Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

5 Prediksi Media Sosial 2014 Via Blog Hooutsuite


Apa yang Anda pikirkan tentang media sosial ditahun 2014? Menurut blog hootsuite, salah satu aplikasi media sosial, mereka menuliskannya sekitar 5 tulisan yang ditulis langsung oleh para petinggi mereka. Apa saja?


1. Manajer Media Sosial akan berkurang dan bahkan mati


Semenjak media sosial begitu menggoda banyak orang termasuk perusahaan skala besar dan kecil, banyak sekali pekerjaan baru yang berhubungan dengan media sosial. Salah satunya manajer media sosial.


Tahun 2014 diprediksikan posisi ini akan berkurang. Ini bukan karena media sosial mengalami penurunan tetapi lebih rasa tanggung jawab dari setiap orang yang ada ditempat kerja. Contohnya, saat ini ada 13 lebih pekerjaan di indeed.com yang melibatkan penggunaan media sosial.


Selain itu, sebuah studi baru-baru ini Deloitte, menunjukkan bahwa media sosial sudah banyak digunakan oleh berbagai departemen di seluruh organisasi, pemasaran (78 persen yang menggunakannya), IT (64 persen), penjualan (63 persen), dan layanan pelanggan ( 62 persen). Dan herannya, beberapa divisi lain seperti operasi (46 persen), supply chain operations (36 persen), risk managem (35 persen) dan keuangan (28 persen) telah mengadopsi media sosial untuk bisnis.


Jadi pada tahun 2014, jika Anda bekerja sebagai pengelola media sosial sebuah perusahaan maka carilah waktu luang untuk beristiraha. Karena banyak perusahaan telah mengakui kemampuan media sosial sebagai aset bagi seluruh karyawan mereka.


Sedangkan para pengelola atau manajer media sosial kedepannya akan menjadi ahli digital berpengalaman, berbagi kepada banyak orang maupun organisasi mereka.


2. Sekolah-sekolah Fokus ke Media Sosial Sebagai Aset bukan Kewajiban


Ada yang menarik dari dunia pendidikan saat ini. Dampak media sosial saat ini benar-benar mempengaruhi pendaftaran sebuah perguruan tingginya kelak.


Kita semua telah mendengar cerita dari perekrut memeriksa profil sosial kandidat dan menolak mereka karena apa yang mereka lihat. Dan survei baru-baru ini oleh Kaplan Prep Test, menunjukkan bahwa hampir sepertiga dari petugas penerimaan perguruan tinggi sekarang melihat profil media sosial pelamar untuk belajar lebih banyak tentang mereka.


Dan buruknya yang didapat, hampir 30 persen dari mereka melaporkan bahwa apa yang mereka lihat secara online sebenarnya banyak melihat medampak negatif prospek pelamar. Sebagai kemampuan media sosial menjadi kompetensi inti di tempat kerja, peningkatan jumlah siswa dan dan kandidat akan ditolak jika mereka tidak memiliki sesuatu yang menarik dan profil sosial yang relevan.


Selanjutnya >>> 2 | 3 | 4


...


Konta kami via email : dotsemarang [at] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu