. Film lanjutan Comic 8 ini tayang secara nasional tanggal 15 Juli 2015. Meski begitu, film ini sudah dilaunching duluan di Jakarta. Sayang tidak di kota Semarang lebih dulu :) Berikut review singkatnya.
Tidak mengherankan jika film Comic 8 akan mendapatkan jumlah penonton yang besar di hari pertamanya. Kekuatan pasar yang saat ini dikuasai remaja membawa mereka merajai jumlah penonton dan diprediksi bisa mendapatkan satu juta penonton asal dapat bertahan hingga 1 bulan. Semua orang akan berharap untuk itu.
Sebelum menonton film ini diketahui dulu, bahwa film ini akan bersambung (Part 1). Jadi pastikan bahwa nonton film ini jangan berharap lebih.
Di Semarang, film ini dibuka di dua teater. Animonya sangat tinggi bila melihat antrian yang menunggu sebelum bioskop dibuka. Mulai dari anak-anak dan orang tuanya, remaja hingga dewasa. Keren deh.
.
Kekuatan efek
.
Dengan durasi 102 menit, kurang dari 2 jam, film besutan sutradara Anggi Umbara ini memang harus diacungi jempol. Pasar penonton di Semarang benar-benar tersihir untuk memenuhi kuota tempat duduk di bioskop Semarang. Bukan hanya Cinema XXI (Mall Ciputra) tapi juga di Bioskop E-Plaza.
.
Seperti biasa kekuatan efek pemain film ini yang sebagian besar adalah Comic Stand Up menjadi daya tarik tersendiri. Kali ini mereka berkolaborasi dengan banyak pemain senior yang begitu populer di jamannya. Seperti Barry Prima, George Rudy, Lidya Kandau, Willy Dozan dan lainnya.
Efek lainnya adalah tentang visualisasi yang biasa ditampilin dari film sebelumnya. Sangat wah, keren dan sepertinya penonton mudah menerima bila melihat kilas balik film Comic 8 sebelumnya.
Kekuatan cerita??
Jangan harap deh mendapatkan alur cerita menarik disini. Alur ceritanya diputar-putar mulu. Kebiasaan yang juga sudah dilakukan film sebelumnya. Dan paling nyebelin adalah film ini bersambung hingga februari 2016 (bener nggak sih). Kan ini part 1.
Namun jangan lupa siapa yang menjadi pemainnya. Dijamin ngakak abis deh melihat polah tikah mereka yang tiada henti membuat penonton sangat berisik alias tertawa.
.
Detail
.
Pada bagian pertama ini, ceritanya lebih besar. Bisa dilihat dari jumlah pemainnya yang bertambah. Para Comic diberi misi untuk mencari tahu dimana keberadaan The Kings yang identik dengan Casino.
Mereka bukan lagi berhadapan dengan polisi, tapi dunia judi yang berisi sarang mafia, jagoan dan buaya yang super raksasa. Mengapa ada buaya ini dihadirkan? Karena begitulah awal ceritanya yang pada akhirnya benang merahnya nyambung setelah mereka kembali kena pencucian otak seperti film sebelumnya.
...
Sambutan luar biasa film ini di Semarang seperti full tempat duduk dan dua bioskop adalah indikasi film ini sangat menarik dan menghibur. Apalagi libur lebaran, pasti tambah rame deh.
Selain masih dihuni nama-nama comic sebelumnya, kali ini mereka ditemani banyak comic lain, plus para pemain senior dan yang sedang naik daun seperti Yayan Ruhian.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Akhirnya, rencana proyek besar SR Land yang dulu sempat diumumkan tahun 2023 saat meresmikan bangunan baru Queen City Mall (baca artikelnya di sini ) resmi beroperasi pada pertengahan tahun 2025. Proyek yang ditunggu-tunggu itu tak lain adalah Somerset Queen City . Jujur saja, kami mengira hotel berkonsep apartemen ini bakal hadir berbarengan atau setidaknya tak lama setelah malnya diresmikan. Kami pun sempat berharap bakal dapat undangan resmi untuk mencicipi suasananya. Tapi sampai akhir tahun 2025 kemarin, harapan itu akhirnya terkubur. Alhasil, bulan Oktober lalu kami hanya bisa mengambil gambar tampak depan bangunannya yang megah saja. Tapi, meski nggak dapat undangan, rasa penasaran kami tetap tinggi untuk mengulik apa sih yang ditawarkan oleh hunian vertikal satu ini. Bukan Sekadar Hotel Biasa Banyak yang bingung, sebenarnya Somerset ini hotel atau apartemen? Jawabannya: Serviced Residence . Simpelnya, ini adalah "perkawinan" antara kenyamanan apartemen pribadi dengan ...
Sebenarnya, kami tidak berencana hadir di pameran temporer bertajuk "Potret Semarang dalam Bingkai Kartu Pos" yang digelar di Kota Lama ini. Namun, karena ada ajakan tur yang merupakan bagian dari rangkaian acara tersebut, akhirnya kami melipir juga. Siapa sangka, sebuah "ketidaksengajaan" justru membawa kami melihat sejarah Kota Lama lewat perspektif yang berbeda: media kartu pos lama. Acaranya sendiri berlangsung pada 19-26 Desember 2025 di Gedung Oudetrap. Karena titik kumpul tur berada di dalam ruang pameran, mau tidak mau kami pun hanyut dalam koleksi yang dipajang. Bukan Sekadar Foto Biasa Pameran ini terasa istimewa. Kita diajak melihat bagaimana rupa Semarang (yang dulu akrab disapa Samarangh ) di masa lalu. Mulai dari hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan hingga sudut-sudut jalanan era kolonial yang kini mungkin sudah berubah total fungsinya. Momen ini juga menjadi saksi peluncuran buku sejarah "Kartu Pos Samarangh" . Kabarnya, Semarang terpilih men...
Comments
Post a Comment