Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Punya Peran Penting Saat Pandemi, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Ajak Media dan Bloger Kunjungi 4 Destinasi Wisata

Sukses meluncurkan kampanye pemasaran lewat online dalam bentuk lomba-lomba seperti Blog maupun Vlog, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang juga tidak melupakan promosi offline dengan kegiatan yang sudah beberapa kali dilakukan, yaitu famtrip. 

Bertajuk 'One Day Trip Kabupaten Semarang Tahun 2020', Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mengajak bloger dan jurnalis untuk terlibat kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 29 September, atau hari Selasa.

Ada 5 tempat yang kami singgahi, yaitu :

  1. Curug Gending Asmoro Kalongan.
  2. Kayangan Bukit Alfath.
  3. Bukit Cinta Rawa Pening.
  4. Kampung Rawa Ambarawa.
  5. Agrowisata Gunungsari Kopeng.

Semua tempat yang kami kunjungi ini dilakukan hanya satu hari. Karena sedang di masa pandemi, jumlah peserta dari kalangan bloger juga dikurangi dari biasanya. Jumlahnya hanya ada 13 bloger, dan 5 media yang berpartisipasi.

Protokol kesehatan

Untuk mencegah penyebaran koronavirus pada peserta, selama aktivitas, kami benar-benar menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari memakai masker, membawa hand sanitizer sendiri dan menjaga jarak.

Mengenai jaga jarak, dari Dinas Pariwisata (DisPar) juga menyediakan 2 kendaraan bertipe Elf atau minibus. Jadi tempat duduk yang seharusnya dapat diisi 3 orang dalam satu kursi, hanya diperbolehkan 2 saja. 

Sedangkan dari tempat wisata yang semua kunjungi juga, semuanya sudah menerapkan protokol kesehatan. Penyediaan wastafel portable, hand sanitizer dan cek suhu tubuh serta bagaimana kami harus menjaga jarak benar-benar diberlakukan.

Ini adalah syarat tempat wisata di Kabupaten Semarang agar diperbolehkan dibuka selama masa pandemi. Dari total 52 tempat wisata di Kabupaten Semarang, sudah ada 40-an yang sudah siap.

Peran penting 

Selama masa pandemi ini, dunia pariwisata benar-benar terpukul. Bukan saja tempat wisatanya yang kehilangan banyak pengunjung, tapi dampaknya juga berpengaruh pada UMKM, kuliner, pengrajin souvenir.

Selain penurunan drastis, pola baru masyarakat sekarang yang hanya melihat dan mendengar lewat media-media, termasuk media sosial, juga berpengaruh yang berakibat hilangnya kepercayaan. Kalau ada visualnya lebih strategis dalam promosi.

Dengan menggandeng para bloger dan media, diharapkan meningkatkan kepercayaan pada masyarakat untuk tidak takut berwisata. Media sosial menempati peran strategis dalam penyaluran informasi. Terutama akun yang dikelola para pemilik blog.

'Media dan bloger memiliki peran penting. Selain menyalurkan informasi secara nyata, juga dapat mengedukasi masyarakat', Dewi Pramuningsih, Kepala DisPar Kabupaten Semarang.

Gambar cover: ajisettiawann (IG)

...

Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang kembali memaksimalkan strategi pemasaran offline dengan menggandeng bloger. Kami sendiri sudah beberapa kali terlibat aktivitas dan sepertinya baru ini media yang ikut dilibatkan. 

Biasanya untuk kegiatan bloger, hanya bloger saja yang terlibat. Saat pandemi seperti sekarang, memang diperlukan kekuatan informasi yang lebih besar. 

Ditunggu artikel tentang 4 tempat wisata yang kami kunjungi dan seperti apa penerapan protokol kesehatan yang diterapkan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?