Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

#NgeShortsBareng : Berkenalan dengan Fitur YouTube Bernama Music Creator

Kami baru mendengar tentang program baru YouTube yang dinamakan 'Music Creator' atau kreator musik meski informasinya sudah ada sejak bulan September kemarin. Program ini akan memudahkan kreator untuk memonetisasi video panjang yang menggunakan musik populer.

Informasi ini kami dapatkan saat acara #NgeShortsBareng kemarin tanggal 15 Oktober di Hotel Aston Inn Pandanaran. Tentang acaranya bisa kamu lihat di sini.

Waktunya pembuat musik 

Ketika Shorts terus dinaikkan oleh YouTube, ternyata mereka juga punya program lain yang menguntungkan para musisi. Selama ini, baik pembuat konten dan pemilik lagu sering dirugikan karena persoalan hak cipta. 

Maka terobosan YouTube ini semacam menjembatani kepentingan Youtuber dan musisi. Mungkin kamu mengalaminya saat membuat video, eh karena lagunya kena klaim, pembayaranmu jadinya terhambat.

Dengan music creator, pengguna lebih mudah untuk memonetisasi video berdurasi panjang yang sedang populer karena aksesnya jadi legal. 

Sedangkan bagi musisi yang menciptakan lagu, mereka lebih leluasa untuk menghasilkan karya lewat YouTube. Musik mereka bukan saja terlindungi, tapi juga mendapatkan pembayaran sesuai ketentuan yang diberlakukan YouTube. 

Pembayaran

Mengutip kompas yang diterbitkan tanggal 23 September 2022, sistem pembayarannya dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

  1. Membeli lisensi
    Youtuber membayar lebih dulu musik yang akan digunakan. Dengan opsi ini, YouTuber bisa meraup seluruh pendapatan , sebagaimana pendapatan konten tanpa musik. Tentunya setelah dipotong komisi 45 persen untuk YouTube.
  2. Bagi hasil
    Bila tidak ingin membeli lisensi, youtuber bisa membagi pendapatan dengan pemilik lisensi lagu yang digunakan pada videonya.
Melansir The Verge, juru bicara YouTube, Susan Cadrecha mengatakan bahwa nantinya 55 persen pendapatan YouTuber akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah trek musik dalam video mereka.

Misalnya, apabila YouTuber hanya menggunakan satu trek, mereka akan mendapatkan 27,5 persen pendapatan. Beda hasil jika mereka menggunakan dua trek musik, maka mereka akan mendapatkan 18,3 persen dari pendapatan video tersebut. 

YouTube juga akan memberlakukan potongan lain untuk video, seperti biaya hak pertunjukan. Sisa pendapatan lainnya, akan diberikan ke pemilik lisensi musik.

Program ini tentunya jadi keuntungan bagi pembuat konten yang tidak perlu repot mencari musik yang bebas royalti untuk menghindari demonetisasi konten yang cuannya tertahan karena masalah musik.

Program ini belum sepenuhnya dirilis. Masih tahap uji coba dan Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mendapatkannya. Indonesia dan negara-negara lain mungkin baru tersedia pada tahun 2023. Mari kita tunggu saja.

Akses lewat YouTube Studio

Kami sempat melihat kehadirannya, namun saat artikel ini kami terbitkan, penampakannya sudah tidak ada lagi. Music Creator dapat diakses lewat YouTube Studio nantinya. Semacam katalog berisi lagu-lagu populer yang sudah berlisensi.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🚲 Evolusi Nyess di Semarang: Jajakan Sensasi Segar ala Gerobak Kekinian dengan Tagline "Segernya Sama, Serunya Beda"