Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Lawang Sewu, digadang Mampu Menyedot Wisatawan Domestik



Tahun 2013, Semarang terus berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota lumpia ini. Selain memiliki banyak tempat wisata, Objek unggulan di Kota Semarang cenderung bercorak historis dan religius. Salah satunya Lawang Sewu.

Bangunan ini merupakan satu dari 102 gedung tua di Kota Semarang yang digadang-gadang mampu menyedot wisatawan domestik maupun mancanegara.Di dalam bangunan berbentuk leter U itu menyuguhkan perjalanan sejarah awal munculnya perusaaan perkertaapian milik kolonial Belanda, yang sekaligus kekejaman tentara Jepang.

Gedung yang dirancang oleh JF Klinkhamer dan Ovendag itu selesai dibangun pada 1908 untuk kantor Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan yang bergaya renaissance revival memiliki banyaknya pintu dan jendela. Saking banyaknya pintu dan jendela, orang menyebutnya Lawangsewu.

Yang menarik daril bangunan itu adalah kontruksi di bawah bangunan yang dibuatkan lorong drainase. Lorong air itu sengaja dibuat untuk menjaga suhu udara yang tepat di dalam gedung di daerah tropis. Udara lembab dari drainase itu akan keluar melalui pori-pori di lantai. Dengan begitu, udara ruangan yang sejuk tetap terjaga.

Ditambah lagi, posisi atap yang tinggi, pintu dan jendela yang cukup besar membuat sirkulasi udara cukup bagus. Semua bahan bangunan di datangkan dari Eropa, kecuali kayu jati dan batu alam.

’’Tetapi, ketika tentara Jepang menguasai Semarang, kantor NIS dijadikan markas dan lorong drainase sebagai tempat penyiksaan tentara Indonesia,’’ ungkap seorang pemandu wisata.

Original Posting : Berharap Wisatawan Betah di Semarang
Sumber : suaramerdeka.com

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?