Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

[IGTV] Milenial Dance, Tari Modern Dengan Kombinasi Lokal


Kunjungan hari kedua kami adalah Kabupaten Brebes. Kami tiba di Joglo Mangrove Pandansari, Sabtu siang (14/12/2019). Dan tidak menyangka disambut dengan tarian yang dilakukan 4 perempuan muda yang energik.

Sebagai bloger, tentu mendapatkan sambutan pertunjukan dalam kegiatan terasa istimewa. Setelah menuntaskan makan siang, suasana yang dari tadi tenang berubah menjadi sebuah tontonan yang membangkitkan gairah.

Tari Milenial Dance namanya. Kami mengutip informasi tentang tarian ini dari kertas yang sudah dipersiapkan layaknya sebuah press release.

Ini adalah bentuk kreativitas anak muda yang berjiwa energik, spontanitas, penuh semangat dan gairah dalam menjalankan setiap aktivitasnya yang tercurah dalam sebuah kolaborasi antara gerak dan musik tari yang mengiringinya.


Dimana mereka walau memiliki jiwa muda namun tetap eksis dan konsisten dalam mengemban dan juga menyajikan sebuah karya seni yang tidak pernah lepas dari kearifan lokal budayanya sendiri.

Walau tarian ini terkesan modern dari segi iringannya namun tetap saja mereka mengkombinasikannya gerak dan kostum yang dikenakan tetap mengacu pada budaya lokal nusantara kita yang adi luhung.

Hal ini dapat kita saksikan dari vokabuler gerak tari yang sebagian besar diambil dari ragam gerak tari yang berkembang di daerah nusantara kita tercinta.

Dengan tema semangat kawula muda yang energik terbuka dalam segi wawasan dan kebebasan berekspresi dalam tiap langkah kehidupannya yang tetap bertanggung jawab dan juga kebebasan berekspresi dalam berkesenian yang tetap mengacu pada kearifan budaya lokal.


Tari Milenial Dance sejatinya ingin menyampaikan pesan dan kesan serta juga mengenalkan budaya kita melalui cara dan juga teknik yang berbeda melalui jalur berkesenian.

Namun tetap tidak terlepas dari jati diri mereka sebagai pemuda Indonesia yang berjiwa ksatria nusantara yang selalu tetap menjunjung tinggi budaya kita sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?

🚲 Gowes ke Mal 23 Semarang: Di Mana Tempat Parkir Sepedanya?