Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Tren Wisata Tahun 2022

Bila membaca artikel di kompas.com yang dipublish tanggal 21 Januari 2022, tren wisata tahun 2022 masih sama dengan tren wisata tahun 2021. Kembali ke alam dan domestik masih akan menarik buat wisatawan. Siap mengatur strategi tahun ini?

Awal tahun, kasus Covid-19 dengan varian Omicron semakin bertambah. Padahal sudah berharap saat PPKM level 1 disematkan pada Kota Semarang, tahun 2022 adalah tahun kebangkitan.

Wisata alam terbuka

Kami beruntung, bulan Oktober 2021 kemarin diajak berpartisipasi kegiatan famtrip oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang untuk mengunjungi beberapa destinasi. Itu artinya daftar tempat wisata, khususnya di Kabupaten Semarang semakin bertambah di blog kami.

Hampir sebagian besar yang dikunjungi menawarkan alam dan rasa lokal. Cocok jadi referensi untuk dikunjungi bila ingin berwisata di Jawa Tengah.

Desa wisata disebut juga dalam artikel kompas yang artinya, para pelaku desa wisata harus bersiap untuk banyak menerima tamu tahun ini. 

Yang menarik juga, ada tren wisata yang populer disebut sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Ini adalah konsep berwisata yang ikut memperhitungkan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi setempat.

Destinasi baru

Makin ke sini, kita akan banyak melihat tempat-tempat baru yang dijadikan tempat wisata. Ini juga dampak dari wisatawan sekarang yang lebih rajin melakukan pencarian informasi sebelum bepergian.

Jadi acuan bagi para pelaku jika begitu. Promosi terus digencarkan, gunakan saluran media sosial dan selalu update perkembangan tempat wisata dengan beragam aktivitas.

Generasi Z juga akan berpengaruh tahun 2022, generasi ini selalu tergoda mengunjungi tempat baru. Ada sensasi tersendiri ketika menjadi yang pertama kalinya.

Sebelum menutup tulisan ini. Dalam kunjungan wisata, pengelola harus menawarkan sedikit petualangan untuk tempat yang mereka kelola. Karena dengan bertualang, orang-orang menyukainya.

Artikel aslinya bisa dicari dengan judul 'Tren Wisata Tahun 2022, Kembali ke Alam di Negeri Sendiri".

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali