Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Bukan Social Distancing, Tapi Physical Distancing Sekarang


Semenjak wabah Corona bermunculan di beberapa negara, istilah social distancing sangat sering kami dengar. Bahkan sudah menjadi tagar di mana-mana yang digunakan di media sosial. Namun istilah tersebut, sebaiknya diganti. WHO sudah menganjurkan untuk menggantinya menjadi physical distancing.

Apa arti Physical distancing ? Mengutip situs wartaekonomi, physical distancing adalah melakukan jaga jarak fisik antar manusia, sehingga yang dihindari bukan hanya kerumunan.

Dalam laman resmi Organisasi Kesehatan Manusia (WHO) tertulis: "Tindakan jaga jarak fisik (physical distancing), seperti membatalkan acara olahraga, konser dan pertemuan besar lainnya sehingga dapat membantu memperlambat penularan virus."

Sejak Jumat kemarin (20/3/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengganti frasa social distancing menjadi physical distancing.

Ini karena physical distancing lebih menekankan pada jarak fisik, bukan jarak sosial. Orang-orang masih harus tetap terhubung. Dengan membatasi jarak, diharapkan dapat mencegah virus Corona menyebar lebih banyak. Masyarakat diharapkan untuk menjaga jarak sekitar 2 meter dengan orang lain.


Manusia adalah makhluk sosial, tidak mungkin mengisolasi hubungan sosial. Apalagi di era teknologi sekarang. Itu artinya berhubungan sosial tidak bisa dilarang. Hanya saja untuk menjaga jarak fisik. 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

🏥 Menjelajahi Lantai 3 Cardea Semarang: Zona 'Recovery' yang Naik Kelas

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape