Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

#NgeShortsBareng : Berkenalan dengan Fitur YouTube Bernama Music Creator

Kami baru mendengar tentang program baru YouTube yang dinamakan 'Music Creator' atau kreator musik meski informasinya sudah ada sejak bulan September kemarin. Program ini akan memudahkan kreator untuk memonetisasi video panjang yang menggunakan musik populer.

Informasi ini kami dapatkan saat acara #NgeShortsBareng kemarin tanggal 15 Oktober di Hotel Aston Inn Pandanaran. Tentang acaranya bisa kamu lihat di sini.

Waktunya pembuat musik 

Ketika Shorts terus dinaikkan oleh YouTube, ternyata mereka juga punya program lain yang menguntungkan para musisi. Selama ini, baik pembuat konten dan pemilik lagu sering dirugikan karena persoalan hak cipta. 

Maka terobosan YouTube ini semacam menjembatani kepentingan Youtuber dan musisi. Mungkin kamu mengalaminya saat membuat video, eh karena lagunya kena klaim, pembayaranmu jadinya terhambat.

Dengan music creator, pengguna lebih mudah untuk memonetisasi video berdurasi panjang yang sedang populer karena aksesnya jadi legal. 

Sedangkan bagi musisi yang menciptakan lagu, mereka lebih leluasa untuk menghasilkan karya lewat YouTube. Musik mereka bukan saja terlindungi, tapi juga mendapatkan pembayaran sesuai ketentuan yang diberlakukan YouTube. 

Pembayaran

Mengutip kompas yang diterbitkan tanggal 23 September 2022, sistem pembayarannya dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

  1. Membeli lisensi
    Youtuber membayar lebih dulu musik yang akan digunakan. Dengan opsi ini, YouTuber bisa meraup seluruh pendapatan , sebagaimana pendapatan konten tanpa musik. Tentunya setelah dipotong komisi 45 persen untuk YouTube.
  2. Bagi hasil
    Bila tidak ingin membeli lisensi, youtuber bisa membagi pendapatan dengan pemilik lisensi lagu yang digunakan pada videonya.
Melansir The Verge, juru bicara YouTube, Susan Cadrecha mengatakan bahwa nantinya 55 persen pendapatan YouTuber akan dibagi secara proporsional berdasarkan jumlah trek musik dalam video mereka.

Misalnya, apabila YouTuber hanya menggunakan satu trek, mereka akan mendapatkan 27,5 persen pendapatan. Beda hasil jika mereka menggunakan dua trek musik, maka mereka akan mendapatkan 18,3 persen dari pendapatan video tersebut. 

YouTube juga akan memberlakukan potongan lain untuk video, seperti biaya hak pertunjukan. Sisa pendapatan lainnya, akan diberikan ke pemilik lisensi musik.

Program ini tentunya jadi keuntungan bagi pembuat konten yang tidak perlu repot mencari musik yang bebas royalti untuk menghindari demonetisasi konten yang cuannya tertahan karena masalah musik.

Program ini belum sepenuhnya dirilis. Masih tahap uji coba dan Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mendapatkannya. Indonesia dan negara-negara lain mungkin baru tersedia pada tahun 2023. Mari kita tunggu saja.

Akses lewat YouTube Studio

Kami sempat melihat kehadirannya, namun saat artikel ini kami terbitkan, penampakannya sudah tidak ada lagi. Music Creator dapat diakses lewat YouTube Studio nantinya. Semacam katalog berisi lagu-lagu populer yang sudah berlisensi.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?