Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

10 Alasan Mengapa Anda Memilih Mute User Dibanding Unfollow


Jengkel melihat teman anda selalu mencibir atau mengeluh tentang apa saja lewat timeline. Daripada meng-unfollow teman anda, lebih baik Mute saja. Itu lebih baik.  Berikut alasannya.


1. Tidak 100% “benci”


“Mendiamkan” pengguna lain bukan berarti benci. Pengguna hanya tak ingin membaca celotehan pengguna terpilih yang terlalu over.


2. Muncul perasaan “takut”


Apa yang ditakutkan? Tak jarang pengguna tertentu kicauan konten yang “ditakuti”. Misalkan tweet kasar atau tidak senonoh. Mengapa tak unfollow saja? Jika pengguna itu adalah teman dekat?


3. Cuma ingin follow


Alasan selanjutnya yakni hanya ingin follow namun tak peduli dengan kicauannya. Sehingga ada perasaan santun yang muncul. Misalkan saja pengguna telah di-follow user lain. Tak sopan bukan jika tidak follback.


4. Ingin terlihat “gaul”


Jika hanya mengikuti segelintir orang di Twitter kesannya gak “gaul”. Namun, jika terlalu banyak mengikuti orang lain maka linimasa akan berjubel. Jadi, mute saja.


5. “Blokir” namun lebih sopan


Terkadang muncul perasaan jengkel ke pengguna tertentu namun tak tega untuk unfollow akunnya. Jadi, mute bisa diposisikan sebagai aksi “blokir” namun lebih santun.


6. Bukan user namun kicauannya


Hampir sama dengan poin pertama, sedianya pengguna tidak membenci orangnya. Namun mereka jengah dengan kicauannya yang terlalu berisik.


7. Meredam “gosip”


Terkadang di lingkungan tertentu tak jarang gunakan Twitter untuk bergosip. Sebagian orang terkadang merasa terganggu. Alhasil, redam saja dengan mute. Misalkan saja untuk lingkungan teman kantor.


8. Hilangkan retweet


Jengkel dengan akun yang suka RT tweet dari akun itu-itu saja? Fitur mute bisa diposisikan untuk meredam aksi itu dibanding memilih blokcing.


9. Menjaga jarak


Ibarat orang sedang ada masalah asmara, fitur mute bisa dimanfaatkan untuk menjaga jarak ke pengguna tertentu. Jika problem telah reda, silakan di unmute.


10. Stop care


Terkait poin sebelumnya, ada kalanya dengan tidak membaca kicauan orang lain adalah salah satu bentuk perhatian untuk tidak lagi memberikan perhatian. Singkatnya, ini satu solusi untuk tidak peduli lagi dengan orang yang sebelumnya diperhatikan.


Sumber : sidomi.com (14/5)
Gambar : Google


...

Informasi Pemasangan Iklan


Konta kami via email : dotsemarang [at] gmail.com atau klik disini

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏢 Dari Hospitality ke Sport Center: Menelisik Ekspansi Seru Gets Group Lewat Gets Courts Semarang

🎬 Sinyal Kebangkitan Film Semarang: Ketika Kompetisi Mulai Punya Taring