Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Kota Lama Bergelora: Tilas Seni Semarang, Craftopia Heritage, dan Kresem Art Street di Pertengahan Mei 2025

Pertengahan Mei 2025, Kawasan Kota Lama Semarang tiba-tiba lebih riuh dari biasanya. Tiga acara keren—Tilas Seni Semarang, Craftopia Heritage, dan Kresem Art Street—hadir hampir bersamaan, bikin suasana makin hidup. Apakah ini semua terkait dengan perayaan Hari Jadi Kota Semarang ke-478? Yuk, kita ulas satu per satu!

Kota Lama yang Bergairah Kembali

Beberapa bulan terakhir, kami jarang nulis soal Kota Lama di blog ini. Bukan apa-apa, entah kami yang kurang ngeh atau memang sepi kegiatan. Kalau pun ada, biasanya cuma sekilas tahu dan terselip di antara agenda bulanan lainnya. 

Tapi, pertengahan Mei ini, Kota Lama seperti bangun dari tidur panjang. Tiga acara sekaligus hadir, bikin kawasan ini lebih ramai dan berwarna!

Tilas Seni Semarang: Perayaan Budaya di Rumah PoHan

Pertama, ada Tilas Seni Semarang yang digelar di Rumah PoHan, Jalan Kepodang, Kota Lama, dari 15-17 Mei 2025. Acara ini fokus pada pelestarian seni dan budaya Semarang, kemungkinan besar menyuguhkan perpaduan seni tradisional dan kontemporer yang kental dengan identitas lokal.  

Dari info di akun Instagram @dewan.kesenian.semarang, acara ini memang bagian dari semarak Hari Jadi Kota Semarang ke-478. Kolaborasi apik dengan Universitas Semarang, Central Luzon State University Filipina, dan Alliance Française bikin acara ini terasa istimewa. 

Ada diskusi sastra, parade baca puisi, pemutaran film, dan banyak lagi. Yang bikin happy, masuknya gratis! Sayang, kami cuma bisa mampir di hari terakhir dan nggak sempat lihat semua keseruannya.  

Craftopia Heritage: Pameran Seni Rupa yang Megah

Selanjutnya, Craftopia Heritage, pameran seni rupa besar yang digelar oleh Maretha Hati Natara Foundation (MHNF) dengan dukungan Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan RI. Berlokasi di Gedung Monod Deph Huis & Co, Kota Lama, acara ini berlangsung dari 13-17 Mei 2025.  

Lihat full artikelnya di sini.

Dengan tajuk “Membendakan Warisan Budaya Tak Benda melalui Pasar Seni Rupa Berkelanjutan,” pameran ini melibatkan 70 mitra dari 39 kota di Jawa-Bali, menampilkan 1.723 karya seni! 

Mulai dari instalasi, patung, lukisan, komik, film, animasi, hingga performance art—semuanya ada. Tujuh tema besar diangkat, seperti sejarah pesisir Semarang, konservasi arsitektur kolonial, wayang on the street, Pasar Dugderan, lumpia Semarang, batik Semarangan, dan lafal khas warga Semarang.  

Tujuannya? Membangun ekosistem seni berkelanjutan, dorong ekonomi lokal, dan lestarikan budaya tak benda lewat riset dan edukasi. Kami yang mampir ke sini langsung takjub sama skala dan semangat acaranya!

Kresem Art Street: Seni Jalanan yang Bikin Semarang Hidup

Terakhir, Kresem Art Street, festival seni jalanan yang digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025, mulai pukul 16.00 di kawasan publik Kota Lama, seperti sekitar Gedung Monod Deph Huis & Co dan Jalan Kepodang. Acara ini penuh warna dengan mural, instalasi, pertunjukan seni jalanan, dan aktivitas komunitas yang merayakan kreativitas lokal.  

Lihat artikel full-nya di sini.

Sayangnya, saat kami datang usai menengok Craftopia Heritage, hujan mendadak turun! Padahal, acara sudah seru banget dengan fashion show di depan Gereja Blenduk yang ikonik. Meski basah-basahan, semangat seni jalanan ini tetap bikin kami kagum.

Bukan Bagian Resmi Hari Jadi, Tapi Tetap Semarak

Meski ketiga acara ini berlangsung dua minggu setelah puncak Hari Jadi Kota Semarang ke-478 (4 Mei 2025), hanya Tilas Seni Semarang yang secara eksplisit disebut terkait HJKS. 

Craftopia Heritage dan Kresem Art Street lebih terasa sebagai acara mandiri yang memanfaatkan gairah budaya di bulan Mei. Namun, dengan tema-tema lokal seperti batik Semarangan dan lumpia, ketiganya tetap memperkaya identitas budaya Semarang.  

Pemkot sendiri punya rangkaian HJKS yang meriah, seperti Semarang Night Carnival dan Soto Vaganza di awal Mei. Tapi, melihat Kota Lama hidup dengan tiga acara ini, rasanya seperti bonus perayaan yang nggak kalah seru!

Gairah Kota Lama yang Nggak Pernah Redup

Ketiga acara ini seperti satu rangkaian meski punya karakter masing-masing. Kota Lama kembali bergelora, bikin kami nggak sabar buat balik lagi. Ya, meski pulang kehujanan, pengalaman lihat langsung Craftopia Heritage dan Kresem Art Street jadi cerita seru buat ditulis.  

Di tulisan berikutnya, kami bakal ceritain lebih detail pengalaman kami di dua acara ini. Kalau kamu, sempat mampir ke salah satunya nggak? Ceritain dong di kolom komentar!  

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape

🚴 Car Free Day Simpang Lima Semarang Kembali Berdenyut: Persentase Keramaian Masih di Bawah 40 Persen?