Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Hari Media Sosial 2021, Kehilangan Jati Diri ?

Akhirnya sebagian pengguna yang kami kenal mulai kehilangan jati diri, khususnya di media sosial semacam Twitter. Mereka sudah tidak peduli dan bahkan, sengaja melepaskan branding diri demi yang namanya kebebasan atau bahasanya 'bisa sambat'.

Bila tahun lalu kami melihat Twitter yang semakin personal, maka tahun ini kami mengangkat sisi akibatnya semakin personal. Rasanya kami sudah biasa sekarang melihat akun dengan foto profil yang berbeda dari image yang selama ini sudah dibangun. Termasuk akun-akun penggemar idol.

Melepaskan branding

Sebuah percakapan beberapa bulan lalu begitu ramai. Akun yang kami kenal dengan branding profesi mendadak diserang pengguna karena informasi yang dibagikan buat sebagian pengguna kurang berkenan.

Tak berapa lama, si pemilik akun mengubah image/branding dirinya tak lagi berbicara (tweet) atas nama profesinya. Murni pendapat pribadi. Padahal sebelumnya, si pemilik sudah berusaha mengklarifikasi akun pribadi berbeda dengan profesi.

Itu adalah salah satu saja bagaimana media sosial sekarang begitu riuhnya. Yang selama ini mungkin diam atau sekedar melihat, malah tertarik arus dan tergerus.

Mereka (sebagian) sudah tidak peduli dengan apa yang dibagikan selama itu dapat melepaskan pikiran untuk menghibur atau sekedar hiburan.

Dengan mengubah semua image/branding yang dulunya melekat, rasa aman tanpa dikontrol pengguna lain adalah jalan yang mereka ambil sekarang.

Selamat bermedia sosial

Bukan hanya mereka (sebagian), kami pun terkadang tergoda. Namun saat hampir mencoba, kami diingatkan kembali tentang siapa kami yang sudah membangun image dari dulu. Manusia, wajar melakukan kesalahan. Asal jangan berharap mengejar viral.

Untuk platform lain, kurang lebih sama. Tapi entah kenapa sorotan paling banyak yang kami lihat terdapat di Twitter. Mungkin karena algoritma Twitter berhasil memanipulasi pikiran kami. Entah, bagaimana denganmu?

Selamat bermedia sosial untuk kita semua. Mengatakan bijak membagikan posting rasanya sudah sering terdengar. Namun yang tetap untuk diingatkan, khususunya tahun 2021 ini di era yang semakin riuh, yaitu tetaplah bertanggung jawab.

Apapun yang dibagikan oleh akunmu adalah pikiranmu. Jadi jangan sampai melarikan diri dengan membawa berbagai alasan. Jangan ragu untuk meminta maaf, yang penting saling menghormati.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?