Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Bisnis Kuliner Sekarang Wajib Gunain Media Sosial


Gambar : Google

Sepertinya buka bisnis kuliner di Semarang masih sama beberapa tahun belakangan menurut saya, khususnya bisnis yang gulung tikar. Entahlah, padahal sudah gunain media sosial tapi.

Beberapa waktu lalu saya melintas disebuah rumah makan. Papan yang bertuliskan disewakan benar-benar membuat saya sedih mengingat tempat tersebut kerap kali saya singgahi untuk makan langsung disana maupun pesan antar.

Kata hati saya hanya bisa bilang, lagi-lagi Semarang.

Bisnsi kuliner wajib gunain media sosial

Entahlah apa yang salah dengan bisnis kuliner disini. Bila dilihat dari lokasinya yang strategis, menurut saya, ini sudah lumayan. Yang berkunjung juga ramai. Tapi lama tidak kesini, kaget saja bangunan sudah disewakan. Apalagi media sosial juga sudah digunakan, meski saya tidak memantaunya. Semoga saja akun medsosnya aktif, sih.

Di era sekarang, media sosial adalah alat promosi yang menawarkan berbagai cara baru untuk mengembangkan bisnis kuliner. "Sekarang, orang sebelum makan pasti memfotonya dulu," kata Fexellarado Ruby yang aktif sebagai food blogger (dikutip dari travel.tempo.co).

Perkembangan digital saat ini memang dampaknya banyak terjadi di level bisnis ketimbang urusan mengolah makanannya. Akibatnya pemanfaatan media sosial seperti Instagram jadi sangat digemari. "Pemasaran di bisnis makanan jauh lebih baik dari sebelumnya."

Tempat makan yang masih menggunakan promosi standar, tidak akan lama bertahan. "Banyak tempat makan yang tidak tahu cara menjual makanan mereka lewat media sosial." Steven Kim, pendiri situs direktori kuliner Qraved.

Padahal membangung bisnis kuliner itu perlu biaya tidak sedikit, dan mereka sepertinya tidak memanfaatkan perkembangan digital dengan baik hingga akhirnya bangkrut.

...

Mungkin sebaiknya para pelaku bisnis kuliner sudah mulai menggunakan teknologi seperti media sosial. Ada Instagram yang tengah populer, twitter untuk perpanjangan promosi, facebook menjaring like dan lain sebagainya.

Jangan lupa juga untuk mengundang komunitas disekitar wilayah Anda untuk mempromosikan bisnis kuliner Anda. Mereka seperti blogger, kuliner, media sosial dan masih banyak lagi.

Dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial, para pelaku bisnis kuliner setidaknya bisa mendapatkan harga promosi lebih terjangkau ketimbang promosi konvensional.

Referensi : travel.tempo.co

Comments

Popular posts from this blog

🛍️ Menanti 23 Mei 2026: Wajah Baru POJ City Lewat Soft Opening Mal 23 Semarang

🤳 Fenomena Street Mirror Selfie: Tren Baru yang Menjamur di Car Free Day Simpang Lima Semarang

⚙️ Bedah Spesifikasi ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA): Performa Monster di Sasis Kurang dari 1 Kg

📸 Fenomena "Kantor Aspal" di CFD Semarang: Mengapa Fotografer Kini Bawa Laptop ke Jalanan?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026