Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Bangkit
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film berdurasi 122 menit ini rilis secara nasional tanggal 28 Juli 2016. Yang menarik dari film yang dibintangi Vino G. Bastian adalah teknologi yang digunakan yaitu CGI (computer-generated imagery).
Penggemar Vino pasti tidak akan melewatkan film ketiganya sepanjang tahun 2016 (Wikipedia; Talak 3 & Super Didi). Lewat film Bangkit, Vino kembali keluar dari pakem aktingnya yang gokil. Film ini benar-benar serius dari awal hingga menjelang akhir. Jadi jangan harap ngeliat Vino membuat Anda tertawa sepanjang film.
Tema Bencana (disaster)
Tidak banyak film Indonesia yang menyuguhkan tema bencana, dan film produksi Oreima Films ini sepertinya yang pertama. Film ini sungguh dasyat dengan gambaran Jakarta tenggelam.
Saya sendiri saat menyaksikannya berada diantara dua sisi. Menerima dengan cara mengikuti alur cerita dan terkagum-kagum akan teknologi yang super dasyat menyerang Ibukota, dan satu sisi melihatnya sebagai buah karya yang secara realita itu hanya terjadi lewat film. Alias no real.
Cerita
Terlepas dari pernak-pernik yang dikemas dengan sangat baik, film ini punya 2 cerita menurut saya. Cerita pertama tentang keluarga dan satunya lagi tentang pasangan yang akan segera menikah tapi gagal. Semuanya berhasil dikemas dengan baik.
Dari awal, film ini sudah dibuat tegang. Banjir yang melanda Jakarta kali ini disertai badai yang digambarkan sangat dasyat. Bangunan banyak yang roboh, rumah tenggelam, jalan layang ambruk dan super dasyat lainnya.
Untunglah ceritanya kuat dikarakter keluarga Vino, sehingga sisi emosional yang diharapkan dapat keluar juga. Saya sangat suka dengan akting istri Vino dan anak-anaknya.
Cerita sebenarnya baru keluar saat beberapa karakter yang awalnya biasa tiba-tiba menjadi kunci. Karena mereka, Jakarta dapat diatasi dengan balutan cerita emosional diantaranya.
Pemain
Tentu, melihat pemeran utamanya adalah Vino yang berperan sebagai Addri, saya pasti menontonnya. Aktor yang sangat berpengalaman ini tidak diragukan lagi untuk mendalami sebuah peran disetiap film yang ia bintangi.
Tapi bukan mas Addri yang membuat saya terkesima dan mencuri perhatian di film Bangkit. Sosoknya jatuh pada istri Addri yang diperankan oleh Putri Ayudia. Wanita berusia 28 tahun ini berhasil membangkitkan sisi emosional yang didapat dari karakternya terutama mimik wajah manusia yang mengalami musibah.
Kehilangan anak sebagai seorang ibu dan menerima pergulatan batin bahwa suaminya yang begitu sibuk menyelamatkan orang lain, mau tidak mau membuat aktingnya lebih menarik buat saya.
Selain keluarga Addri, peran Deva Mahenra sebagai Arifin juga menarik. Aktor ini perlahan - lahan terus menancapkan aktingnya di layar lebar tanah air. Saya masih menunggu film selanjutnya, seperti apa karakter yang akan didapatnya kemudian.
Gagal menaklukkan penonton di Semarang
Menurut situs beritagar.id, film Bangkit menelan biaya total sekitar 12 milyar. Benar-benar proyek besar untuk film yang kali pertama mengangkat tema bencana.
"Ini film biayanya besar. Film termahal dari Oreima Films. Karena kita melibatkan banyak orang. Total hampir 800 orang secara keseluruhan," kata produser Reza Hidayat dilansir Warta Kota (28/5/2016).
Karena biaya besar ini, melihat pergerakan promosi film Bangkit yang begitu gencar tak heran melihatnya. Semua kanal media sosial sepertinya digunakan, promosi road show dibeberapa kota pun dilakukan dan disayangkan Semarang tidak didatangi.
Tayang perdana di Semarang, film ini ditonton kurang dari 30 penonton. Bahkan hingga jam kedua pun penonton tidak begitu besar antusiasnya seperti beberapa pekan sebelumnya.
Memang ini jadi tantangan tersendiri buat film Indonesia, mau yang biaya besar atau sedang. Saat ini, penonton yang biasa didominasi remaja tidak lagi meramaikan bioskop Semarang karena ini bukan hari libur. Jadi wajar, bila sepi penonton.
...
Secara keseluruhan film ini sangat menarik. Kofindo memberikan nilai 8 dari penghitungan 6-10. Film ini dijamin tidak membuat ngantuk karena sudah tegang dari awal hingga akhir.
Kapan lagi melihat ibukota Indonesia terendam banjir yang super dasyat? Apalagi tidak banyak film bertema seperti ini dibuat sineas Indonesia. Untuk yang pertama, film Bangkit akan menjadi pelopor film-film selanjutnya. Atau akan berhenti di sini saja. Semoga tidak.
Sebagai film berbiaya mahal, saya yakin mereka punya target 1 juta penonton. Target yang saat ini menjadi acuan karena banyak film Indonesia sekarang dengan mudah mendapatkannya.
Apakah film Bangkit mampu mendapatkannya? Ditopang aktor berpengalaman seperti Vino, teknologi yang keren, dan cerita yang memiliki kekuatan dikarakter tiap pemerannya, seharusnya bisa (mendapatkan 1 juta penonton).
Meski terdengar optimis, film Bangkit tidak mampu menarik perhatian penonton Semarang di jam perdana pemutaran. Saya pernah berucap pada teman-teman tentang film Indonesia ketika mereka mampu menaklukkan Semarang, filmnya pasti mendapat jumlah penonton besar.
Tapi itu hanya sebuah penyemangat saja, semoga tidak benar. Antusias penonton di Indonesia saat ini sedang memasuki momen yang luar biasa. Saya berharap film Bangkit mendapatkan momennya juga beberapa waktu kedepan, terutama akhir pekan besok.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Ekosistem kendaraan listrik ( electric vehicle ) di Kota Semarang kembali mendapat dorongan positif. Jika biasanya stasiun pengisian daya kendaraan listrik lebih sering ditemui di kawasan rest area jalan tol maupun pusat perbelanjaan, kini fasilitas tersebut juga mulai merambah area perkantoran perbankan di pusat kota. Akhirnya kami memposting ini di blog. Ini bukan konten promosi atau kerja sama berbayar. Kami benar-benar tidak sengaja melewati Jalan Pemuda, tepatnya depan Bank Jateng yang lagi ngadain acara Gebyar Fest 81 . Atribut promosinya sukses mengalihkan mata kami yang membuat akhirnya kami mampir melihat lebih dekat. Terakhir kami menulis tentang SPKLU di blog pada tahun 2023. Entah kenapa kami sudah jarang menuliskannya lagi, padahal event GIIAS Semarang selalu menghadirkan inovasi tentang pengisian kendaraan listrik di sana. SPKLU kedua di blog dotsemarang ini hadir dari Kantor Cabang Utama Bank Jateng, Jalan Pemuda Semarang . Kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik ...
Mengunjungi Queen City Mall Semarang di pertengahan September kemarin memberikan pengalaman tersendiri. Selain karena agenda mengamati kemeriahan Kirab Tiong Jiu Pek Gwee Cap Go di kawasan Pecinan, kami juga menyempatkan diri mampir ke mal yang lokasinya tidak jauh dari area budaya tersebut. Tujuan utama kami sebenarnya ingin melihat dari dekat pameran gadget TECHNOVERSE yang gelatannya sudah sempat kami ulas sebelumnya. Namun, suasana mal hari itu terasa jauh lebih hidup karena hadirnya aktivasi bernuansa dunia sihir: realme x Harry Potter Pop-Up Bus . Menghadiri tiga agenda event sekaligus dalam sehari memang cukup menguras energi. Beruntung, TECHNOVERSE dan Pop-Up Bus realme ini berada di satu titik lokasi yang sama. Momen ini memberikan gambaran menarik tentang bagaimana pengelola mal dan brand teknologi membaca peluang lalu lintas pengunjung di pusat Kota Semarang. Pembacaan Momentum dan Sinergi Acara di Queen City Mall Melihat keberadaan realme x Harry Potter Pop-Up Bus yang had...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Dunia per-Threads-an kembali menghadirkan pemandangan menarik yang sebenarnya bukan hal baru-baru amat dalam kampanye pemasaran digital. Platform media sosial berbasis teks besutan Meta ini mendadak jadi saluran alternatif yang paling menyita perhatian, termasuk bagi penyelenggara pameran otomotif sekelas GIIAS Semarang. Dulu, mengumpulkan content creator atau influencer untuk meliput acara pameran otomotif skala nasional di Semarang butuh energi ekstra. Tim public relations atau penyelenggara acara harus repot mendata nama, memantau tingkat engagement , mengirim surel penawaran satu per satu, hingga bernegosiasi rate card . Namun, itu cerita lama. Memasuki era media sosial serba instan, segalanya berubah drastis. Tengok saja bagaimana penyelenggara GIIAS Semarang memanfaatkannya untuk menjaring pasukan kreator lokal tanpa perlu bersusah payah. Dari Scouting Manual ke Open Call Instan di Threads Beberapa minggu sebelum perhelatan dimulai, akun resmi GIIAS Semarang hadir meramaikan l...
Kalau yang main film ini Reza Rahadian dan Dian Sastro, mungkin nggak ya tembus 1jt penonton?
ReplyDeleteKalau kedua orang itu masuk, karakternya berbeda lagi tentunya. Lagian, mereka pasti lebih mahal dan tidak mudah merekrut mereka bermain di sini. :)
DeleteBagusss,,,, smgt cgi Indonesia 👍
ReplyDelete