Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Semarang, Satu-satunya Kota di Asia yang Masuk CityBook



Jumat malam (25/10/2013), berlangsung acara peluncuran Citybook di Noeri's Cafe, Kota Lama. Semarang terpilih karena memiliki keunikan. Ada Kota Lama sebagai ciri peninggalan Belanda.

Mengutip dari linimasa yang beredar malam tadi, Semarang merupakan satu-satunya di Asia yang masuk Citybook. Khusus untuk peluncuran Semarang Citybooks, dibuat edisi cetak sebanyak 2.000 buku yang dibagikan secara gratis.

Seperti dikutip dari website shnews.co, "Semarang terpilih karena memiliki keunikan. Ada Kota Lama sebagai ciri peninggalan Belanda. Sebenarnya ada juga beberapa kawasan peninggalan Belanda di Indonesia, namun khusus di Semarang ada komunitas yang peduli terhadap Kota Lama. Untuk itulah lembaga dari Belanda dan Belgia (Flanders) memilih Semarang," kata Widjajanti yang akrab dipanggil Inge - Kepala Yayasan Budaya Widya Mitra, Semarang.

Terpilihnya Semarang, secara otomatis akan mengangkat nama ibukota Jateng ini. Bila sebelumnya kota ini belum begitu dikenal secara internasional, maka lewat Citybooks akan terpromosikan. Semarang Citybooks dibuat dalam empat bahasa: Bahasa Belanda, Inggris, Perancis, dan Indonesia.

"Isi Semarang Citybooks berupa cerita tentang Semarang, kemudian foto-foto, dan juga video berdurasi 24 menit karya Rizki Lazuardi. Video itu berisi kegiatan kota Semarang dan warganya selama 24 jam," kata Inge.

Semua isi video tentang predikat kota ini bisa dilihat di www.citybooks.eu/en/ml/steden/p/detail/semarang. Sementara foto-foto dibuat oleh Dadang Pribadi yang menceritakan soal Semarang juga. Ada 24 foto.

Isi lainnya adalah soal cerita tentang Semarang. Ada lima penulis. Satu berasal dari Belanda, satu dari Flanders (Belgia), dan tiga dari Semarang. Mereka adalah Boke Billliet, Gustaaf Peek, Candra Dewi Dian Puspitasari, Triyanto Triwikromo, dan Tubagus P Svarajati.

Saat kami mengutip website resmi CityBook, laman menampilkan berbagai informasi yang menarik. Anda dapat mengunjunginya disini. Semoga dengan adanya CityBook, yang biasanya mengangkat kota-kota yang punya predikat kebanyakan dari Eropa, kemudian disusul Afrika, dan Amerika, Semarang lebih dikenal lagi didunia.

Gambar : Twitter
Referensi : shnews.co

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape