Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Pemimpin Daerah Harus Menggunakan Media Sosial


Di era yang serba cepat ini, diharapkan pemimpin daerah seperti Gubernur dan Bupati harus menggunakan media sosial jika ingin mengangkat potensi kotanya. Karena, para pemimpin ini harus berpikir seperti entrpreneur dan juga Think Out of the box.

Banyak cara untuk melakukan promosi khususnya city branding, tapi promosi juga harus memiliki inovasi baru. Kehebatan teknologi yang sekarang sudah menjamur di masyarakat tentu dapat digunakan sebagai inovasi dalam hal promosi.

Media sosial, meskipun menjadi kosakata paling popular saat ini, ternyata pemahaman media sosial ini tidak semua mengetahui. Padahal, sangat penting digunakan bagi komunikasi pemasaran.

Di sela-sela acara Business Sharing yang diselenggarakan Kadin Semarang (26/2) dengan membawa pakarnya langsung, Yuswohady, peran pemimpin daerah sekarang ini sudah harus memanfaatkan media sosial.

Bayangkan kalau iklan di televisi per 30 detiknya bisa mencapai 30 juta sekali tayang. Berbeda dengan media sosial seperti twitter dan facebook yang gratis dan langsung dapat dipromosikan keseluruh dunia. Itukah lebih hemat.

Lihat saja, tukang Becak di Jogja yang promosi layanannya melalui facebook. Banyak akun kota yang memberikan update informasi melalui twitter. Beliau memberitahukan jika sekarang ini ia sering pergi ke Jogja maka melihat akun kota via twitter saja.

"Akun-akun ini yang buat kebanyakan bukan orang-orang pemerintah, tapi mahasiswa atau pekerja yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah". kata Yuswohady. Nah, makanya cobalah dekatin mereka dan ajak bersama-sama membranding kota tempat dimana kita tinggal, tambahnya.

Intinya, Kalao tidak ada Inovasi akan  terus tertinggal. Dan juga berubah itu memang tidak gampang. Contoh yang terbaru bisa dilihat dari sosok Jokowi dan Ahok yang memanfaatkan media sosial saat ini di Jakarta.

*Diedit kembali 3 Juli 2017

Artikel :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

📩 Balas DM Threads di Komputer, Apakah Bisa? Pengalaman Kami Menggunakan Chromebook

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

Agenda Jateng Fair 2018

🚴 Car Free Day Simpang Lima Semarang Kembali Berdenyut: Persentase Keramaian Masih di Bawah 40 Persen?