Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Pemimpin Daerah Harus Menggunakan Media Sosial


Di era yang serba cepat ini, diharapkan pemimpin daerah seperti Gubernur dan Bupati harus menggunakan media sosial jika ingin mengangkat potensi kotanya. Karena, para pemimpin ini harus berpikir seperti entrpreneur dan juga Think Out of the box.

Banyak cara untuk melakukan promosi khususnya city branding, tapi promosi juga harus memiliki inovasi baru. Kehebatan teknologi yang sekarang sudah menjamur di masyarakat tentu dapat digunakan sebagai inovasi dalam hal promosi.

Media sosial, meskipun menjadi kosakata paling popular saat ini, ternyata pemahaman media sosial ini tidak semua mengetahui. Padahal, sangat penting digunakan bagi komunikasi pemasaran.

Di sela-sela acara Business Sharing yang diselenggarakan Kadin Semarang (26/2) dengan membawa pakarnya langsung, Yuswohady, peran pemimpin daerah sekarang ini sudah harus memanfaatkan media sosial.

Bayangkan kalau iklan di televisi per 30 detiknya bisa mencapai 30 juta sekali tayang. Berbeda dengan media sosial seperti twitter dan facebook yang gratis dan langsung dapat dipromosikan keseluruh dunia. Itukah lebih hemat.

Lihat saja, tukang Becak di Jogja yang promosi layanannya melalui facebook. Banyak akun kota yang memberikan update informasi melalui twitter. Beliau memberitahukan jika sekarang ini ia sering pergi ke Jogja maka melihat akun kota via twitter saja.

"Akun-akun ini yang buat kebanyakan bukan orang-orang pemerintah, tapi mahasiswa atau pekerja yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah". kata Yuswohady. Nah, makanya cobalah dekatin mereka dan ajak bersama-sama membranding kota tempat dimana kita tinggal, tambahnya.

Intinya, Kalao tidak ada Inovasi akan  terus tertinggal. Dan juga berubah itu memang tidak gampang. Contoh yang terbaru bisa dilihat dari sosok Jokowi dan Ahok yang memanfaatkan media sosial saat ini di Jakarta.

*Diedit kembali 3 Juli 2017

Artikel :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Ini Harga Tarif Parkir Inap di Stasiun Poncol Tahun 2024

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Kebun Binatang Semarang ( Bonbin)

Tarik Tunai ShopeePay di Indomaret, Berapa Biaya Admin?

🎱 Kuliner Baru Jolotundo: Eksplorasi Parjo x Padangju yang Buka 24 Jam, Ada Fasilitas Meja Biliarnya!