Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Ikutan Talk Show Bareng Isabelle Boon di Tekodeko


Senin sore (19/9) bertempat di Tekodeko, Isabelle Boon mengisi acara yang diadakan di tempat di mana ia memamerkan hasil karyanya yang bisa Anda lihat di sini.

Siapa Isabelle, hingga dotsemarang mau menuliskannya di sini? Isabelle Boon adalah fotografer wanita asal Belanda yang berusia 44 tahun.

dotsemarang bertemu dengannya saat ia berbicara tentang pengalamannya terkait hasil karyanya di depan peserta yang hadir. Beberapa orang yang saya tahu merupakan para penggiat Kota Lama, termasuk budayawan. Lainnya ada dari mahasiswa.

Acara yang dipandu oleh pentolan komunitas Lopen, Yogi, memang kesannya lebih santai meski dikemas dengan talk show. Selama acara, Isabelle yang terus mencoba berbahasa Indonesia meski terpatah-patah ini lebih banyak berkomunikasi dengan peserta menggunakan bahasa Inggris.

Jadi mohon maaf, dotsemarang tidak banyak dapat menerjemahkan isi acara secara baik lewat postingan ini di sini.

Tapi untungnya, saya menemukan artikel dari suaramerdeka yang isinya kurang persis sama dengan pembahasan selama acara. Link originalnya bisa dilihat di sini.

Isabelle yang membawa 27 karya foto untuk dipamerkan bercerita tentang kehidupan diantara bangunan-bangunan yang nyaris roboh, tidak terawat, maupun upaya konservasi yang dilakukan di Kota Lama.

Seperti, aktivitas para penjual ayam di Jalan Kepodang, tawa anak-anak di antara tumpukan kain bekas, reruntuhan bangunan yang termakan usia dan rob, pengepul botol dan barang bekas.

Foto-foto yang dipamerkan dibuat beberapa bulan sebelumnya. Dia mendapat informasi tentang Kawasan Kota Lama di Semarang saat berada di Jakarta dan langsung berencana untuk mengunjunginya.


Isabelle menyadari, pada karya yang berhubungan dengan kemanusiaan (human interest), dia harus ”mendekat” pada mereka yang difoto. Karena itu, lulusan Hogeschool voor de Kunsten Utrecht tersebut berupaya sedekat mungkin dengan penghuni atau pemilik bangunan.

Pameran ini mengawali agenda serupa di Jakarta dan sekaligus peluncuran bukunya November nanti. Selain Kota Lama, Isabelle memang juga membuat foto di Kota Tua.

Artikel terkait :
...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

  1. Aishh keren yaa Isabelle peduli pada Semarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah.
      Semoga kita semua peduli dengan tempat yang kita tinggali

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

📸 Fenomena "Rebutan Konten": Ketika Tempat Baru di Semarang Tak Lagi Perlu Cari KOL

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

🧘 Mengintip Lantai 2 Cardea Semarang: Lebih dari Sekadar Studio Pilates Biasa

☕ Menikmati Sensasi Turkish Coffee di Horison Nindya Semarang