Posts

Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

🍚 Pemain Lokal di Jalur Gajah Raya: Segoorih dan Strategi Nama yang Bikin Penasaran

Image
Ada pemain baru yang berhubungan dengan kuliner buka di kawasan Gajah Raya , tempat kami tinggal. Namanya unik: Segoorih . Sekilas kami langsung tahu 'Sego' itu nasi, tapi 'Rih'-nya ini apa? Karena bikin penasaran, mari kita bahas. Kami baru tahu ada cabang Segoorih di Jalan Gajah Raya yang buka tak jauh dari toko aksesori Emyu dan Burjoker . Suasananya sangat ramai saat itu. Kebetulan, gambar yang dijadikan cover di halaman ini diambil usai waktu berbuka puasa tanggal 10 Maret kemarin, saat kami pulang dari Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Terangnya pencahayaan yang menarik perhatian, ditambah padatnya kendaraan yang parkir di muka tempatnya, membuat kami sejenak berhenti. "Woh, menarik," kata kami dalam hati. Nama yang Unik Segoorih, begitu nama brand tempat makan ini terpampang di sana. Sego yang tadi kami bilang itu nasi, apakah "Rih"-nya berarti Gu(rih)? Sehingga kalau disambung menjadi Segoorih. Dari sisi pemasaran, ini strategi wordplay y...

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape

Image
Kami tak pernah membayangkan sebelumnya jika bergantinya perangkat harian yang biasa kami gunakan akan berdampak begitu besar pada kebutuhan krusial. Terutama yang berhubungan dengan aplikasi dompet digital. Ternyata, efeknya sedahsyat itu hanya karena kami beralih ke hape dengan Operating System (OS) yang kurang update . Semenjak smartphone kebanggaan kami, ASUS Zenfone 5, resmi dipensiunkan awal tahun ini, keinginan untuk memiliki perangkat pengganti memang sangat tinggi. Maklum, sebagian besar aktivitas pekerjaan kami bertumpu pada handphone . Kami sangat butuh "senjata" baru agar produktivitas tidak terganggu. Namun, saking semangatnya, kami sempat abai pada satu detail teknis yang sangat penting. Kami seolah terbutakan keadaan. Saat ada rekan bola yang menawarkan bantuan dengan meminjamkan hapenya untuk dipakai, kami langsung mengiyakan tanpa pikir panjang. Solidaritas di Tengah Keterbatasan Awalnya, komunikasi ini terjalin sesama rekan bola. Mengingat kondisi keuangan ...

🚴 Car Free Day Simpang Lima Semarang Kembali Berdenyut: Persentase Keramaian Masih di Bawah 40 Persen?

Image
Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang akhirnya resmi kembali menyapa warga pada Minggu, 29 Maret 2026. Setelah sempat libur selama bulan puasa, kawasan jantung kota ini kembali dibebaskan dari kendaraan bermotor. Namun, bagaimana suasana perdananya pasca-libur panjang tersebut? Pemandangan pagar pembatas di Jalan Ahmad Yani menuju Simpang Lima yang sempat "menghilang" kini sudah terpasang kembali. Kehadiran petugas dari Dishub maupun Kepolisian yang berjaga di titik-titik krusial memberikan rasa aman sekaligus menandakan bahwa ritme rutin mingguan Kota Semarang telah pulih. Harmonisasi antara petugas dan pengguna jalan kembali terlihat sejak pagi buta. Suasana yang Masih Terasa "Lapis"   Meski sudah diberlakukan kembali, harus diakui suasana CFD kali ini tidak semeriah biasanya. Saat sepeda kami mengitari kawasan Simpang Lima, masih banyak celah kosong yang cukup lebar di badan jalan. Ruang gerak terasa sangat luas, kontras dengan bayangan kami sebelumnya yang me...

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

Image
Entah sejak kapan merek minuman yang sangat kuat branding -nya dengan air kelapa ini punya varian rasa kopi. Kami sendiri sedikit kaget, namun yang lebih menarik lagi, kami justru merasakannya langsung di lokasi yang tidak biasa, yaitu di pelataran Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Penasaran? Ikuti cerita kami. Sabtu sore (28/2), usai mengikuti agenda di sana, kami menyempatkan diri menunggu waktu berbuka di pelataran depan bangunan utama masjid. Suasana sore yang cerah membuat area ini sangat ramai oleh warga yang ngabuburit. Jika cuaca sedang bersahabat dan tidak hujan, menunggu azan Maghrib di sini memang sangat kami rekomendasikan. Apalagi, pihak MAJT juga biasanya menyediakan menu berbuka puasa secara cuma-cuma bagi jamaah. Kejutan dari Hydro Coco   Jika pada Ramadan tahun lalu kami sempat melihat aktivitas merek air mineral yang cukup masif mencuri panggung perhatian di sini, kali ini giliran Hydro Coco. Meski skalanya tidak sebesar itu dan lebih fokus pada aktivasi booth pe...

🏟️ Pasar Tiban Stadion Diponegoro Semarang: Tetap Eksis di Kala CFD "Libur" Saat Ramadan

Image
Ada pemandangan kontras yang menarik perhatian kami selama bulan Ramadan kemarin. Jika biasanya area Car Free Day (CFD) Simpang Lima dan Jalan Pahlawan sementara tidak diberlakukan, lain halnya dengan fenomena di Jalan Ki Mangunsarkoro. Pasar Tiban Stadion Diponegoro seolah tidak mengenal kata libur. Ada yang sempat memperhatikan juga? Akses Jalan yang Tetap Terkondisi Suasananya tetap sama seperti Minggu-Minggu biasanya. Akses jalan dari arah Jalan Ahmad Yani ditutup sebagian, sementara dari arah Jalan Mayjend Sutoyo, penutupan dilakukan secara penuh oleh petugas. Awalnya, kami sempat ingin mengintip suasana CFD Simpang Lima karena belum mendapatkan informasi resmi mengenai peniadaannya selama puasa. Namun, saat melintas dari Jalan Ahmad Yani menuju Simpang Lima, arus kendaraan melaju tanpa halangan. Justru keriuhan sebenarnya berpindah ke area sekitar stadion. Ekosistem Ekonomi Rakyat yang Tahan Banting Apa yang membuat Pasar Pagi Minggu—atau yang lazim disebut warga sebagai Pasar ...

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

Image
Apa yang terlintas di benak Anda melihat tumpukan tempat sampah yang menggunung selesai waktu berbuka? Isinya didominasi kotak-kotak makan plastik yang dibuang begitu saja. Membayangkan jumlahnya yang mencapai ratusan setiap hari, apalagi selama 30 hari penuh di bulan Ramadan, tentu volumenya sangat luar biasa. Bukankah lebih bijak jika wadah tersebut dibawa pulang ketimbang sekadar menumpuk di tempat pembuangan? Tumpukan kotak makan ini mendadak memberi kami inspirasi untuk bahan tulisan di blog dotsemarang . Kebetulan, tahun ini sebagian besar waktu berbuka puasa kami habiskan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Namun tenang, kami hadir bukan semata karena menu buka puasanya, melainkan karena program " Kurma " (Kajian Unik Ramadan di MAJT) yang sudah kami ulas sebelumnya. Sebuah program talkshow yang kaya akan pengetahuan. Mengenal Wadah Thinwall: Bukan Sekadar Plastik Biasa Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah: Jangan dibuang, kalau bisa dibawa pulang. Kami sendir...