Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Pemimpin Daerah Harus Menggunakan Media Sosial


Di era yang serba cepat ini, diharapkan pemimpin daerah seperti Gubernur dan Bupati harus menggunakan media sosial jika ingin mengangkat potensi kotanya. Karena, para pemimpin ini harus berpikir seperti entrpreneur dan juga Think Out of the box.

Banyak cara untuk melakukan promosi khususnya city branding, tapi promosi juga harus memiliki inovasi baru. Kehebatan teknologi yang sekarang sudah menjamur di masyarakat tentu dapat digunakan sebagai inovasi dalam hal promosi.

Media sosial, meskipun menjadi kosakata paling popular saat ini, ternyata pemahaman media sosial ini tidak semua mengetahui. Padahal, sangat penting digunakan bagi komunikasi pemasaran.

Di sela-sela acara Business Sharing yang diselenggarakan Kadin Semarang (26/2) dengan membawa pakarnya langsung, Yuswohady, peran pemimpin daerah sekarang ini sudah harus memanfaatkan media sosial.

Bayangkan kalau iklan di televisi per 30 detiknya bisa mencapai 30 juta sekali tayang. Berbeda dengan media sosial seperti twitter dan facebook yang gratis dan langsung dapat dipromosikan keseluruh dunia. Itukah lebih hemat.

Lihat saja, tukang Becak di Jogja yang promosi layanannya melalui facebook. Banyak akun kota yang memberikan update informasi melalui twitter. Beliau memberitahukan jika sekarang ini ia sering pergi ke Jogja maka melihat akun kota via twitter saja.

"Akun-akun ini yang buat kebanyakan bukan orang-orang pemerintah, tapi mahasiswa atau pekerja yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah". kata Yuswohady. Nah, makanya cobalah dekatin mereka dan ajak bersama-sama membranding kota tempat dimana kita tinggal, tambahnya.

Intinya, Kalao tidak ada Inovasi akan  terus tertinggal. Dan juga berubah itu memang tidak gampang. Contoh yang terbaru bisa dilihat dari sosok Jokowi dan Ahok yang memanfaatkan media sosial saat ini di Jakarta.

*Diedit kembali 3 Juli 2017

Artikel :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Mengunjungi Oemah Herborist Beauty Factory Outlet Semarang

🌐 Sama-Sama dari Google, Apa Bedanya Mode AI di Pencarian dan Aplikasi Gemini?

🏟️ Menjajal Rumput Sintetis Standar FIFA di Stadion Citarum Semarang: Sebuah Catatan Komparatif

🚌 Menatap Masa Depan Trans Semarang Melalui Diskusi Publik Angkot #12

📸 Fenomena "Kantor Aspal" di CFD Semarang: Mengapa Fotografer Kini Bawa Laptop ke Jalanan?