📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026
Ada kalanya semesta punya cara sendiri untuk merencanakan sesuatu. Awalnya, kami sama sekali tidak punya rencana untuk meremajakan smartphone tahun ini. Ponsel andalan yang lama terpaksa harus "pensiun" karena menemui ajalnya, sementara biaya perbaikannya terasa tidak masuk akal jika harus dikeluarkan. Sempat dipinjami ponsel cadangan oleh teman, tapi rasanya kurang leluasa karena perangkatnya sudah terlalu uzur.
Singkat cerita, keputusan berat diambil untuk meminang perangkat baru. Pilihannya jatuh pada sebuah smartphone 5G terjangkau yang kebetulan mendarat di tangan: Motorola Moto G45 5G. Tentu saja ada alasan tersembunyi di balik pembelian yang agak dipaksakan ini. Apalagi kalau bukan rasa penasaran tingkat tinggi untuk menjajal langsung seberapa ngebut jaringan 5G di Kota Semarang, setelah operator seluler seperti XL Axiata resmi memperluas jaringannya.
Maka, agenda uji coba pun dirancang. Lokasinya dipilih yang paling ikonik sekaligus paling padat di jantung Kota Semarang: kawasan Simpang Lima saat Car Free Day (CFD) minggu pertama bulan Juli lalu.
Uji Coba Ekstrem di Tengah Lautan Manusia
Menguji kecepatan internet di tempat sepi tentu bukan tantangan yang sesungguhnya. Sensasi sebenarnya baru terasa saat turun langsung ke lapangan ketika ribuan warga Semarang tumpah ruah di area Simpang Lima. Ini adalah bentuk stress test yang paling ideal—menguji ketahanan dan kapasitas jaringan seluler saat traffic sedang padat-padatnya.
Banyak yang sering bertanya-tanya, apakah untuk menikmati jaringan 5G harus memakai kartu khusus atau paket khusus yang mahal? Jawabannya ternyata tidak ribet. Selama kartu SIM yang dipakai sudah mendukung (USIM), berada di dalam cakupan area 5G, dan menggunakan kuota reguler biasa, indikator jaringan "5G" akan langsung muncul otomatis di layar perangkat.
Begitu pula yang terlihat di layar Motorola Moto G45 5G yang kami gunakan saat itu. Lambang 5G terpampang jelas, menandakan perangkat siap diajak berlari kencang.
Menghitung Angka Lewat SpeedZen
Sebagai alat ukur, aplikasi SpeedZen - Speed test diandalkan untuk membaca data secara transparan. Di tengah kepungan kerumunan warga yang sedang berolahraga dan berburu kuliner pagi di CFD Simpang Lima, pengetesan pun dimulai.
Hasilnya? Angka yang tertera di layar menunjukkan kecepatan Unduh (Download) di angka 187,76 Mbps dan Unggah (Upload) di kisaran 53,93 Mbps, dengan ping berada di angka 45,9 ms.
Pertanyaan pun sempat tebersit di kepala: Kok rasanya di bawah 500 Mbps?
Jika membaca berbagai klaim pemasaran operator atau pengujian di dalam ruangan laboratorium yang steril, kecepatan 5G memang bisa menembus angka lebih dari 500 Mbps. Namun, realitas di lapangan tentu berbicara lain. Melakukan pengujian langsung di ruang terbuka yang dipadati ribuan perangkat aktif di satu titik BTS yang sama memberikan cerita yang berbeda.
Kendati demikian, catatan angka 187 Mbps
Sementara itu, kecepatan upload di atas 50 Mbps
...
Memiliki perangkat 5G kelas terjangkau seperti Motorola Moto G45 5G ternyata membuka pengalaman digital yang baru dalam menyusuri sudut-sudut Kota Semarang. Perjalanan yang awalnya bermula dari musibah ponsel lama yang rusak, berbuah menjadi pengalaman eksplorasi jaringan yang seru.
Kehadiran infrastruktur 5G XL Axiata di ruang publik terbukti mampu diandalkan, bahkan di tengah hiruk-pikuk keramaian warga. Bagaimana dengan pembaca setia dotsemarang? Apakah sudah merasakan pengalaman serupa saat membawa ponsel 5G kalian jalan-jalan di akhir pekan?
📝 Gambar cover: Ilustrasi.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment