Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

Image
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...

Ketika Online Tetap Butuh Offline

Meski kami bukan pengamat, melihat situs e-commerce yang beberapa waktu gencar menaruh promosi mereka seperti bendera partai di jalan-jalan, mau tidak mau kami ikut terpapar. Dalam pikiran kami, sebesar itu ternyata tetap butuh promosi offline.

Akhirnya kami tergelitik menulis ini, mengingat momennya kemarin sangat gencar situs belanja online memanfaatkan tanggal unik. Mulai dari 10/10, 11/11 hingga nanti 12/12. 

Kekuatan offline

Belajar dari cara pemasaran situs belanja online yang gencar promosi offline di jalan-jalan Kota Semarang, kami belajar bahwa sebesar apapun status online mereka, tetap saja butuh kekuatan offline.

Kota Semarang menurut hasil sensus penduduk tahun 2020, mengutip situs databoks.katadata.co.id yang dipublis 6/10/2021, memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,65 juta. Rinciannya, 818,44 ribu jiwa (49,5%) berjenis kelamin laki-laki dan 835,52 ribu jiwa (50,5%) perempuan.

Kami membayangkan, sebagian dari jumlah ini bila sering terpapar dengan promosi offline, tentu juga tertarik. Apalagi promosi yang dilakukan ditaruh (spanduk) di jalan-jalan yang super sibuk, seperti jalan Majapahit setiap pagi.

Yang besar aja melakukan

Situs jual beli online yang kami maksud adalah Tokopedia dengan keluarga barunya Gojek. Ini termasuk juga dengan layanan transportasi online yang juga sering meramaikan. 

Dari apa yang kami sebutkan, mereka adalah perusahaan-perusahaan besar yang punya nama sudah melanggeng internasional. Tidak ada yang salah mereka melakukan berbagai cara, khususnya promosi offline.

Seperti mereka saja melakukan, maka perusahaan atau pelaku usaha (UMKM) yang sedang merintis juga bisa meniru. Setidaknya terinspirasi bahwa promosi tetap jadi bagian penting dalam membangun bisnis. Jangan hanya fokus pada online, tapi juga offline.

Dukung lokal

Selain bagaimana cara mereka melakukan secara offline, tentang dukungan produk/pelaku usaha lokal juga menarik. Seolah peribahasa 'di mana bumi di pijak di situ langit dijunjung'  menjadi soul untuk kampanye setiap promosi mereka.

Kami senang bahwa mereka (baca situs e-commerce) ramah dengan lokal. Meski ujung-ujungnya masyarakat awam akan pergi ke tempat mereka (website, aplikasi dan saluran sosial).

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

🇮🇩 Menikmati Paket "Single Merdeka" Pagi Sore Kota Lama: Pengalaman Kuliner Padang Premium dengan Segala Kejutan Rasanya

Agenda Jateng Fair 2018

🏃‍♂️ GOR Tri Lomba Juang Tutup Sementara Hingga 18 Agustus 2026, Ini Alternatif Tempat Jogging di Semarang

💻 Pergeseran Chromebook ASUS: Dari Sektor Edukasi ke Lini Bisnis Komersial