Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Museum Ranggawarsita dan Jemput Bola


Museum sudah seharusnya menjadi tempat mengasyikkan dan tempat belajar. Mengenang masa lalu agar tidak tertendang oleh waktu. Tapi dibalik semua itu, tingkat kunjungan menjadi perhatian bagi pihak pengelola.


Satu hal yang saya pikirkan untuk meningkatkan kunjungan ke museum adalah jemput bola. Maksudnya, pihak museum sendiri yang datang untuk berkunjung ke sekolah-sekolah, kemudian membawa murid-murid tersebut berkunjung ke museum.


Sebagai museum terbesar di Jawa Tengah, Ranggawarsita memiliki potensi yang luar biasa. Menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Tengah dan khususnya Semarang, karena letaknya.


Kunjungan Rutin tiap minggu


Dengan mengajak siswa-siswi ke museum, kita sudah termasuk dari bagian mencerdaskan bangsa. Ada ratusan sekolah yang ada di Semarang tapi tidak semua dapat dari mereka sudah mengunjungi museum.


Secara khusus, pihak museum berkunjung ke sekolah-sekolah seminggu sekali. Mendatangi sekolah yang notabene tidak terkenal atau minim fasilitas. Ambil jam pelajaran semisal 2 jam.


30 menit berkenalan dan bercerita dikelas. 30 menit perjalanan pulang pergi dan 1 jam sisanya dibuat kunjungan dengan target-target yang sudah ditentukan. Ini akan membuat semua terbantukan semisal punya keinginan membina anak-anak lebih baik lagi dan ingin mereka mencintai museum.


Fasilitas bus pariwisata


Membawa murid-murid ke museum bagi sekolah yang mampu tentu tidaklah mudah. Bagaimana dengan sekolah yang kesannya biasa aja. Pihak museum harus segera merealisasikan untuk memiliki bus pariwisata.


Baik bekerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta. Memang akan banyak biaya yang keluar. Tapi, ini akan berdampak baik kedepannya. Museum bukan saja sebagai sarana pendidikan tapi juga sebagai kurikulum yang dapat ditambahkan dalam metode pembelajaran.


Meningkatkan fasilitas dan kesadaran


Hal terakhir yang bisa ditambahkan adalah meningkatkan fasilitas. Museum jangan lagi ketinggalan jaman. Mengikuti trend bukan berarti menghilangkan jejak sejarah. Tinggal cara penyajiannya.


Anak-anak lebih suka dengan teknologi, mungkin museum Ranggawarsita dapat memulainya dari sekarang. Mengubah image namun tetap menampilkan apa yang seharusnya diajarkan.


...


Museum tidak lagi hanya sebuah museum. Tapi membuat pengunjungnya betah untuk berlama-lama dan dapat kembali lagi untuk hari berikutnya.


...


Konta kami via email : dotsemarang [at] gmail.com


Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi @dotsemarang dan klik disini

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali