Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

[Event] Nyebar, Nyekrek Nyeket Bareng

Kami baru tahu ada peringatan Bulan Menggambar yang ditetapkan tiap bulan Mei dan tanggalnya berbarengan Hari Jadi Kota Semarang dan Hari Pendidikan Nasional. Acara ini pun dilaksanakan dalam rangka momen peringatan tersebut.

Akhir pekan kemarin atau Sabtu, tanggal 14 Mei 2022, kami turut hadir acara NYEBAR (Nyeket Nyekrek Bareng) yang tempatnya berada di kawasan Balai Kota Semarang. 

Dari nama acaranya saja, mudah ditebak, ini penyelenggaranya komunitas Semarangan, yaitu Semarang Sketchwalk. Beberapa wajah sangat familiar buat kami.

Lalu, ada Komunitas Fografer Semarang (KFS) yang juga turut andil memeriahkan. Kami pikir kolaborasi keduanya sudah cukup untuk alasan kami datang yang begitu lama tidak mengikuti kegiatan mereka.

Ternyata, masih ada komunitas lain yang berpartisipasi untuk mendukung acara ini. Mengutip dari website onlinekoe.com, komunitas lainnya tersebut adalah Kolcai Chapter Semarang, Arsisketure, ISAI UIN, komunitas Raden Saleh, Pakarti, USK Semarang, Gold Pencil, serta didukung Forum Drawing Indonesia dan Art Semarang.ed. 

Banyak juga ternyata, sudah lama sekali kami tidak menulis tentang komunitas yang biasanya sering ditemui di Kota Lama. Sepertinya kami butuh pembaruan data.

Menjual Kota dengan Seni

Ternyata ada alasan kenapa titik kumpulnya ditaruh di salah satu ruang Balai Kota. Sebenaranya ada Wali Kota yang akan membuka acara, namun karena ada kegiatan lain juga, acara diwakilkan pejabat lainnya.

Menurut perwakilan Pemkot Semarang, acara ini sangat diapresiasi. Apalagi sudah lama tidak berkegiatan dan juga ini acara kolaborasi yang menarik untuk dilakukan.

Lewat acara ini, mari menjual Kota Semarang lewat seni kata beliau lagi. Dan satu pesan yang membekas diingatan kami sebelum beliau turun dari meja adalah Kota Semarang ramai, tidak sepi.

3 tempat wisata

Kami sangat kurang persiapan untuk acara ini, dan tujuan kami mengikuti juga hanya sekedar meramaikan. Bayangan kami, peserta yang dibagi tiga kelompok ini nantinya akan pergi bersama-sama atau ada transportasi disediakan atau jalan kaki. Ternyata masing-masing. Langsung kena mental karena ke sini naik ojek online. 😅

Ya, 3 kelompok ini akan menyesuaikan urutas absensi untuk mendatangi 3 tempat wisata yang sudah diberitahukan saat kembali registrasi. Ada Kota Lama, Masjid Kauman dan Klenteng Tay Kak Sie. 

Kami sendiri tidak mengikuti kegiatan sampai selesai. Sudah payah (baca capek) duluan. Saat kami tinggal acara masih berlangsung dan selesai dari sini (Klenteng), peserta kembali ke Balai Kota lagi.

...

Salah satu peran komunitas dalam mengenalkan potensi Kota adalah berkegiatan atau acara. Acara NYEBAR ini adalah bagaimana komunitas mengambil peran tersebut. 

Dengan semakin lebih dikenal lagi, khususnya wisata, ini berdampak juga turut menaikan perekonomian masyarakat lebih baik juga.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

⚡ Wajah Baru Sudut Brigjend Katamso: Saat Lokasi Strategis Menjadi Saksi Evolusi Elektrik

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🥐 Toko Kue Gambang: Antara Ganjel Rel Modern dan Riuh Media Sosial