📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026
Meski ramai diperbincangkan di media sosial dan kalangan anak muda akhir-akhir ini, Pasar Johar seakan masih belum berjodoh dengan kami. Padahal hadirnya gerai-gerai kopi kekinian dan sentra kuliner baru di sana jelas sangat menarik untuk diulas di blog dotsemarang. Apakah kami harus menunggu momentum dulu?
Terakhir kami menulis tentang Pasar Johar adalah saat Toko Kue Gambang ramai dibicarakan pada bulan Mei lalu. Setelah itu, Pasar Johar praktis hanya menjadi bangunan megah yang sekadar kami lewati tiap kali melintas di kawasan tersebut.
Momentum yang Ditunggu
Momentum yang ditunggu ternyata datang juga pada pertengahan Agustus kemarin. Saat itu kami mengikuti aktivitas walking tour bertajuk 'Gang Menyapa Sejarah Bercerita' yang diadakan oleh Nyetrit Wengi, Sabtu (22/8/2026).
Kunjungan ke bagian dalam Pasar Johar justru terjadi setelah acara usai. Beberapa rekan mengajak kami untuk melepas dahaga dengan menikmati Es Gempol yang berada di dalam area pasar.
Dari sesi kulineran santai itulah, inspirasi mendadak muncul. Kami pun bergegas memotret suasana di sekitar tempat kami duduk menikmati Es Gempol
Saat mulai melangkah mengitari sekeliling lokasi, suasana siang itu tampak sangat ramai
Dari daftar tersebut, bercokol sejumlah nama kuliner lokal yang sudah tak asing lagi bagi warga Kota Semarang
Eksotisme Berpadu dengan Kelezatan
Entah sejak kapan penataan sentra kuliner di lantai atas ini mulai diresmikan
Kini, Pasar Johar Tengah memiliki daya pikat baru bagi siapa saja yang ingin beromantisme dengan sejarah. Struktur atap bentang dan pilar-pilar beton yang kokoh khas bangunan Johar masih terlihat begitu menonjol, menghadirkan gestur ruang pasar bersejarah yang lapang dan ikonik.
Bagi pecinta sejarah Semarang, Pasar Johar diketahui mulai berkembang sejak tahun 1860, sebelum akhirnya dirancang secara modern oleh arsitek kenamaan asal Belanda, Herman Thomas Karsten, pada kurun waktu 1933 hingga 1937.
Perpaduan antara eksotisme arsitektur cagar budaya dan kelezatan sajian di sentra kuliner ini membuat Pasar Johar tidak hanya menjadi magnet bagi pemburu kuliner lokal, tetapi juga destinasi wisata sejarah yang wajib disinggahi di Semarang.
Untuk kunjungan pertama ini, kami sengaja belum membahas rasa kulinernya secara mendalam. Yang jelas, penataan di lantai 2 ini berhasil membuat suasana Pasar Johar terasa lebih rapi dan nyaman tanpa mengikis karakter bangunan aslinya.
Pengalaman mampir yang sangat menyenangkan. Semoga ada momentum lagi dalam waktu dekat agar kami bisa berkunjung ke sana, tempat rehat yang pas saat main ke kawasan Johar.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment