Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Strategi Wayang Orang Ngesti Pandawa Menarik Penonton Muda



Di era teknologi sekarang, Wayang Orang terus berjuang demi dapat bertahan untuk tetap melestarikan budaya. Wayang Orang Ngesti Pandawa sebagai ikon budaya di kota Semarang menyadari tantangan tersebut.

Didirikan pada 1 Juli 1937 oleh lima tokoh yaitu Sastro Sabdo, Darso Sabdo, Narto Sabdo, Sastrosoedirjo serta Kusni, pertunjukkan seni ini Mengalami masa kejayaan mulai pertengahan 1950-an hingga dekade 1980-an.

Seni pertunjukkan yang sekali pementasan, melibatkan jumlah pemain tak kurang dari 50 orang ini sadar bahwa tantangan jaman merupakan penyebabnya bila tak melakukan inovasi secara berkala.

Waktu yang silih berganti, mau tidak mau membuat kesenian pertunjukkan ini mengalami dilema. Kurangnya minat penonton khususnya generasi muda adalah salah satu masalah yang mau tidak mau harus dihadapi. Dari mendatangkan bintang tamu hingga penggarapan lakon.

Baru-baru ini, pihak Wayang orang Ngesti Pandawa terus berinovasi dengan cara mendatangkan bintang tamu hingga penggarapan lakon yang menyesuaikan yang tentu lebih menghibur.

"Wujud inovasi adalah menghadirkan sejumlah bintang tamu untuk ikut mendukung pementasan. ”Seperti wayang orang Bharata Jakarta dan Didi Nini Thowok,” Widayat - Sutradara Ngesti Pandawa. (Suaramerdeka)

Strategi Wayang orang Ngesti Pandawa untuk tetap bisa eksis di tengah gempuran budaya baru yang datang dari luar patut diapresiasi, mengingat bukan sesuatu yang mudah untuk menjaga warisan budaya asli Nusantara bisa tetap hidup, apalagi tumbuh dan berkembang.

Dikutip dari slideshare BCA yang berjudul “Eksisten Wayang di Tanah Air”, diperlukan sebuah sinergi antaragenerasi dan juga antarprofesi demi keberlangsungan seni wayang sebagai warisan budaya bangsa yang patut dibanggakan pada dunia internasional agar seni wayang (yang terdiri dari berbagai jenis) bisa tetap bertahan.



Gambar : Google

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Tarif Parkir Inap di Bandara Ahmad Yani Semarang Tahun 2022?

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

🎪 Agenda Festival Kota Lama Semarang 2026: Durasi Lebih Panjang dengan Tema Unity in Diversity

💻 Menakar ASUS ExpertBook PM5 G2 (PM5406): Saat Laptop Bisnis AI Kencang Tak Harus Bikin Dompet Perusahaan Kempot

💻 Resmi Dibuka, REX Computer Perkuat Ekosistem Toko Komputer di Jalan Gajah Raya Semarang