Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

🥛 Lama Tak Menyapa Boyolali: Dari Segarnya Tlatar ke Kelas Cerdas Digital XLSMART

Sudah cukup lama sejak terakhir kali kami menyematkan label 'Boyolali' di blog ini. Ingatan terakhir kami tentang Kota Susu ini masih tertuju pada sejuknya Ekowisata Taman Air Tlatar yang kami kunjungi pertengahan 2024 lalu. Ternyata, butuh waktu hampir dua tahun bagi kami untuk kembali mengulas cerita dari sana, meski kali ini sudut pandangnya bukan tentang wisata, melainkan tentang masa depan digital anak mudanya.

Baru-baru ini, sebuah informasi datang ke grup media Semarang yang kami ikuti mengenai langkah baru XLSMART (entitas baru hasil integrasi XL Axiata dan Smartfren). Bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, mereka menggelar Workshop Kelas Cerdas Digital di Boyolali. Menariknya, program ini membawa semangat "Teman Pintar"—sebuah inisiatif yang dulunya sangat lekat dengan komunitas Smartfren—yang kini jangkauannya terasa lebih luas dan masif pasca-merger.

Bukan Sekadar Akses, Tapi Soal Kompetensi

Bagi kami yang sudah belasan tahun berkecimpung di dunia konten, poin yang disampaikan Merza Fachys (Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART) terasa sangat realistis. Beliau menekankan bahwa kesenjangan digital sekarang bukan lagi soal ketersediaan jaringan semata, tetapi bagaimana akses tersebut dikonversi menjadi kompetensi, kreativitas, dan produktivitas.

Di Boyolali sendiri, program ini melibatkan sekitar 100 siswa dari lima sekolah, yaitu SMAN 1 Boyolali, SMKN 1 Boyolali, SMKN 1 Banyudono, SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, dan SMK Ganesha Tama Boyolali. Para siswa tidak hanya menerima materi, tetapi langsung memproduksi dan mempublikasikan konten kreatif berbasis potensi lokal. Pendekatan hands-on learning seperti ini yang kami rasa sangat efektif untuk mendorong anak muda daerah mengangkat keunikan tempat tinggalnya sendiri.

Warisan Smartfren yang "Naik Kelas"

Secara nasional, program Kelas Cerdas Digital (KCD) ini telah menjangkau lebih dari 50 kota/kabupaten dengan total peserta mencapai 25.640 siswa. Angka ini menunjukkan komitmen yang cukup masif dalam membangun talenta digital Indonesia.

XLSMART mengintegrasikan dua pendekatan utama:

  1. Gerakan Donasi Kuota (GDK): Perluasan akses internet ke 50 sekolah di seluruh Indonesia.

  2. Kelas Cerdas Digital: Penguatan kapabilitas melalui empat pilar (Digital Skills, Ethics, Safety, dan Culture).

Di Boyolali, lima sekolah yang terlibat juga menerima bantuan kuota secara simbolis, menyusul delapan sekolah lain yang sudah menerimanya saat perayaan ulang tahun pertama XLSMART di ICE BSD bulan April lalu.

Harapan untuk Kreator Lokal

Melihat antusiasme peserta seperti Nova Damayanti dari SMKN 1 Boyolali yang merasa wawasannya terbuka tentang teknologi konten, kami merasa optimis. Kita butuh lebih banyak kreator dari daerah yang memiliki keterampilan mumpuni agar narasi tentang Indonesia di jagat digital semakin beragam.

Langkah XLSMART mempertahankan program Teman Pintar adalah keputusan strategis yang patut diapresiasi. Ini membuktikan bahwa integrasi perusahaan besar tetap bisa menjaga kedekatan dengan komunitas yang sudah terbangun kuat sebelumnya.

Semoga setelah ini, bukan hanya Boyolali yang semakin "cerdas digital", tapi kota-kota penyangga lainnya di Jawa Tengah juga mendapatkan giliran serupa. Dan tentu saja, kami berharap tidak perlu menunggu dua tahun lagi untuk kembali menuliskan progres positif dari Kota Susu ini.

📝 Dokumentasi: XLSMART.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

🏮 Agenda Mooncake Festival 2026: Wajah Baru Pecinan Semarang dalam Kalender Pariwisata Kota

🏃‍♂️ Lintasan Lari GOR Tri Lomba Juang Semarang Resmi Dibuka Kembali

💻 Kirain Bebas Drama Pakai Chromebook, Ternyata Tetap Mesti Urusan Sama Kipas Laptop

💻 Kupas Tuntas ASUS No.1 Quality & Service Semarang: Dari Uji Durabilitas Zenbook hingga Garansi 3 Tahun